Beranda ›› Headline ›› Terkait Sidang 1.108 Tilang Terindikasi Ilegal, Hakim Taufik Abdul Halim Nainggolan : Sakit Mamak Awak Dikampung Gara-Gara Kalian

Terkait Sidang 1.108 Tilang Terindikasi Ilegal, Hakim Taufik Abdul Halim Nainggolan : Sakit Mamak Awak Dikampung Gara-Gara Kalian

Rantauprapat, suarasumut.com – Pungutan liar (Pungli) atas denda bukti pelanggaran (Tilang) lalu lintas di Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat enggan ditanggapi Hakim Taufik Abdul Halim Nainggolan yang memeriksa 1.108 perkara pada Jumat pecan lalu. Menurut Taufik Abdul Halim Nainggolan, atas pemberitaan maraknya Pungli denda tilang yang mengkaitkan namanya mengakibatkan orangtuanya jatuh sakit.

“Ah, gak sempat aku menjawab pertanyaan klen itu bahg. Udah duluan klen beritakan entah apa-apa, baru kalian konfirmasi. Macam tak bersaudara yang bekawan itu. Mamak awak yang sakit dikampung gara-gara klen, jadi susah awak menengok klen itu”, jawab Taufik Abdul Halim Nainggolan ketus saat dipertanyakan adanya perbedaan putusan verstek yang diterangkanya pada Jumat pecan lalu (1.105 perkara), sementara data di Kejaksaan Negeri Rantauprapat, hanya 340 perkara diputus verstek, Kamis (18/6).

Hakim Taufik Abdul Halim Nainggolan yang merasa tidak dikonfirmasi itu sangatlah bertentangan dengan fakta yang terjadi pada Jumat pecan lalu. Dimana, saat itu dirinya secara tegas dikonfirmasi terkait jumlah perkara dan jumlah yang diputus dengan kehadiran pelanggar lalu lintas. “Gak tau berapa jumlah (perkara) nya. Hanya 3 orang yang menghadiri sidang, selebihnya diputus verstek. Gak tau nama-namanya. Tanya Panitera saja,” kata Taufik Abdul Halim Nainggolan saat dikonfirmasi pada Jumat pecan lalu di depan ruang Cakra PN Rantauprapat.

Ironinya, keterangan Abdul Halim Nainggolan itu sangat berbeda jauh dengan data dari pihak Kejaksaan Negeri Rantauprapat terkait jumlah perkara yang diputus dengan kehadiran pelanggar dan diputus secara verstek. Dimana, menurut pihak Kejaksaan, jumlah perkara yang diputus yang dihadiri pelanggar 768 perkara sedangkan diputus secara verstek sebanyak 340 perkara. “Jumlah seluruhnya 1.108, roda 2 sebanyak 658, roda 4 sebanyak 70, roda 6 sebanyak 35, dan truk sebanyak 5. Yang selesai diputus 768, sisanya verstek,” kata Mahrujar pegawai Kejaksaan Negeri Rantauprapat yang mengambil berkas dan barang bukti perkara dari PN Rantauprapat.

Sebelumnya, Humas yang juga Wakil Ketua sekaligus Koordinator Pengawas di PN Rantauprapat, R Aji Suryo SH MH dikonfirmasi di ruang informasi dan telematika (IT) menunjukan sikap kurang bertanggungjawab. R Aji Suryo malah mendalihkan informasi yang disajikan oleh media cetak tidak dapat mereka tindak lanjuti untuk ditingkatkan menjadi pemeriksaan. “Kalau ada pengaduan dari masyarakat, akan kita tindak lanjuti (pemeriksaan,red). Inikan masih informasi sepihak. Setelah kita tanya sama mereka, gak ada terima,” kelit R Aji Suryo.

Ditanya saran atau himbauan kepada masyarakat yang dirugikan agar melakukan pengaduan, R Aji Suryo malah menolaknya. Menurut R Aji Suryo, dirinya tidaklah mungkin menyarankan masyarakat untuk membuat pengaduan agar aparatur PN Rantauprapat itu diperiksa oleh pengawas PN Rantauprapat. “Nggak mungkinlah saya menyarankan,” jawab R Aji Suryo mengelak.

Anehnya, saat disebutkan kinerja Pejabat Pengawas Fungsional di PN Rantauprapat sangat berbeda dengan kinerja Pengawas di instansi penegakan hukum lainnya, R Aji Suryo malah berdalih mereka sudah melakukan pemeriksaan terhadap pegawai-pegawai yang diduga melakukan Pungli tersebut. “Kan sudah kita lakukan pemeriksaan, tapi mereka mengaku tidak ada menerima,” jawab R Aji Suryo tak mau kalah saat disebutkan, jika diinstansi lainnya, informasi yang diberitakan di media ditindaklanjuti dengan pemeriksaan. Sementara, sesuai keterangan sebelumnya, R Aji Suryo mengaku informasi eksternal tidak dapat ditingkat menjadi pemeriksaan.

Sekedar untuk diketahui, Hakim Tunggal, Taufik Abdul Halim Nainggolan diketahui jumlah putusan verstek pelanggaran Tilang pada Jumat pecan lalu sebanyak 1.105 perkara dan 3 putusan dihadiri oleh pelanggar. Anehnya, sesuai data di Kejaksaan Negeri Rantauprapat, putusan verstek sebanyak 340 perkara dan putusan yang dihadiri pelanggar sebanyak 768 perkara. “Sudah disidangkan. Hanya 3 orang (pelanggar,red) yang hadir,” kata Taufik Abdul Halim Nainggolan saat itu.

Sementara, Widia Safitri yang saat itu mendampingi suaminya untuk mengabil Tilang di PN Rantauprapat mengeluhkan beban denda yang diterapkan padanya mereka. Menurut Widiya Safitri, awalnya mereka dibebankan sebesar Rp80 ribu namun setelah terjadi adu argument, beban denda menjadi Rp78 ribu. “Biasanya Rp50 ribu, ini Rp80 ribu,” keluh Widiya Safitri sembari menyebutkan denda yang dibayaran Rp78 ribu. (ls/ss/lb)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.