Dalam satu dekade terakhir, menurut penelitian yang diterbitkan di Lancet berjudul The Difference, jumlah kasus kanker di kalangan anak muda mengalami peningkatan.
STARJOGJA.COM, Berita - Dalam beberapa dekade terakhir, kasus kanker di usia muda mengalami peningkatan, menurut penelitian yang diterbitkan dalam Lancet bertajuk Differences in Cancer Rates in Adults Born Between 1920 and 1990 di Amerika Serikat.Hasilnya menunjukkan bahwa antara usia 25 dan 84 tahun, generasi muda sebenarnya mengalami peningkatan 17 dari 34 jenis kanker.
FAIR Health under Cancer in Young Adults melaporkan bahwa terdapat rekor peningkatan kasus kanker pada kelompok usia muda, yaitu 11,7% pada kelompok usia 18-29 tahun, 7,2% pada kelompok usia 30-39 tahun, dan 7,5% pada kelompok usia 40-49 tahun.Ahli epidemiologi Universitas Griffith Dickie Budiman mengatakan peningkatan kasus kanker di kalangan remaja dan dewasa muda, biasanya antara usia 15 dan 39 tahun, telah menjadikannya masalah besar dalam penelitian kanker di seluruh dunia.
Dari sudut pandang epidemiologi, fenomena ini muncul karena dua faktor.Pertama, terdapat peningkatan signifikan dalam jumlah kasus kanker.Kedua, adanya efek “semu” akibat perbaikan sistem deteksi dan diagnosis. Kemajuan akses terhadap layanan kesehatan, teknologi diagnostik, dan meningkatnya kesadaran masyarakat, terutama di kalangan generasi muda, membuat kanker kini lebih sering didiagnosis pada usia muda dibandingkan beberapa dekade lalu.
Namun yang lebih mengkhawatirkan adalah bukti bahwa beberapa jenis kanker tidak mudah dideteksi, namun insidennya meningkat secara dramatis.
“Studi kohort lintas negara menunjukkan adanya pergeseran distribusi usia kejadian kanker ke arah usia yang lebih muda, khususnya pada generasi yang lahir pada tahun 1980an,” ujarnya.
Secara epidemiologis, hal ini terkait dengan perubahan paparan faktor risiko sejak usia sangat muda, bahkan sejak dalam kandungan.Faktor-faktor tersebut antara lain meningkatnya kebiasaan makan cepat saji, paparan mikroplastik dan berbagai risiko lingkungan seperti polusi.
Akumulasi paparan kronis terhadap faktor lingkungan dan gaya hidup modern saat ini jauh lebih besar dibandingkan 20-30 tahun lalu atau bahkan generasi sebelumnya.Selain itu, terjadi perubahan epidemiologi dan gizi terutama di negara berkembang seperti Indonesia.
Dengan kata lain, generasi muda saat ini secara biologis hidup di lingkungan yang jauh lebih bersifat karsinogenik dibandingkan generasi sebelumnya, jelasnya.
Secara global dan juga relevan di Indonesia, kanker saluran cerna merupakan salah satu dari sekian banyak jenis kanker yang menunjukkan tren peningkatan pada remaja dan dewasa muda, khususnya kanker usus besar pada dewasa muda.Kanker lambung dan esofagus juga meningkat di banyak wilayah di Asia.Kanker payudara muda, dengan peningkatan proporsi pada wanita di bawah usia 40 tahun, seringkali memiliki sifat biologis yang lebih agresif.
Dickey mengatakan fenomena tersebut dipicu oleh beberapa faktor, seperti pola makan rendah serat, kurangnya aktivitas fisik, dan gaya hidup yang tidak sehat.Dia mengatakan intervensi segera diperlukan, dengan prioritas pada penggunaan pendekatan siklus hidup.Jadi ini bukan hanya tentang mengobati penyakit yang muncul.
Namun, semua itu dimulai dari upaya preventif sejak masa kanak-kanak dan remaja.Langkah pokoknya meliputi pencegahan primer dan penerapan pola hidup sehat, termasuk perilaku hidup bersih.Selain itu, diperlukan kebijakan lintas sektor seperti penyediaan makanan sehat, pengendalian rokok dan vaping, pengurangan polusi, serta perluasan dan percepatan vaksinasi kanker yang disebabkan oleh infeksi, terutama HPV dan hepatitis B.
Langkah penting lainnya adalah skrining berbasis risiko sejak usia muda untuk penyakit kanker tertentu, memperkuat pengawasan kanker di usia muda, dan melakukan penelitian nasional yang lebih mendalam.
Sumber: Bisnis
Baca juga artikel ini : Waspadai Gejala Kanker Usus Besar
