Website logo
Home

Blog

Para ilmuwan telah menemukan alasan mengapa ikan raksasa di Sungai Mekong menyusut hingga setengahnya.

Para ilmuwan telah menemukan alasan mengapa ikan raksasa di Sungai Mekong menyusut hingga setengahnya.

Pertumbuhan ikan besar di Sungai Mekong konon menurun drastis dalam beberapa dekade terakhir. - Ukuran ikan raksasa di Sungai Mekong telah menyusut drastis dalam beberapa tahun terakhir, demikian temuan sebuah studi baru. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Biological Conservation ini...

Para ilmuwan telah menemukan alasan mengapa ikan raksasa di Sungai Mekong menyusut hingga setengahnya

Pertumbuhan ikan besar di Sungai Mekong konon menurun drastis dalam beberapa dekade terakhir.

- Ukuran ikan raksasa di Sungai Mekong telah menyusut drastis dalam beberapa tahun terakhir, demikian temuan sebuah studi baru.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Biological Conservation ini menemukan bahwa panjang ikan air tawar terbesar dan paling terancam punah di sungai tersebut telah berkurang sebesar 40 persen hanya dalam tujuh tahun.

Termasuk ikan lele raksasa Mekong yang pernah mencapai berat rata-rata 180 kg, namun kini hanya berbobot 80 kg, turun 55 persen dalam 25 tahun.

Spesies lain yang mengalami penurunan antara lain ikan mas salmon raksasa dan duri raksasa, ikan mas terbesar di dunia dan ikan nasional Kamboja, dikutip dari The Guardian (11/8/2025).

Kedua jenis penyakit ini sangat penting.

Sekadar informasi, Sungai Mekong merupakan sungai terpanjang di Asia Tenggara dengan total panjang kurang lebih 4.900 kilometer.

Alirannya melewati enam negara yaitu China (Dataran Tinggi Tibet dan Yunnan), Myanmar, Laos, Thailand, Kamboja, dan Vietnam.

Sungai tersebut kemudian mengalir melalui delta Vietnam yang luas menuju Laut Cina Selatan, yang dikenal sebagai salah satu daerah paling subur dan padat penduduk di wilayah tersebut.

Baca Juga: Peneliti Temukan Fosil Ikan Purba di Arktik, Spesies Baru Diduga Nenek Moyang Semua Hewan Berrahang

Menurunnya ukuran ikan besar di Sungai Mekong disebabkan oleh penangkapan ikan yang tidak efisien, pembangunan bendungan, dan hilangnya habitat.

Ketika pemburu mengincar hewan yang lebih besar, seperti yang sering mereka lakukan, spesies tersebut sering kali beralih ke hewan yang lebih kecil, lapor BBC Wildlife Magazine (9/9/2025).

Hal ini juga terlihat di lautan, dengan menyusutnya jumlah ikan salmon, cod, dan ikan uban. Kondisi ini dapat merusak keseimbangan ekosistem yang rapuh.

Predator dapat menjadi mangsa dan jasa ekosistem penting seperti siklus nutrisi akan terganggu.

Selain itu, ikan yang lebih kecil menghasilkan lebih sedikit telur dibandingkan ikan yang lebih besar.

Misalnya ikan lele seberat 300 kg bisa menghasilkan telur 10-20 kali lebih banyak dibandingkan ikan seberat 50 kg.

Tidak hanya itu, banyak spesies berukuran besar berumur panjang dan pertumbuhannya lambat, yang berarti peningkatan angka kematian dapat mengubah laju penurunan populasi.

Oleh karena itu, para ilmuwan khawatir penurunan populasi akan digantikan oleh berkurangnya jumlah ikan di Sungai Mekong.

Baca juga: Warga Temukan Bayi Hiu di Banjir Jakarta Jadi Viral, Saran Dokter Hewan

Para ilmuwan mendasarkan temuan mereka pada data pemantauan selama tujuh tahun dari 23 lokasi di hilir Cekungan Mekong, yang mencakup 257 spesies ikan.

Namun tren serupa juga terjadi di wilayah lain di Asia Tenggara.

“Sebagian Sungai Mekong tetap menjadi salah satu benteng terakhir keanekaragaman hayati, rumah bagi banyak spesies ikan yang terancam punah,” kata Ngor Peng Boon, peneliti ikan di Royal Agricultural University of Kamboja.

“Penurunan ukuran ikan yang kita lihat menunjukkan bahwa kondisi ikan di DAS kurang baik, perlu adanya pengelolaan pertanian dan konservasi yang mendesak,” tambahnya.

Selain peran ekologisnya yang penting, ikan berukuran besar ini juga memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian, kehidupan sosial budaya, dan ketahanan pangan masyarakat yang tinggal di sepanjang Lembah Sungai Mekong.

Ikan lele Mekong raksasa bahkan sering muncul dalam seni cadas kuno dan cerita rakyat setempat.

Spesies ini patut dihormati sebagai makhluk suci yang mewakili keamanan sungai, ekosistem yang kini semakin tertekan oleh campur tangan manusia.

Baca Juga: Ikan Kecil Berenang Lingkaran untuk Menghasilkan Oksigen di Air, Benarkah Ikan Mati Bisa Diselamatkan?

Your trusted source for the latest updates across news categories like Health, Games, Technology, and Sports.

© 2025 Suara Sumut, Inc. All Rights Reserved.