Beranda ›› Foto & Video ›› Ustad Nyentrik Ini Miliki Beragam Batu Akik

Ustad Nyentrik Ini Miliki Beragam Batu Akik

Rantauprapat, suarasumut.com – Fenomena batu akik cukup banyak digandrungi masyarakat Indonesia, hingga melanda keseluruh penjuru daerah. Tidak hanya orang awam pengila batu akik, kini fenomena tersebut tengah merambah ke berbagai profesi, diantaranya sosok Ustad Ismayuddin,S.Ag.

Seorang Ustad nyentrik yang juga berprofesi sebagai tenaga pengajar di universitas swasta di Kabupaten Labuhanbatu ini mengaku mencintai batu akik sebelum se-populer sekarang ini.

Kecintaannya terhadap batu akik, takkala seorang temannya yang berasal dari Provinsi Aceh memberikan sebuah batu berjenis Black Mangrove pada tahun 1998, hingga kini batu yang dipakai dijari manisnya tersebut dibanderol Rp 30 juta.

Soal batu akik, Ismayuddin memastikan terlebih dahulu warna bebatuannya, selain itu motif dan asalnya dipertimbangkan juga.

“Ya pastinya harus detail, lihat dulu warnanya, dari mana asal bebatuannya, dari tema, gradasi warna. Selain itu, saling tukar informasi sesama kolektor,” ujar warga Jalan Abadi, depan terminal Padang Bulan-Kecamatan Rantau Utara, Rantauprapat, Rabu (1/4).

Kegemaran Ismayuddin soal batu akik ini, tidak terjadi dalam waktu sehari-dua hari, tapi sudah berlangsung bertahun-tahun. Dirinya sudah mendalaminya selama 17 tahun. Ketika itu, batu Blue Saphire dan Batu Paparaca menjadi koleksi pertamanya dan harganya sekarang mencapai jutaan rupiah.

Ismayuddin mengaku, sekian banyak batu yang dimilikinya, batu paling disukainya adalah batu Jamrud Kolombia seharga Rp 25 Juta. Selain itu, batu Rubby Madagaskar Rp 25 juta, batu Bacan Rp 10 juta, batu Paparaca hingga batu Kecubung Anggur dan batu Sunkis yang dikoleksinya.

Menurut Ustazd berkepala plontos ini, menggunakan batu akik hanya dapat menambah keindahan saja, karena warnanya yang indah dapat memberi energy positif bagi pemakainya.

Kata dia, sebahagian orang meyakini batu akik memiliki kelebihan dan membawa keberuntungan dalam kehidupan seseorang. “Itu dilarang dalam Islam, itu namanya sifat kemusyrikan kepada Allah SWT,” tegas Dosen Ilmu Agama Islam ini.

Menurutnya, didalam Agama Islam kita mengagumi ciptaan Allah SWT, diantaranya bebatuan alam yang indah ini. Jangan sampai batu akik merusak nilai-nilai akidah sebagai umat islam. Dirinya-pun meyakini, dengan menggunakan batu-batu alam tersebut hanya akan menambah aksesoris penampilan saja.

Selain bergelut dengan dunia pendidikan, pria kelahiran Rantauprapat 45 tahun yang lalu ini menekankan kepada anak-anaknya untuk mencintai batu-batu alam yang dimilikinya. Menurut Ayah 3 (tiga) orang anak ini, kelak, batu-batu yang dimilikinya akan diwariskan kepada anak-anaknya.

Menurutnya, koleksi batu akik dapat menyejukan hati dan menghilangkan stress dan batu akik yang dimiliki alam Indonesia tidak kalah indahnya dengan bebatuan dari mancanegara.(ao/ss/rp)

Lihat Juga

Danramil 09/Sirombu Turut Sukseskan Program KB Manunggal

Nias Barat | suarasumut.com  –  Beberapa tahun belakangan pemerintah melibatkan TNI dalam mensukseskan program KB …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.