Beranda ›› Foto & Video ›› Walikota, Pemko Gunungsitoli Selalu Mendukung Acara Keagamaan

Walikota, Pemko Gunungsitoli Selalu Mendukung Acara Keagamaan

Gunungsitoli, suarasumut.com — Pemerintah Kota Gunungsitoli selalu menempatkan posisi yang sama dalam mendukung berbagai acara keagamaan, tanpa ada perbedaan. Umat Katolik di Kota Gunungsitoli diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mendukung program pembangunan di Kota Gunungsitoli.

Hal tersebut disampaikan Walikota Gunungsitoli Drs.Martinus Lase, M.Sp pada acara pembukaan Sidang Sinode II Keuskupan Sibolga tahun 2015, yang digelar di Aula Paroki ST.Maria, Jalan Karet, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Kamis (16/7).

Pada acara pembukaan yang dihadiri Duta Besar Vatikan Uskup Agung Antonio Fillipazzi, Anggota DPD RIParlindungan Purba, Dirjen Bimas Katolik, Kementerian Agama RI Eusabius Binsasi dan Uskup Keuskupan Sibolga Mgr.Ludovicus Simanulang, OFMCap, Walikota Gunungsitoli mengaku sangat bangga acara sidang sinode II Keuskupan Sibolga tahun 2015 dilaksanakan di Kota Gunungsitoli.

Menurut dia, dengan dilaksanakannya Sidang Sinode II Keuskupan Sibolga tahun 2015 di Kota Gunungsitoli, menunjukkan bahwa suasana kondusifitas wilayah Kota Gunungsitoli sangat aman dan cukup representif untuk pertemuan pertemuan yang berskala besar.

Kegiatan agama besar yang pernah digelar di Kota Gunungsitoli sebelumnya dan berlangsung cukup meriah, tertib, sukses serta dibalut dalam harmoni keberagaman yang sangat menyejukkan adalah Sidang Raya PGI dan MTQ.

Walikota menerangkan, komunitas umat Katolik di Kota Gunungsitoli merupakan komunitas yang cukup besar, sehingga komunitas umat Katolik sangat strategis dalam mendukung kesuksesan program program pembangunan di wilayah Kota Gunungsitoli.

Mementingkan Rasa dan Sikap Persaudaraan

Pada tempat yang sama, Uskup Keuskupan Sibolga Mgr.Ludovicus Simanullang, OFMCap sebelum membuka sidang sinode II Keuskupan Sibolga, mengaskan supaya peserta sinode lebih mementingkan rasa dan sikap persaudaraan.

Peserta juga diminta untuk lebih mengutamakan dialog dan menghargai pendapat peserta lainnya, karena tujuan diskusi untuk mencapai kebenaran dan mensejahterahkan umat, sehingga peserta yang hadir benar benar untuk mewakili umat.

Uskup Keuskupan Sibolga juga memberitahu, sinode I sudah berlangsung dengan baik, walau banyak kekurangan, dimana pesertanya sebanyak 130 – 150 orang. Sinode II yang digelar 16 – 21 Juli 2015 yang dihadiri 193 peserta atau lebih, dan dihadiri oleh Imam, utusan Biarawan dan Biarawati, Pemerintah, Bimas Katolik dan Ormas Ormas Katolik.

Sidang Sinode II diharapkan dapat mengevaluasi apa yang telah dilakukan lima tahun yang lalu. Dari hasil evaluasi dan diskusi, diharapkan dapat dirumuskan program Pastoral lima tahun yang akan datang.(ih/ss/gs)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.