Beranda ›› Headline ›› Versi Kejari Rantauprapat, Kerugian Negara Atas Pengadaan Kapal 5 GT & Alat Tangkap Rp 380 Jt

Versi Kejari Rantauprapat, Kerugian Negara Atas Pengadaan Kapal 5 GT & Alat Tangkap Rp 380 Jt

Rantauprapat, suarasumut.com – Menyoal dua tersangka Korupsi yakni OG yang saat itu menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) atas Kapal 5 Gross ton (GT) dan alat tangkap. Dan EM sebagai direktur utama atas proyek tersebut dan kini mendekam di jeruji besi Rutan Lobusona diperkirakan kerugian negara berkisar 380 juta dari besarnya anggaran sebesar 900 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2011.

Hitungan penggelembungan itu (Mark-up) merunut hitungan dari pihak kejaksaan yang kini menunggu hasil dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembagunan perwakilan propinsi Sumut (BPKP).

“Sesuai hasil hitungan kita kerugian alat tangkap dan Kapal 5 GT berkisar 380 juta dari anggaran 900 juta, dan kita masih menunggu hasil resmi dari BPKP”Kata Kejari Rantauprapat Hermon Dekristo,SH.MH yang didampingi Kasi Intel Erfan Ependi YA saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Selasa (28/7) sekitar Pukul 16.28 Wib.

Dikatakannya, dua tersangka korupsi tersebut yang kini ditahan dirutan Lobusona Rantauprapat itu kemarin diperiksa sejak dari pukul 10.00 Wib dan diantar kerutan Lobusona sekitar pukul 19.00 Wib. “Karena lama, ini sebabkan menuggu keluarga tersangka dan menuggu surat kesehatan, hingga pukul segitu diantar ke Rutan,”ucap Hermon.

Selanjutnya, kata Hermon, pihaknya telah menjerat pada kedua tersangka pasal 2 dan 3 UU Tindak Pidana Korupsi Nomor 31 tahun 1999 junto UU 20 tahun 2001 tentang perubahan tindak pidana korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

“Sesuai hasil pemeriksaan kita EM Warga jalan Batu Sangkar saat kita periksa sebagai direktur utama pada CV Namira yang beralamat di jalan Imam Bonjol Nomor 128.Kalau ia disebut-sebut sebagai pembawa becak kami tidak mengetahui seperti itu, yang pasti sesuai hasil pemeriksaan kami, ia sebagai direktur utama,”sebut Hermon.

Diberitakan sebelumnya, dua tersangka kasus Korupsi pengadaan Kapal dan Alat tangkap di Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Labuhanbatu tahun 2011 yakni Oston Gultom selaku PPK dan pihak rekanan yakni EM resmi ditahan pihak Kejari Rantauprapat, Senin (27/7) sore sekira pukul 18.00 wib.

“Benar, Oston Gultom dan rekannya resmi ditahan pihak kejaksaan. surat penahanannya baru saja diberikan kepada saya “ungkap Kartoyo,SH selaku pengacara OG ketika dihubungi melalui seluler.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.