Indonesia Desak ASEAN Segera Tunjuk Utusan untuk Myanmar

Indonesia Desak ASEAN Segera Tunjuk Utusan untuk Myanmar

Ini mengulangi seruan untuk keselamatan warga sipil sementara junta yang berkuasa menindak oposisi.

Menteri Luar Negeri Indonesia pada hari Rabu meminta Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk segera menunjuk seorang utusan khusus untuk Myanmar dalam menanggapi kudeta militer dan menegaskan kembali seruannya untuk keselamatan warga sipil sementara junta yang berkuasa menindak oposisi.

Setelah pembicaraan dengan Perwakilan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell di Jakarta, Retno Marsudi mengatakan Indonesia terus berkomunikasi dengan ketua ASEAN dan negara-negara anggota lainnya setelah menyerukan segera diakhirinya pembunuhan dan pembebasan tahanan politik di Myanmar.

Para pemimpin ASEAN bertemu dengan pemimpin kudeta Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing, di Jakarta pada bulan April. Mereka juga sepakat, dengan bantuan utusan ASEAN, dialog antar pihak di Myanmar harus segera dimulai.

“Penunjukan sebagai utusan khusus harus segera dilakukan,” kata Ibu Marsudi. “Keselamatan dan kesejahteraan rakyat Myanmar harus tetap menjadi prioritas.” Seorang diplomat Indonesia yang akrab dengan masalah Myanmar mengatakan pada hari Rabu bahwa Brunei, yang saat ini memegang kepemimpinan bergilir ASEAN, akan mengirim menteri luar negeri kedua, Erywan Yusof, ke pertemuan dengan junta pada hari Sabtu.

Diplomat, yang berbicara dengan syarat anonim karena tidak memiliki hak untuk berbicara kepada media tentang masalah ini, mengatakan kunjungan itu bertujuan untuk mendapatkan persetujuan Myanmar dari utusan ASEAN.

Myanmar adalah anggota, dan anggota blok secara tradisional menahan diri untuk tidak ikut campur dalam urusan satu sama lain, dikritik karena melemahkan posisinya dengan perpecahan dan penyelarasan dengan AS atau China.

Dia mengatakan penunjukan utusan akan melibatkan kedua belah pihak di Myanmar, yang memperlambat proses.

Menurut Pertolongan Tahanan Politik Myanmar, yang telah menyimpan daftar rinci penangkapan dan kematian sejak militer mengambil alih kekuasaan pada Februari, 818 pengunjuk rasa dan orang yang lewat telah dibunuh oleh pasukan keamanan sejak kudeta. Lebih dari 4.300 orang ditahan, 104 di antaranya telah dihukum.

Min Aung Hlaing mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Phoenix Television yang berbasis di Hong Kong pekan lalu bahwa jumlah korban tewas dilebih-lebihkan, sebenarnya sekitar 300, dan 47 petugas polisi tewas dan lebih dari 200 terluka.

READ  Pihak berwenang Indonesia mengatakan sebuah kapal selam yang hilang telah ditemukan dan 53 awaknya tewas

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

SUARASUMUT.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Suara Sumut