Beranda ›› Headline ›› Truck Masuki Wilayah Kota Tak Dipungut Retribusi

Truck Masuki Wilayah Kota Tak Dipungut Retribusi

Rantauprapat, suarasumut.com – Angkutan umum, truck yang memasuki wilayah perkotaan sering dipungut biaya oleh petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Labuhanbatu. Ironinya, pengutan yang diberikan oleh kernet truck tidak masuk sebagai pendapatan asli daerah (PAD) yang dikenal masyarakat sebagai retribusi.

Informasi yang dihimpun suarasumut.com, Minggu (15/12), setiap angkutan umum,truck yang memasuki wilayah perkotaan dari Simpang Hocklie (Sisingamangajaraj,red) menuju Jalan Ahmad Yani sekitarnya selalu memberikan sejumlah uang kepada petugas Dishubkominfo yang berjaga di persimpangan tiga jalan lintas itu. Menurut sumber, besar uang yang diberikan berkisar Rp5 ribu agar boleh melintas. “Kalau gak diberikan, gak dikasi masuk (melintas,red) ke arah kota. Daripada dipersulit, lebih baiklah dikasi, asal lancar perjalanan,” kata seorang kernet truck di jalan Sisingamangaraja.

Menurut sumber itu, jalan Sisingamangaraja hingga perkotaan adalah wilayah tertib lalu-lintas sehingga angkutan umum tidak diperkanankan memasuki wilayah tersebut. Ia mengeluhkan, larangan memasuki wilayah tertib lalu-lintas itu seakan dijadikan ajang bisnis oleh petugas-petugas Dishubkominfo. “Kesan yang ada, ini dijadikan bisnis. Gak ada diberikan karcis apapun kepada kami,” jelas kernet itu.

Kepala Dishubkominfo, Saipul saat dikonfirmasi melalui selulernya mengaku pengutan yang dilakukan oleh petugas di perimpangan tiga jalan Hocklie-Sisingamangaraja-H Adam Malik menggunakan karcis yang dipungut sebesar Rp1.500. Namun dia mengaku, kepada pengemudi truck yang memasuki wilayah perkotaan tidak dipungut retribusi. “Yang seribu lima ratus itu. Gak ada itu (tak dipungut kepada truck,red),” kata Saipul saat disebutkan pengutan yang dilakukan oleh petugas Dishubkominfo di persimpangan jalan Hocklie kepada angkutan truck.

Sebelumnya, Saipul setiap kali dikonfirmasi tentang capaian PAD berdasar jenis retribusi yang dipungut, hingga saat ini enggan memberikan keterangan. Kepala Dishubkominfo itu mengaku masih ada sekitar 1 bulan untuk memenuhi target. “Kan sudah diberikan. Capaian PAD 75 persen. Nantilah setalh akhir tahun,” jawab Saipul bahwa informasi capaian PAD hanya berdasarkan persentase bukan berdasarkan jenis retribusi.

Pada pemberitaan sebelumnya, Kepala Dishubkominfo ini mengaku capaian PAD hingga awal Desember 2014 mencapai 75 persen. Sementara target PAD pada Dishubkominfo ini mencapai Rp1.102.457.000. (ls/ss/lb)

Lihat Juga

Tingkatkan Produksi Minyak, Pertamina Disarankan Fokus Kegiatan WOWS

JAKARTA | suarasumut.com  –  Menanggapi pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.