Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Biro Kesehatan P2KB Sumenep Achmad Syamsuri mengungkapkan hingga akhir Desember 2025 kasus demam berdarah
SUMENEP |- Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mencatat penurunan kasus demam berdarah (DBD) yang signifikan pada tahun 2025 karena penguatan pencegahan dan peningkatan kesadaran masyarakat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan P2KB Sumenep, Achmad Sayamsuri mengatakan, hingga akhir Desember 2025 akan ada 1.159 kasus demam berdarah.
“Hingga akhir Desember 2025, terdapat 1.159 kasus demam berdarah yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti,” Ahmed Shamsuri, Jumat (1/9/2026)
Sedangkan dibandingkan jumlah kasus DBD hingga akhir Desember 2024 sebanyak 1.532 kasus.
“Jumlah ini menurun tajam dibandingkan tahun 2024,” imbuhnya.
Syamsuri melanjutkan penurunan kasus DBD disebabkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Kepala P2KB Dinas Kesehatan Simenapo telah mengirimkan surat edaran ke seluruh Puskesmas di wilayah Kabupaten Simenapo untuk mewaspadai kasus DBD yang merupakan penyakit musiman pada musim hujan,” ujarnya.
Selain itu, ”antisipasi kami di semua puskesmas yang ada adalah dengan penyediaan cairan, seperti, obat, infus dan sarana penunjang lainnya” imbuhnya
Secara umum, upaya sosialisasi ini kita gencarkan berkat kerja sama semua pihak, seperti posindu, RT, desa, dan lembaga pendidikan.
“Diskusi publik juga kami manfaatkan untuk berbincang dengan masyarakat untuk menginformasikan program yang kami lakukan,” kata Syamsuri.
Syamsuri menambahkan, kasus DBD sudah menyebar ke seluruh puskesmas dan kasus DBD terbanyak berada di wilayah Puskesmas Kaliangeti.
“Untuk memprediksi penyebaran DBD. Kami telah melibatkan tenaga kesehatan di setiap desa, Jumantik (pelacak embrio), dan di setiap institusi pendidikan,” jelasnya.
Dengan pemasangan bubuk ABATE di setiap waduk, Jumantik Group dapat mengedukasi masyarakat tentang kebersihan lingkungan khususnya waduk,” jelasnya.
Menurutnya, bubuk ABATE merupakan obat larvasida untuk membunuh jentik nyamuk dan mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes.
“Peran aktif masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN) sangat efektif dalam memprediksi terjadinya kasus DBD karena kesehatan adalah tanggung jawab bersama,” tutupnya.
