Dinas DKI Jakarta membersihkan hampir 400 ton sampah menyusul protes omnibus law – Kota

Dinas DKI Jakarta membersihkan hampir 400 ton sampah menyusul protes omnibus law – Kota

Badan Lingkungan Hidup Jakarta telah mengumpulkan 398 ton limbah menyusul aksi unjuk rasa menentang Undang-Undang Penciptaan Kerja yang baru-baru ini disahkan di ibu kota pada hari Kamis.

Badan tersebut mengerahkan 1.100 petugas, 12 tim penyapu jalan dan 20 truk sampah untuk sampah anorganik, kata kepala dinas Andono Warih.

“Sejauh ini kami telah mengumpulkan 398 ton sampah, termasuk puing-puing dan pecahan kaca,” kata Andono dalam keterangan tertulisnya, Jumat, seraya menambahkan bahwa petugas masih membersihkan area protes.

Selain personel dari Dinas Provinsi, para pekerja Badan Pemeliharaan Fasilitas Umum (PPSU) Jakarta – biasa disebut “pasukan oranye” yang bekerja di bawah pemerintahan kabupaten – turut membantu dalam proses pembersihan.

Baca juga: Seorang jurnalis dipukuli, satu lagi hilang setelah meliput protes

Camat Karet di Jakarta Pusat, Kiki Muhammad Akbar, mengatakan 40 pekerja fasilitas umum dikerahkan pada Jumat dini hari untuk membersihkan area di sekitar Terminal Bus Karet Transjakarta dan Stasiun MRT Setiabudi Astra. tempo.co dilaporkan.

Kiki mengatakan, kaca di terminal bus Transjakarta pecah dan tangki air dibakar. Kaca di gerbang masuk MRT juga hancur, selain dua sepeda dari fasilitas berbagi sepeda terdekat.

Menurut pihak berwenang, protes hari Kamis di ibu kota mengakibatkan kerusakan pada 25 terminal bus Transjakarta. Beberapa pos polisi, bioskop Grand Theater di Senen, Jakarta Pusat, dan empat toko yang terletak di belakangnya juga dibakar.

Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, pemerintah mengalami kerugian sekitar Rp 65 miliar (US $ 4,42 juta) akibat kerusakan fasilitas umum.

“[The city administration] segera bersihkan lokasi. Kami juga sudah memulai perbaikan. Tapi secara keseluruhan masyarakat masih memiliki akses transportasi umum, ”ujarnya.

READ  Laporan tentang China yang melanggar batas atas tanah Nepal salah menggambarkan kenyataan dan bermaksud secara politik: para pengamat Nepal

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

SUARASUMUT.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Suara Sumut