Beranda ›› Headline ›› Vaksin Imunisasi BCG Dan DTP Langka

Vaksin Imunisasi BCG Dan DTP Langka

Rantauprapat, suarasumut.com – Vaksin Imunisasi pencegah penyakit tuberkulosis atau disingkat BCG (bacille calmette-guerin) dan vaksin imunisasi pencegah infeksi saluran pernafasan, infeksi bagian tubuh yang terluka dan batuk rejan atau DTP (diphteria, tetanus, pertusis) dikabarkan langka di Kabupaten Labuhanbatu. Langka-nya vaksin imunisasi diperuntukan bagi bayi ini, dikarenakan terbatasnya persediaan vaksin di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu, Alwi Mujahid Hasibuan, menyebutkan terjadinya kelangkaan vaksin imunisasi dikarenakan menipisnya stok vaksin dan distribusi penyaluran dari pemerintah pusat yang masih berjalan lambat.

“Bukan langka, tetapi vaksin imunisasinya saja yang terbatas, karena distribusi setiap daerah dibatasi pemerintah pusat,” ujar Alwi, baru -baru ini.

Alwi menjelaskan, Dinkes Labuhanbatu masih menunggu ketetapan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat tentang regulasi penyaluran vaksin imunisasi, dan membantah kelangkaan diduga karena diperjual belikan ke klinik swasta ataupun ke dokter spesialis.

“Tidak benar diperjualbelikan di Labuhanbatu, vaksin imunisasi itu gratis semuanya dari pemerintah, dan kalau ibu-ibu yang mengimunisasikan anaknya ke pihak klinik swasta ataupun ke dokter spesialis dikenakan biaya hingga ratusan ribu, mungkin saja ada resep obat tertentu yang mahal harganya. Itu diluar dari kewenangan kami,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu, Edy Tatam membenarkan kelangkaan beberapa vaksin imunisasi terjadi dalam bulan Maret s/d pertengahan April 2015 ini, hal tersebut dikarenakan menipisnya persediaan yang ada di Provinsi Sumut.

“Memang benar terjadi kekosongan beberapa vaksin imunisasi. Sebelumnya kami sudah menugaskan staff Dinkes untuk membawakan vaksin imunisasi ke Labuhanbatu, diantaranya vaksin BCG dan DTP, tetapi belum tersedia di Provinsi,”ujar Tatam.

Menurutnya, vaksin imunisasi untuk Labuhanbatu memang dibatasi adanya. Dari informasi yang diperoleh Tatam, Provinsi Sumut mendapat sekira 2500 botol vaksin BCG dan sebanyak 2500 botol vaksin DPT dari pemerintah pusat, hal ini tentu berimbas terjadinya kelangkaan dengan dibatasi penyaluran vaksin-vaksin ke daerah Sumut.

“Sekarang ini, vaksin BCG dan DPT sudah tidak ada di Labuhanbatu, kalau-pun ada, mungkin, itu vaksin yang sisa kemarin yang belum terpakai yang telah disalurkan. Namun, kami tetap berusaha semaksimal mungkin untuk mengajukan permintaan vaksin itu, dan bagi anak-anak yang belum di vaksin, akan secepatnya kami tanggulangi,”katanya.

Sebelumnya, Syabrina Dalimunthe, warga SD Inpres Kelurahan Padang Bulan/Kecamatan Rantau Utara merasa kecewa ketika ingin memberikan vaksin imunisasi kepada anaknya yang baru berumur 2 (dua) bulan. Katanya, beberapa vaksin imunisasi lagi kosong.

“Vaksin BCG-nya belum ada Bu, di beberapa tempat Posyandu juga tidak ada vaksin itu,” ujarnya menirukan ucapan petugas Posyandu.

Langka-nya beberapa vaksin imunisasi di Kabupaten Labuhanbatu diharapkan dapat segera teratasi. Dirinya berharap kebijakan pemerintah daerah lebih sigap dalam menangani hal ini.(ao/ss/rp)

Lihat Juga

Danramil 09/Sirombu Turut Sukseskan Program KB Manunggal

Nias Barat | suarasumut.com  –  Beberapa tahun belakangan pemerintah melibatkan TNI dalam mensukseskan program KB …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.