Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Tim Pengawasan Pemkab Tidak Mengetahui Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg Di Dairi

Tim Pengawasan Pemkab Tidak Mengetahui Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg Di Dairi

Dairi, suarasumut.com – Kelangkaan elpiji 3 kg yang terjadi di Kota Sidikalang dan sejumlah daerah di Kabupaten Dairi masih berlanjut. Namun, Pertamina dan pemerintah daerah (pemda) yang disebut sebagai pihak yang seharusnya memberi solusi terkait permasalahan tersebut terkesan “lepas tangan’’

Anamsyah, salah satu agen gas elpiji di jl SM Raja,Sidikalang menyebutkan, penjualan gas 3 kilogram di pangkalan miliknya sering kosong .“Saya sendiri tidak tahu kenapa stok gas bisa kosong,” tuturnya.

Biasanya, kata dia, setiap hari mereka mendapatkan pasokan gas sebanyak 150 tabung. Namun sekarang pihak distributor hanya memberi jatah 50 tabung dalam seminggu dan seminggu terakhir ini tidak ada lagi gas.

Namun demikian pihak agen membantah adanya aksi borong elpiji oleh sub agen dan penjual eceran meski dalam kenyataanya kemungkinan hal tersebut dilakukan pihak pengecer karena kekhawatiran akan terjadi kelangkaan elpiji seperti terjadi dibeberapa daerah lain

Anggota DPRD Dairi, Binsar Sinaga menegaskan, Pemda tidak boleh lepas tangan atas kelangkaan gas elpiji 3 kg karena ini menyangkut kepentingan rakyat Dairi, tanggung jawab tersebut sudah diatur diatur dalam Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri ESDM Nomor 17 Tahun 2011 dan Nomor 5 Tahun 2011 tentang Pembinaan dan Pengawasan Pendistribusian Tertutup Elpiji tertentu di Daerah.

Dalam peraturan tersebut dinyatakan gubernur, bupati dan walikota melakukan pengawasan dalam pendistribusian elpiji. “Tugasnya (kepala daerah-red) kemudian mengawasi penerapan harga eceran tertinggi dan mengeveluasi atas pelaksanaan pendistrubusian tertutup elpiji. Tugas-tugas ini yang tidak dilakukan, sehingga distribusi elpiji 3 kg tidak tepat sasaran dan terjadi kelangkaan,” katanya, kepada awak media, Kamis(24/10).

Peraturan bersama tersebut, lanjutnya, juga mengatur tugas Tim Koordinasi yang diketuai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi di tingkat provinsi dan sekda kabupaten/kota di tingkat kabupaten/kota. Tugas dimaksud mensosialisasikan, mengkoordinasikan, mengevaluasi dan memfasilitasi penyelesaian permasalahan terkait pendistribusian elpiji 3 kg.

Menanggapai hal itu, anggota tim pengawasan barang bersubsidi dari Pemkab Dairi , Bangbang Subiakto mengatakan tidak mengetahui ada kelangkaan Gas Elpiji 3 kg . kami belum check ke lapangan apa ada kelangkaan di Agen dan di pangkalan. “Saya koordinasi dulu sama Kadis Pertambangan karena Kadis Ketua tim pengawasan untuk gas elpiji ini’’ujar Bambang.

Saat Kadis Pertambangan, Sahala Manik dihubungi melalui seluler mengatakan lagi ada rapat.

Sementara Korwil Elpiji 3 Kg Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat kepada media mengatakan ada beberapa faktor penyebab kelangkaan gas elpiji 3 kg, yakni migrasi pemakaian elpiji dari 12 kg ke Elpiji 3kg subsidi, kuota elpiji 3 kg untuk kabupaten Dairi belum ada penambahan, terjadinya penyimpangan atau stok di masyarakat rata-rata masyrakat memiliki cadangan 2-3 tabung gas yang 3 kg,dan paling parahnya rumah makan memakai gas elpiji 3 kg, seharusnya 12 kg.(vd/ss/dr)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.