Ribuan orang melarikan diri dari gunung berapi aktif di Indonesia, Voice of America

JAKARTA, INDONESIA. – Pihak berwenang Indonesia memantau secara dekat beberapa gunung berapi setelah sensor mendeteksi peningkatan aktivitas mereka dalam beberapa pekan terakhir, yang mengakibatkan ribuan orang dievakuasi.

Abu panas bermigrasi hingga 3.000 meter ke atas lereng Gunung Semeru pada Selasa pagi, menyebabkan kepanikan di antara warga, kata Raditya Jati, juru bicara bantuan bencana. Beberapa desa di lereng gunung itu tertutup abu dan belerang.

Gunung setinggi 3.676 meter di kabupaten Lumajang ini merupakan gunung berapi tertinggi di pulau Jawa, terpadat di Indonesia.

Pihak berwenang masih berusaha mengevakuasi sekitar 550 orang di gunung tersebut, kata Jati. Tidak ada laporan cedera atau kerusakan serius, katanya.

Pusat Relief Bencana Geologi dan Vulkanologi belum menaikkan tingkat kewaspadaan Semeru, yang sudah mencapai tingkat tertinggi ketiga sejak letusannya pada Mei lalu. Badan tersebut menyarankan penduduk lokal dan wisatawan untuk tinggal 4 kilometer dari kawah.

Seorang petugas polisi memeriksa lokasi penambangan pasir yang terkena dampak letusan Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Indonesia pada Selasa, 1 Desember 2020.

Letusan Selasa terjadi dua hari setelah Gunung Ili Lewotolok mengeluarkan awan panas yang mencapai ketinggian 4.000 meter. Lebih dari 4.600 orang telah dievakuasi dari lereng gunung di Pulau Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Badan vulkanologi menaikkan tingkat kewaspadaan Lewotolok ke tingkat tertinggi kedua setelah mendaftarkan peningkatan aktivitasnya. Gunung berapi setinggi 1.423 meter itu mulai meletus pada Oktober 2017 lalu.

Departemen Perhubungan mengeluarkan laporan penerbangan dan bandara lokal ditutup ketika abu jatuh di sebagian besar pulau.

Di bagian lain Pulau Jawa, sejak awal November, pihak berwenang telah mengevakuasi lebih dari 1.800 orang yang tinggal di lereng subur Gunung Merapi yang tidak stabil, yang meningkatkan aktivitas vulkaniknya.

Pemerintah daerah di provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta terus memantau situasi di gunung berapi tersebut setelah otoritas geologi menaikkan tingkat kewaspadaan untuk Merapi ke nilai tertinggi kedua dan merekomendasikan agar orang-orang tinggal dalam jarak 5 kilometer dari gunung tersebut. Kawah.

Gunung setinggi 2.968 meter ini terletak sekitar 30 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Sekitar seperempat juta orang tinggal dalam radius 10 kilometer dari gunung berapi.

ILMU PENGETAHUAN: Gunung berapi bulan digunakan untuk memprediksi letusan di Bumi

Ahli vulkanologi memeriksa sampel batuan bulan yang dikumpulkan oleh astronot Apollo dan percaya bahwa apa yang mereka pelajari dapat membantu memprediksi letusan bumi dengan lebih akurat. Miguel Ángel Rivera dari Voice of America memberi tahu kami detailnya.

Merapi mengeluarkan abu dan gas panas pada bulan Juni, mencapai ketinggian 6 kilometer, meski tidak ada korban jiwa. Dalam wabah besar terakhirnya pada tahun 2010, 347 orang tewas dan 20.000 orang dievakuasi.

Pihak berwenang di Provinsi Sumatera Utara memantau Gunung Sinabung, yang menurut sensor meningkatkan aktivitas pada Agustus. Penduduk daerah tersebut disarankan untuk tetap berada dalam jarak 5 kilometer dari kawah dan mewaspadai bahaya yang ditimbulkan oleh lahar.

Mirzam Abdurrahman, ahli vulkanologi Institut Teknologi Bandung, menjelaskan karena gunung berapi tersebut terletak di Sunda Arch yang sama yang menutupi Kepulauan Sumatera di Jawa, aktivitas gunung berapi di tempat yang berbeda bisa meningkat hampir bersamaan karena faktor yang sama. , Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Indonesia memiliki lebih dari 120 gunung berapi aktif dan rentan terhadap aktivitas seismik karena terletak di Cincin Api Pasifik, busur gunung berapi dan patahan yang mengelilingi Pasifik.

READ  Tanggal rilis Roadkill | Pemeran dan cuplikan film thriller BBC Hugh Laurie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *