Kasus aktif lebih rendah dari rata-rata global: Jokowi – Sel, 3 November 2020

Kasus aktif lebih rendah dari rata-rata global: Jokowi – Sel, 3 November 2020

Meskipun ribuan kasus COVID-19 baru yang dikonfirmasi masih dicatat setiap hari, Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengatakan bahwa Indonesia sekarang memiliki persentase kasus aktif yang lebih rendah dan lebih baik dibandingkan dengan rata-rata global.

Kasus aktif adalah jumlah kasus yang dikonfirmasi dikurangi jumlah kasus yang pulih dan kematian. Statistik menunjukkan jumlah kasus yang masih dianggap menular.

“Alhamdulillah, berdasarkan laporan yang saya terima, per 1 November Indonesia mengalami angka kasus aktif yang lebih rendah dan lebih baik dibandingkan rata-rata global. Kami mencatat 13,78 persen kasus aktif sedangkan angka rata-rata global berada di 25,22 persen” Jokowi kata pada hari Senin.

Ia juga mengatakan, Indonesia mencatat angka pemulihan yang lebih baik yaitu 82,84 persen dibandingkan dengan rata-rata global sebesar 72 persen.

“Kami perlu terus mengurangi jumlah kasus aktif […] dan membuat tingkat pemulihan kita lebih baik, “katanya.

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas dan Koordinator Tim Ahli Wiku Adisasmito mengatakan, kasus COVID-19 aktif di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan dengan Maret, ketika pandemi pertama kali melanda negara tersebut.

Wiku menjelaskan 91,26 persen kasus yang dikonfirmasi aktif di bulan Maret dan persentase ini turun menjadi 81,57 persen di bulan April dan 71,35 persen di bulan Mei sebelum turun menjadi 23,74 persen bulan lalu.

“Kami berharap akan terus berkurang hingga tidak ada lagi kasus yang aktif dan seluruh pasien sudah sembuh,” ujarnya pada 22 Oktober.

Meski mencatat kasus aktif dan tingkat pemulihan yang lebih baik, namun, Jokowi mengatakan tingkat kematian Indonesia masih berada di atas rata-rata global.

“Angka fatalitas kita masih 3,38 persen, sedangkan rata-rata global 2,5 persen. Ini harus menjadi perhatian kita,” ujarnya.

READ  Jakarta menambahkan 1.340 kasus COVID-19 dalam 24 jam

Selasa lalu, Wiku mengumumkan bahwa jumlah kematian akibat virus korona di Indonesia telah meningkat 18 persen selama sepekan karena pembatasan sosial terus dilonggarkan.

Satuan tugas COVID-19 telah mencatat 785 kematian terkait dengan COVID-19 antara 19 dan 26 Oktober, meningkat dari 665 kematian yang tercatat pada minggu sebelumnya.

Hingga Senin, Indonesia telah mencatat total 412.784 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi dengan 13.943 kematian.

Dari total kasus yang tercatat, 56.899 masih aktif, sedangkan 341.942 sudah pulih.

Jokowi meminta pemerintahannya untuk terus menjaga keseimbangan antara langkah kesehatan masyarakat dan pemulihan ekonomi.

“Saya sudah mengatakan ini puluhan dan puluhan kali dan saya perlu menekankannya sekali lagi […]. Kita perlu fokus mengatur dan menjaga keseimbangan antara langkah kesehatan masyarakat dan pemulihan ekonomi, ”ujarnya. (nal)

Periode premi Anda akan kedaluwarsa dalam 0 hari

tutup x

Berlangganan untuk mendapatkan akses tak terbatas Dapatkan diskon 50% sekarang

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

SUARASUMUT.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Suara Sumut