Website logo
Home

Blog

Waspadai Gejala Kawasaki pada Anak yang Sering Salah Diagnosis - ANTARA News

Waspadai Gejala Kawasaki pada Anak yang Sering Salah Diagnosis - ANTARA News

Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Profesor Dr.Najib Advani, Sp.A, Subsp.Kardio(K), M.Med(Paed) menjelaskan penyakit Kawasaki pada anak ANTARA News 43... Waspadai gejala Kawasaki pada anak yang sering salah didiagnosis Jakarta (Antara) - Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran...

Waspadai Gejala Kawasaki pada Anak yang Sering Salah Diagnosis - ANTARA News

Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Profesor Dr.Najib Advani, Sp.A, Subsp.Kardio(K), M.Med(Paed) menjelaskan penyakit Kawasaki pada anak ANTARA News 43...

Waspadai gejala Kawasaki pada anak yang sering salah didiagnosis

Jakarta (Antara) - Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Profesor Dr. Najib Advani, Sp.A, Subsp.Cardio(K), M.Med (PaD), menjelaskan, penyakit Kawasaki pada anak seringkali tidak disadari sejak awal karena gejalanya mirip dengan banyak penyakit menular lainnya.

Menurut Najib yang juga tergabung dalam Departemen Koordinasi Penyakit Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), penyakit Kawasaki biasanya didiagnosis dengan demam tinggi yang berlangsung sekitar lima hari dan tidak diobati dengan antibiotik, serta disertai banyak gejala pada mata, mulut, kulit, dan organ.

Gejala utamanya adalah demam berkepanjangan. Kemudian mata merah tanpa keluar cairan (belek), bibir merah pecah-pecah, lidah seperti stroberi, kulit timbul ruam, serta telapak tangan dan kaki merah dan bengkak, kata Najib dalam seminar daring yang diikutinya di Jakarta, Selasa.

Pembesaran kelenjar getah bening di leher juga sering terlihat pada pasien, namun gejala ini tidak selalu terjadi bersamaan, sehingga diagnosis mungkin saja terlewat pada pemeriksaan awal.

"Gejalanya mungkin muncul bertahap, tidak selalu langsung. Hari ini demam, besok timbul ruam, lalu mata merah. Makanya perlu pengawasan," kata Najib.

Najib mengatakan, banyak kasus penyakit Kawasaki pada anak-anak, campak, infeksi virus, bahkan usus buntu yang diduga disebabkan oleh keluhan sakit perut dan diare.Faktanya, keterlambatan diagnosis meningkatkan risiko komplikasi jantung.

Ia juga menunjukkan bahwa gejala umum lainnya yang sering diabaikan adalah kemerahan pada tempat suntikan BCG (Bacillus Calmette Guérin) di lengan dan peradangan ulang pada fase akut penyakit Kawasaki.

Bekas luka BCG bisa menjadi merah dan aktif kembali. Ini merupakan petunjuk penting yang bisa langsung terlihat tanpa pemeriksaan yang rumit, kata Najib.

Tahap selanjutnya, kulit di ujung jari dan gigi bisa terkelupas. Setelah fase akut dan subakut, garis horizontal mungkin muncul pada kuku sebagai bagian dari fase pemulihan. untuk melakukan tes jantung.

Koresponden: Farika Nur Hotima

Editor: Situs manajemen

Your trusted source for the latest updates across news categories like Health, Games, Technology, and Sports.

© 2025 Suara Sumut, Inc. All Rights Reserved.