Beranda ›› Foto & Video ›› Tigor, Perlakuan Manusiawi Terhadap Pelanggaran Hukum Merupakan Suatu Kewajiban

Tigor, Perlakuan Manusiawi Terhadap Pelanggaran Hukum Merupakan Suatu Kewajiban

Rantauprapat, suarasumut.com Perlakuan manusiawi terhadap pelanggaran hukum merupakan suatu kewajiban bagi kita sebagai bangsa yang beradab, keberadaan kita sebagai sebuah bangsa dapat dilihat dari sejauhmana kita mampu memberikan
yang terbaik terhadap pelanggaran hukum sebagai bagian dari warga Negara yang tetap memiliki hak-hak yang mesti dihormati dan dipenuhi, salah satu hak yang dimiliki oleh pelangr hukum (Narapidana) adalah hak mendapatkan pengurangan masa menjalani pidana (Remisi).

Hal itu dikatakan Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar, SpPD, Minggu (17/8) pagi dalam arahannya pada upacara bendera dan pemberian remisi kepada narapidana atasnama Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II Rantauprapat yang dihadiri Wakil Bupati Suhari Pane, S.IP dan Unsur Muspida Labuhanbatu.

Lebih lanjut dikatakan Tigor, Remisi merupakan hak yang telah diatur secara tegas dalam Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan “Bahwa setiap narapidana mempunyai hak untuk mendapatkan pengurangan masa menjalani pidana”.

Dijelaskannya, Pemberian remisi bagi narapidana adalah upaya untuk se – segera mungkin mengintegrasikan narapidana dalam kehidupan masyarakat secara sehat, sehingga mereka dapat mengemban tanggung jawab yang ada di pundak masing-masing, selain itu pemberian remisi juga sebagai upaya untuk mengindarkan dampak buruk pemenjaraan, karena diakui maupun tidak bahwa
pemenjaraan memang memberikan dampak buruk bagi setiap orang yang menerimanya, jelas Tigor.

Menurut Tigor, Pemberian remisi jangan pernah kita artikan sebagai upaya untuk memanjakan narapidana yang seakan-akan hanya berpihak pada kepentingan narapidana semata, namun marilah kita pahami secara mendalam dari sisi rasa kemanusiaan kita bahwa pada dasarnya pemberian remisi merupakan wujud kepedulian kita untuk menjaga agar narapidana tetap mampu menjadi manusia seutuhnya, manusia yang mampu menjaga integritas hidup, kehidupan dan penghidupannya.

Kalapas Klas II A Rantauprapat Surung Pasaribu, Bc.IP, SH, M.Hum dalam sambutannya menjelaskan, bahwa jumlah penghuni LP Klas II A Rantauprapat adalah sebanyak 975 orang yang terdiri dari Narapidana Pria 636 orang, Narapidana Wanita 23 orang dan Narapidana Anak-Anak Pria sebanyak 21 orang, ditambah Tahanan Pria 270 orang, Tahanan Wanita 16 orang dan Tahanan Anak-Anak Pria 9 orang.

Menurut Surung Pasaribu, dalam acara pemberian remisi ini ada 6 orang yang mendapat remisi 2 bebas langsung yaitu atas nama, Amiruddin Dalimunthe, Ilham Dani, Hinsa Simatupang, Irfan Harahap, Sofian Effendi Tambunan dan Syafrizal Nasution, sedangkan yang mendapat remisi keseluruhannya berjumlah 402 orang.

Dalam pemberian remisi itu Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar, SpPD didampingi Kalapas Klas II A Rantauprapat Surung Pasaribu menyerahkan Surat Keputusan Remisi 2 Bebas Langsung kepada 2 orang perwakilan yaitu Hinsa Simatupang dan Sofian Effendi Tambunan, kemudian acara tersebut ditandai juga dengan Penandatanganan Nota Kesepakatan Tentang Pelayanan
Kesehatan antara Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Rantauprapat dengan RSUD Rantauprapat yang ditandatangani oleh Kalapas Surung Pasaribu dan Kepala RSUD Rantauprapat dr H.M Natsir Pohan, Sp.B yang disaksikan oleh Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar, SpPD.(ta/ss/ra)

Lihat Juga

Wakil Bupati Labusel Lepas Pawai Takbir Kendaraan Hias Idul Adha 1440 H/2019 M

Labusel | suarasumut.com –  Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) mengelar Pawai Takbir Hari Raya Idul …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.