Rizieq Shihab didenda Rp 50 juta karena melanggar aturan jarak fisik – Nasional

Badan Ketertiban Umum Jakarta (Satpol PP) telah menampar pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dengan denda Rp 50 juta (US $ 3.536) setelah menemukan ulama kontroversial tersebut bersalah karena mengabaikan protokol kesehatan COVID-19 ketika menyelenggarakan acara publik yang menarik kerumunan besar selama akhir pekan.

Kepala Satpol PP Jakarta Arifin mengatakan dalam surat yang ditujukan kepada Rizieq bahwa Rizieq telah melanggar langkah-langkah jarak fisik yang saat ini berlaku untuk mencegah penularan virus corona di antara masyarakat. Arifin mengatakan, Satpol PP menahan Rizieq, bersama FPI, bertanggung jawab tidak membatasi jumlah tamu yang menghadiri pernikahan putrinya, yang juga sekaligus dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, di Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Sabtu malam.

Peristiwa itu, kata dia, melanggar Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 79/2020 tentang penegakan protokol kesehatan serta Peraturan Gubernur Nomor 80/2020 tentang pemberlakuan transisi pembatasan sosial skala besar (PSBB).

“Untuk pelanggaran seperti itu, [Rizieq] dikenakan sanksi denda administrasi sebesar Rp 50 juta, ”kata Arifin dalam surat yang tembusannya diperoleh The Jakarta Post.

“Kami harap [Rizieq] bersedia bekerja sama pada acara mendatang untuk memastikan kepatuhan terhadap protokol kesehatan, sehingga rantai penularan COVID-19 dapat diputus. ”

Baca juga: Massa menyebabkan kemacetan besar dalam menandai kepulangan Rizieq Shihab

Ulama penghasut itu menanggapi sanksi tersebut, mengklaim bahwa dia selalu bermaksud untuk menerapkan tindakan jarak fisik selama acara tersebut.

Namun, dia mengatakan banjir tamu yang luar biasa membuat sulit untuk memberlakukan batasan fisik.

“Kami sebenarnya menginginkan milik kami [guests] duduk 1 meter dari satu sama lain, ”kata Rizieq dalam video yang diunggah ke saluran YouTube FPI pada hari Minggu, menambahkan bahwa sejumlah besar kerumunan dengan cepat mengambil alih sebagian besar ruang acara, bahkan menyulitkan para ulama yang hadir. untuk menemukan kursi yang tersedia.

READ  Kalimat yang Bikin Morata Dikartu Merah Usai Laga Benevento Vs Juventus

Meski telah melanggar protokol jarak fisik, Rizieq menyampaikan apresiasi atas antusiasme pendukungnya selama acara berlangsung.

“Tidak apa-apa, ini yang saya [supporters’] antusiasme sepertinya. Mudah-mudahan kita bisa terbebas dari penyakit apa pun dan Allah segera memberantas pandemi virus corona, ”ujarnya.

“Jangan lupa, setiap orang harus mengikuti perintah ulama dan ulama.”

Rizieq kembali ke Indonesia Selasa lalu setelah hampir tiga tahun memproklamirkan diri sebagai pengasingan di Arab Saudi.

Pada hari kepulangannya, ribuan pendukungnya – termasuk anggota FPI – berbaris menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, untuk menyambut kedatangannya yang menyebabkan kemacetan parah di jalan menuju bandara.

Gubernur Jakarta Anies Baswedan dilaporkan bertemu dengan Rizieq di rumah terakhir di Petamburan, Tanah Abang pada hari yang sama, konon hanya untuk “mengejar ketinggalan” satu sama lain, menurut laporan media.

Baca juga: ‘Baru menyusul’: Anies mengunjungi Rizieq Shihab meski ada aturan karantina

Rizieq adalah tokoh kunci di balik serangkaian aksi unjuk rasa sektarian yang diorganisir oleh kelompok-kelompok Islam untuk menuntut penahanan Ahok karena penistaan ​​agama dalam beberapa bulan menjelang hari pemilihan.

Anies, yang secara luas terlihat menunggangi gelombang Islam untuk memenangkan pemilihan gubernur 2017, mengunjungi markas FPI dan bertemu dengan Rizieq selama kampanyenya, memicu kritik baik dari pencela maupun pendukungnya yang lebih progresif.

Rizieq terlibat dalam beberapa kasus hukum ketika dia melarikan diri dari negara itu pada 2017, dilaporkan pada umrah (haji kecil) ke Mekkah, Arab Saudi. Dua kasus paling terkenal yang ditetapkan Polri sebagai tersangka adalah kasus pornografi dan kasus penghinaan terhadap ideologi negara, Pancasila. Dia tetap tinggal di kota suci Muslim untuk “pengasingan diri”, bahkan setelah visanya habis pada Juli 2018.

READ  Beasiswa LPDP Segera Dibuka, Siapkan Beberapa Hal Ini

Rizieq, bagaimanapun, menyangkal bahwa dia telah melampaui visanya, mengklaim bahwa kerajaan Islam telah membantah menyetujui bayan safar, atau izin keluar, dan kemudian memperpanjang visanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *