Jalan kaki 15 menit setelah makan dapat mengontrol kadar glukosa, melancarkan pencernaan, mendukung kesehatan jantung, membantu mengatur berat badan, dan meningkatkan kualitas tidur.
Bisnis.com, Jakarta - Berjalan kaki selama 15 menit setelah makan mungkin terlihat seperti aktivitas sederhana, namun bisa berdampak besar pada metabolisme Anda.
Para peneliti melihat perubahan terukur pada gula darah, sirkulasi, dan pola pencernaan dalam hitungan menit.
Kebiasaan kecil ini bisa berdampak besar dalam jangka panjang.
Berikut adalah 5 manfaat utama berjalan kaki selama 15 menit segera setelah makan.
1. Kontrol glukosa postprandial yang lebih baik
Salah satu manfaat paling kuat dari berjalan kaki selama 15 menit setelah makan adalah kemampuannya untuk mengurangi lonjakan glukosa berikutnya.
Penelitian menunjukkan bahwa jalan cepat dan singkat segera setelah makan dapat mengurangi kenaikan kadar gula darah.
Sebuah studi dari American Diabetes Association terhadap orang dewasa lanjut usia yang berisiko mengalami gangguan toleransi glukosa menemukan bahwa berjalan kaki 15 menit 30 menit setelah makan sama efektifnya dengan berjalan kaki 45 menit dalam meningkatkan kontrol gula darah 24 jam.
Temuan ini menunjukkan bahwa waktu memainkan peran penting: berjalan segera setelah makan merangsang otot untuk menyerap gula sebagai energi, sehingga mengurangi jumlah gula yang bersirkulasi dalam darah.
2. Pencernaan lebih baik
Sebuah studi terkontrol pada sukarelawan sehat menunjukkan bahwa berjalan dengan kecepatan sedang 4 km/jam setelah makan secara signifikan mengurangi separuh waktu pengosongan lambung.
Institut Kesehatan Nasional (NIH) Institut Kesehatan Nasional (NIH), 10-15 menit sebelum makan, 10-15 menit setelah makan, seperti rasa kenyang setelah makan, gas dan kembung, adalah 10-15 menit dibandingkan dengan pengurangan rasa kenyang di epigastrium.
Di sini, 15 menit setelah makan, sistem pencernaan lebih terganggu.
3. Mendukung kesehatan jantung dan peredaran darah
Berjalan kaki selama 15 menit setelah makan meningkatkan sirkulasi darah dan meningkatkan kesehatan jantung.
Jumlah total kuku pada penderita diabetes tipe 2 terbukti serupa secara signifikan dibandingkan dengan pola makan saja
Studi ini menemukan bahwa ketika berjalan ditambahkan, mikropartikel endotel yang bersirkulasi menurun, yang menunjukkan manfaat vaskular yang nyata.
Studi lain yang diterbitkan pada tahun 2023 di jurnal Lipott menemukan bahwa ada banyak konsentrasi setelah makan setelah makan bahkan dengan diet ringan ringan ringan ringan.
Hal ini menunjukkan bahwa jalan kaki dapat mengurangi "ketegangan" pembuluh darah yang disebabkan oleh pola makan tinggi lemak, sehingga membantu menjaga kesehatan pembuluh darah.
4. Mendukung pengelolaan berat badan
Dalam sebuah penelitian terhadap pria yang kelebihan berat badan, para peneliti membandingkan olahraga sebelum dan sesudah makan untuk melihat pengaruhnya terhadap penyimpanan lemak dan metabolisme.
Mereka menemukan bahwa berjalan kaki setelah sarapan menyebabkan keseimbangan lemak seimbang, yang berarti lebih sedikit lemak yang disimpan.
Itu adalah cinta yang indah yang memiliki waktu lama untuk kembali lebih awal. Tapi sebelum menunggu waktunya, lebih dari kesalahannya.
Selama sebulan, subjek penelitian kehilangan sekitar 1,5 hingga 3 kg saat berjalan setelah makan siang dan makan malam dibandingkan dengan berjalan larut malam.
Artinya, manfaat metabolisme tidak hanya datang dari kalori, tapi juga dari cara dan waktu tubuh memproses makanan.
5. Tidur lebih nyenyak dan kesehatan mental
Tidur siang 15 menit setelah makan dapat mendukung kualitas tidur dan kesehatan mental yang lebih baik.
Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik setelah makan dapat meningkatkan aktivitas pasangan yang terkait dengan ritme akut pengendara, seperti kortisol, yang meningkatkan produksi batu rambut dan mendukung produksi melatonin, yang meningkatkan stabilitas tidur.
Bukti seputar gagasan cahaya membuktikan bahwa berjalan kaki selama 15 menit setelah makan mengurangi hormon, meningkatkan mood, dan meningkatkan kualitas tidur.
