Website logo
Home

Blog

3 Senjata AS Anyar ing Operasi Epic Fury: Rudal PrSM kanggo Siluman Tomahawk

3 Senjata AS Anyar ing Operasi Epic Fury: Rudal PrSM kanggo Siluman Tomahawk

Analisis mendalam terhadap tiga senjata canggih AS dalam Operation Epic Fury. Debut rudal drone PrSM LUCAS berbiaya rendah dan kemunculan diam-diam Tomahawk yang menyerang Iran. 3 Senjata Baru AS dalam Operation Epic Fury: Rudal PrSM hingga Stealth Tomahawk PADA hari...

3 Senjata AS Anyar ing Operasi Epic Fury Rudal PrSM kanggo Siluman Tomahawk

Analisis mendalam terhadap tiga senjata canggih AS dalam Operation Epic Fury. Debut rudal drone PrSM LUCAS berbiaya rendah dan kemunculan diam-diam Tomahawk yang menyerang Iran.

3 Senjata Baru AS dalam Operation Epic Fury: Rudal PrSM hingga Stealth Tomahawk

PADA hari ketiga Operation Epic Fury, kampanye militer AS melawan Iran memberikan gambaran jelas peta terkini kekuatan teknologi Pentagon.Setelah lebih dari 60 jam pertempuran sengit, gambar-gambar di medan perang telah mengkonfirmasi penggunaan setidaknya tiga senjata baru yang belum pernah digunakan dalam skala perang sebesar ini.

Di bawah ini adalah analisis mendalam tentang tiga senjata pengubah permainan yang membawa AS pada misi ini.

1. Ketidaknyamanan rudal tempur jarak jauh PrSM (Precision Strike Missile).

Gambar dari Komando Pusat AS (CENTCOM) menunjukkan sistem peluncuran rudal M142 HIMARS yang secara visual berbeda dari ATACMS MGM-140 yang legendaris.Senjata ini dipastikan merupakan PrSM (Precision Strike Missile).

Ciri-ciri: PrSM merupakan hasil proyek bersama antara Amerika Serikat dan Australia yang dirancang untuk menggantikan ATACMS.Bentuknya lebih ramping, sehingga memungkinkan satu pod HIMARS membawa dua rudal (dibandingkan dengan ATACMS).

Kemampuan: Dengan jangkauan resmi sekitar 250 mil (400 km) dan hulu ledak seberat 200 pon, rudal ini memberikan akurasi unggul dengan kecepatan luar biasa.

Analisis Penggunaan: Mengingat jangkauannya, Angkatan Darat AS kemungkinan akan mengerahkan unit HIMARS di lokasi strategis untuk menyerang fasilitas militer Iran di wilayah barat daya.

Fakta menarik: PrSM akan memasuki layanan pada tahun 2023 dan Operasi Epic Fury akan membuktikan efektivitasnya dalam menembus pertahanan udara.

Salah satu kejutan terbesar dari Operation Epic Fury adalah kemunculan LUCAS, sebuah sistem udara tak berawak (UAS) atau drone kamikaze.Ironisnya, LUCAS merupakan replika drone seri Shahed Iran yang sering digunakan Rusia di Ukraina.

Konsep desain: Dikendalikan oleh Satuan Tugas Scorpion Strike, drone ini dirancang untuk menjadi pilihan yang berbiaya rendah dan kuat untuk membalas dengan cara yang populer terhadap musuh.

Keuntungan biaya: Satu unit Lucas hanya $35.000 (sekitar Rp550 juta).Hal ini jauh lebih efektif dibandingkan meluncurkan rudal jelajah bernilai jutaan dolar pada sasaran yang mempunyai nilai strategis kurang dari tinggi.

Fungsi strategis: Meskipun tidak secepat atau senyap rudal jelajah, LUCAS memungkinkan AS melancarkan serangkaian serangan untuk melemahkan sistem pertahanan udara lawan sebelum rudal utama tiba.

3. Misteri Tomahawk siluman berwarna Nigra

Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) disinyalir telah mengembangkan varian terbaru dari rudal jelajah legendaris Tomahawk.Dalam rekaman video peluncuran dari mimbar, terlihat sebuah rudal berwarna hitam di antara deretan rudal berbendera abu-abu.

Teknologi siluman: Cat hitam diyakini merupakan lapisan low-observability (LO) yang dirancang untuk menyerap gelombang radar dan meningkatkan ketahanan rudal terhadap intersepsi.

Teknik Penetrasi: Foto menunjukkan rudal-rudal ini terbang sangat rendah (sekitar 100 kaki dari permukaan tanah) dengan kecepatan lebih dari 500 mph dan menyelinap di bawah perlindungan radar pertahanan udara Iran.

Kapasitas destruktif: Varian RGM-109 Tomahawk mampu membawa hulu ledak seberat 1.000 pon, cukup untuk menghancurkan gudang besar atau pusat logistik.

Akurasi tinggi dan jarak jauh

Dengan tembakan artileri

Biaya rendah (biaya rendah)

Serangan Hebat

Penghancuran tujuan strategis

Penggunaan PrSM, LUCAS, dan Stealth Tomahawk mengantarkan era baru peperangan AS yang menggabungkan presisi tinggi, efektivitas biaya, dan siluman.Operation Epic Fury bukan sekadar kampanye militer, melainkan sebuah kawasan yang membuktikan doktrin perang Pentagon pada tahun 2026 dalam menyasar musuh dengan sistem pertahanan udara.(Kepentingan Nasional/I-2)

Your trusted source for the latest updates across news categories like Health, Games, Technology, and Sports.

© 2025 Suara Sumut, Inc. All Rights Reserved.