Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Warga, Berkebun Ubi Racun Jadikan Percontohan Potensi Ekonomi Tapteng

Warga, Berkebun Ubi Racun Jadikan Percontohan Potensi Ekonomi Tapteng

Tapteng , suarasumut.com – Mata pencaharian masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah, khususnya  Kecamatan Tapian Nauli yang akrab disebut-sebut Poriaha umumnya petani dan nelayan. Masyarakat yang kebanyakan memenuhi kebutuhan hidup hanyalah petani, yang sebagai tulang punggung dalam kehidupan sehari-hari, dengan berupa hasil padi, karet, dan hasil tanaman musiman lainnya.

Hotda Tua Hutagalung,salah seorang perintis  lahan baru, yang ada di persimpangan PLTU Labuan Angin, kurang lebih jalan masuk ke dalam 500 meter ke lokasi, sebelah kanan menuju Barus, yang merupakan pertumbuhan potensi petani Tapian Nauli khususnya ubi racun, yang ada di pinggiran jalan lintas Poriaha-Rampa.

Saat ditemui tim media dilokasi, Jum’at (28/10) Hotda menuturkan, “saya sangat terobsesi membuka lahan ubi racun ini agar nanti kedepannya masyarakat Tapian Nauli bisa jadi petani cerdas yang mandiri, dikarenakan kelak hasilnya sangat menjanjikan dan memuaskan, dimana lanjut Hotda, kami menggunakan cara atau metode penanaman bibitnya sangatlah berbeda,” terangnya.

Saat penanaman bibit tegas Hotda, kami yang berjumlah 15 orang petani menggunakannya dengan cara perkawinan silang/stek, penanaman secara stek ini kami kawinkan bibit ubi biasa dengan bibit ubi racun. Luas lahan yang di pergunakan berkisar 5 hektar dengan jumlah bibit kurang lebih 12 rb batang saat ini yang sedang tertanam,jelasnya.

Hotda menambahkan, tempat tinggalnya di Kecamatan Sarudik – Pondok Batu, sangatlah jauh dari tempat pekerjaan, sehingga pekerjaan percontohan pemuka lahan ubi racun, selama ini dipercayakan terhadap petani rekan beliau Omran Hutagalung, salah seorang warga desa Tapian Nauli III, yang memang dari tahun sebelumnya sudah dirancang mereka untuk menambah potensi petani Tapian Nauli (Poriaha).

Usia ubi racun yang mencapai 3 bulan telah mencapai pertumbuhan tinggi batangnya sekitar 2 meter.”Lihat saja,” sambung Omran sambil menunjuk kearah ubi racun dengan salutnya. “Seusia gini hasil (ubi racun) sudah mulai nampak gambarannya mencapai 50 cm dengan diameter 4 cm,”tegas Omran.

Tambah Hotda Tua, hasil kedepannya yang diperkirakan panen dengan usia tanaman 7 bulan, jatuhnya diperkirakan pada bulan februari 2015. Bahkan lanjutnya, kalau saya lihat dari sekarang diperkirakan kedepannya paling sedikit 50 kg perbatang, dan paling banyak 100 kg per batang,imbuhnya.

Adanya penanaman ubi racun yang dilakukan warga untuk mendongkrak ekonomi warga, awak media coba mengkonfirmasi Dinas Pertanian Tapteng namun sampai saat ini belum berhasil ditemui.(tim.ph/ss/tt)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.