Beranda ›› Foto & Video ›› Walikota : Bantuan Pembangunan Rumah Bagi Warga Tebingtinggi Jangan Dijual

Walikota : Bantuan Pembangunan Rumah Bagi Warga Tebingtinggi Jangan Dijual

 

“Walikota Umar Zunaidi Hasibuan Serahkan Bantuan Upah Tukang Kegiatan Fasilitasi Dan Stimulasi Pembangunan Perumahan Masyarakat Kurang Mampu”

 

Tebingtinggi | suarasumut.com  –  Walikota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasiban, serahkan bantuan upah tukang kegiatan fasilitasi dan stimulasi pembangunan perumahan masyarakat kurang mampu Rabu (4/5/2016) di aula Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) setempat.

Walikota menyampaikan salah satu firman Allah bersyukurlah atas nikmat yang diberikan niscaya akan kutambah berlipat ganda nikmat diberikan,tetapi jika kufur akan nikmatku niscaya akan engkau terima ajabku. “Hari ini kita bersyukur lewat program pemerintah rumah yang tidak layak huni memperoleh perbaikan untuk diperbaiki menjadi rumah layak huni dan sehat,”ujarnya.

Dikatakan, apabila rumah sudah selesai, pasti nanti akan menambah kebutuhan yang lain, seperti ingin memiliki kursi tamu,TV, Kulkas dan sepeda motor, dan itu hal wajar-wajar saja dapat dijadikan motivasi untuk lebih giat lagi bekerja menambah penghasilan rumah tangga.

“Tidak boleh dan tak baik itu, rumahnya sudah jadi gedung malahan dijual, karena harganya sudah jadi berlipat-lipat dari nilai jual sebelumnya. Saya harapkan ini tidak terjadi di Tebingtinggi, jadikan rumah itu syurga buat keluarga,”sebutnya.

Disampaikan Umar, apalagi mengingat prospek kedepan Kota Tebingtinggi yang diyakini akan menjadi incaran investor sebagai kota penyangga ekonomi. Akhirnya kelak orang-orang Tebingtinggi yang tidak mampu mempertahankan lahan miliknya akan terpinggirkan oleh para pendatang. “Dan jadilah kita yang hanya bisa jadi penonton saja, serta tamu di rumah sendiri,” pesan Umar.

Dia menyebutkan, dari 4 kelurahan yang berada di Kecamatan Bajenis mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat untuk rumah layak huni sebanyak 369 unit, 11 daerah yang memperoleh dari 33 Kab/Kota di Sumut. Maka demikian besar perhatian pemerintah pusat untuk kemajuan Kota Tebingtinggi.

“Khusus untuk masyarakat yang menerima beras miskin (raskin), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) nya kita gratiskan, demikian pula Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) nya juga tak dikutip bayaran retrebusi dan senantiasa secara teknis mendapat pengawasan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) agar bangunannya baik. Yang penting janganlah jadi ‘Misno’ ( Miskin Nokoh), bersikaplah jujur,” ujar Umar.

Kepala Dinsosnaker yaiful Fachri dalam laporannya mengatakan, bantuan diberikan kepada warga masyarakat kurang mampu yang memiliki rumah tidak layak huni sebanyak 100 Kepala Keluarga (KK). Bantuan yang diberikan dalam bentuk bahan bangunan yang sudah diserahkan pada Maret 2016, upah tukang Rp 3.000.000, dipotong pajak dan yang diterima Rp 2.820.000. Pelaksanaan pembangunan sudah terlaksana diatas 50 persen dan diperkirakan akhir bulan Mei secara keseluruhanya sudah rampung pembangunanya.

Sesuai dengan data Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) tahun 2011 terdapat 8.297 Rumah Tangga Sasaran (RTS) di Tebingtinggi. Sementara yang sudah direhablitasi 2.794 unit rumah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tebingtinggi dan pemerintah pusat. Tahun 2016, bantuan fasilitasi dan stimulasi pembangunan perumahan masyarakat kurang mampu yang ditampung dalam APBD Tebingtinggi sebanyak 100 unit pada 31 Kelurahan di 5 Kecamatan dan kini pembangunannya sudah mencapai 50 persen. (ag/ss-tt )

Lihat Juga

Tingkatkan Produksi Minyak, Pertamina Disarankan Fokus Kegiatan WOWS

JAKARTA | suarasumut.com  –  Menanggapi pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.