KPK mengarak Rolex, LV, dan Sepeda Khusus sebagai bukti suap penangkapan Edhy Prabowo

KPK mengarak Rolex, LV, dan Sepeda Khusus sebagai bukti suap penangkapan Edhy Prabowo

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo hidup dalam kemewahan dari uang suap yang diduga diterimanya, kata Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat secara resmi mengumumkan dakwaan terhadap politisi tersebut kemarin malam.

Edhy ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta sekembalinya dari Hawaii dini hari kemarin karena dicurigai menerima suap terkait izin ekspor larva lobster yang dikeluarkan kementerian. Pada Desember 2019, Edhy membatalkan larangan ekspor larva lobster, yang diperkenalkan oleh pendahulunya Susi Pudjiastuti pada 2016, untuk memenuhi permintaan yang tinggi akan komoditas tersebut di luar negeri.

Baca juga – Orang Indonesia mengenang masa-masa indah di bawah kepemimpinan Susi Pudjiastuti setelah kasus korupsi Menteri Perikanan Edhy Prabowo

Dalam konferensi pers, KPK mengatakan Edhy menghabiskan Rp750 juta (US $ 53.059) dari uang suap yang diterimanya untuk membeli barang-barang mewah selama tiga hari perjalanannya ke Hawaii. Pemborosan inilah, kata KPK, yang membuat KPK waspada terhadap skema suap.

“Ada belanjaan Rp750 juta [by Edhy Prabowo and his wife] di Honolulu dari 21 November hingga 23 November di mana jam tangan Rolex, tas Tumi dan LV, serta kemeja Angkatan Laut Lama dibeli, ”kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango.

Barang mewah lainnya yang diduga diperoleh Edhy dan antek-anteknya dengan menggunakan uang suap juga diarak selama konferensi pers, termasuk tas Hermès dan sepeda jalan raya dari pabrikan khusus yang berbasis di AS.

KPK mengatakan, total uang suap Edhy mencapai Rp3,4 miliar dan US $ 100.000 dari eksportir larva lobster. Enam orang lainnya telah didakwa dengan kasus suap, termasuk staf kementerian dan eksportir, tetapi bukan istri Edhy, yang status hukumnya masih sebagai saksi dalam kasus tersebut. Dua orang yang terkait dengan kasus ini telah dinyatakan sebagai buronan.

Total uang suap dalam perkara tersebut berjumlah Rp9,8 miliar, kata KPK, dan KPK sedang menyelidiki apakah suap itu hanya diberikan oleh beberapa perusahaan yang tergabung dalam asosiasi 40 perusahaan ekspor lobster, atau jika seluruh asosiasi adalah terlibat.

Edhy dan mereka yang dicurigai menerima suap bisa menghadapi hukuman hingga 20 tahun penjara, sementara pemberi suap bisa menghadapi hukuman penjara hingga lima tahun.

Dalam jumpa pers tersebut, Edhy meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo dan pimpinan partainya Prabowo Subianto karena telah mengkhianati kepercayaan mereka kepadanya. Menteri mengakui “kesalahannya” dan berjanji untuk bertanggung jawab atas tindakannya.

Sementara pengunduran diri Edhy dari kementerian belum diumumkan secara resmi, atasannya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan ditunjuk sebagai pengganti sementara untuk memimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Edhy adalah menteri ketiga dari pemerintahan Presiden Jokowi yang ditangkap karena korupsi, setelah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan Menteri Sosial Idrus Marham.

Berlangganan The Coconuts Podcast untuk berita tren teratas dan budaya pop dari Asia Tenggara dan Hong Kong.

READ  Milad Muhammadiyah 108 Mengusung Tema Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

SUARASUMUT.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Suara Sumut