Departemen Luar Negeri mengatakan tidak ada laporan warga Indonesia menghadapi kondisi berbahaya di Iran seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
JAKARTA, KOMPAS.com - Heni Hamidah, Pj Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu), mengatakan tidak ada laporan WNI menghadapi situasi berbahaya di Iran.
Hal itu dilakukan Heni merespons eskalasi konflik Iran dan Amerika Serikat (AS) yang dikhawatirkan bisa berujung pada serangan terhadap Iran.
Terkait kehadiran WNI di Iran, KBRI Teheran selalu memantau dan menjaga komunikasi aktif dengan WNI. Hingga saat ini, tidak ada laporan WNI yang menghadapi ancaman langsung atau situasi yang mengancam keamanan, kata Hani dalam siaran persnya, Selasa (24/2/2026).
Baca selengkapnya: Yakin akan memenangkan pertempuran, Trump bantah jenderal terkemuka AS ragu menyerang Iran
Heni juga menegaskan, situasi di Teheran, ibu kota Iran, masih baik dan stabil.
“Kementerian Luar Negeri memantau secara ketat situasi keamanan di Iran melalui KBRI Teheran. Sejauh ini, situasi di Teheran dan kota-kota lain terpantau normal dan kondusif.”
Hani mengatakan, status Waspada 1 Iran yang ditetapkan pada Juni 2025 masih berlaku.
Menurutnya, KBRI Teheran juga beberapa kali meminta WNI di Iran untuk mengambil keputusan sendiri meninggalkan Iran jika tidak ada keamanan di tanahnya.
Baca juga: 4 Skenario Saat Amerika Menyerang Iran
Namun, kata Heaney, semua rencana darurat sudah ada, termasuk beberapa rute evakuasi jika diperlukan.
“Seluruh WNI di Iran diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, ikut memantau situasi terkini dan menjalin komunikasi dengan KBRI Teheran,” tambah Heni.
Ketegangan antara AS dan Iran dilaporkan terus berlanjut hingga akhir Februari setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan beberapa ancaman ke Teheran.
Jika mereka gagal mencapai kesepakatan baru mengenai isu nuklir dan keamanan regional, kemungkinan terjadinya konflik terbuka tetap ada.
Baca Juga: Diam-diam Iran Beli Rudal Unggulan Rusia Sekitar Rp 10 Triliun
Sejumlah negara telah meminta warganya meninggalkan Iran, termasuk India.
Dalam sebuah postingan di media sosial, Kedutaan Besar India di Teheran mengatakan bahwa karena situasi yang terus berkembang, warga negara India yang saat ini berada di Iran harus meninggalkan Iran menggunakan sarana transportasi yang tersedia, termasuk penerbangan komersial.
Kementerian Luar Negeri India memperkirakan ada sekitar 10.000 warga negara India di Iran.
“Semua warga negara India dan PIO (asal India) harus berhati-hati, menghindari area protes atau demonstrasi, menghubungi Kedutaan Besar India di Iran dan memantau media lokal untuk mengetahui perkembangan apa pun,” tambah pernyataan itu.
KOMPAS.com berupaya menyajikan fakta yang akurat, terpercaya, dan berimbang.Dukung keberlanjutan jurnalisme terbuka dan nikmati kenyamanan membaca bebas iklan dengan keanggotaan.Bergabunglah dengan KOMPAS.com Plus sekarang
