Beranda ›› Headline ›› Terkait Proyek Asal Jadi, Pihak Kejari Rantauprapat Tak Kunjung Panggil PPK Dan Rekanan

Terkait Proyek Asal Jadi, Pihak Kejari Rantauprapat Tak Kunjung Panggil PPK Dan Rekanan

Labuhanbatu, suarasumut.com – Kejari Rantauprapat terkesan bungkam dan lamban dalam melakukan pemeriksan terhadap kontraktor dan PPK Dinas Bina Marga Labuhanbatu yang bertanggung jawab dalam proses pekerjaan tidak becus itu, pihak PPK(Pejabat Pembuat Komitmen) sepertinya kebal Hukum.

Informasi yang di himpun wartawan, Semenjak masuknya Surat laporan masyarakat di Kejari Rantauprapat, Terkait banyaknya kejanggalan, temuan dalam tehnik pengerjaan proyek pekerjaan Peningkatan jalan menuju SMA Negeri Tanjung Sarang Elang di Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, dari jalan tanah menjadi jalan beton sepanjang 620 meter yang kelola CV. Adit Sejahtera sumber Dana APBD Tahun 2014 sebesar Rp.1.585.000.000.(miliyar)

Parahnya pihak kontraktor dan Dinas Bina Marga memanfaatkan oknum wartawan harian terbitan Medan yang sehari-harinya mangkal di Kejari Rantauprapat untuk membuat pemberitaan yang tidak seimbang.

Sebagai wartawan Efran Simanjuntak malah ikut berperan membekap dan menutup-nutupi kasus dugaan korupsi yang di lakukan pihak kontraktor dan PPK Dinas Bina Marga.hal itu terbukti dengan pemberitaan yang mendeskriditkan ketua LSM SIKAP dengan fitnah, isu seperti itu saya kira sumber nya dari orang-orang yang merasa terganggu pekerjaanya di laporkan.

Kalau saya menggangap justru oknum wartawan ini sudah di bayar pihak kontraktor dan Dinas Binamarga Labuhanbatu, yang menguatkan kita beramsusi demikian adalah setiap kali wartawan dan beberapa LSM mengkompirmasi Dinas dan kontraktor oknum wartawan koran Harian ternama di Sumatera Utara, Efran kerap mengetahui konpirmasi itu, terkesan seperti kebakaran jengot dan langsung merilis berita yang isinya terkesan membela yang bayar, dan menakut-makuti wartawan yang mempublikasikan buruknya pekerjaan proyek itu.

Tambahnya, padahal hasil investigasi kita sudah cukup akurat dan dapat kita pertanggung jawabkan, liat aja cara teknis pemasangan besi angker hanya satu lapis, curi volume ketebalan, dan batang kelapa di gunakan untuk menimbun lobang yang dalam, dll,”sebut Fendry kepada wartawan.

Kejari Rantauprapat Hermon dekristo dan Kasi Intelnya ketika di konfirmasi wartawan terkait laporan LSM SIKAP dan perjalanan berkasnya sudah sampai dimana, Kajari lebih memilih bungkam dan tidak mau memberi jawaban meski sms terkirim.(ta/ss/rp)

Lihat Juga

Tingkatkan Produksi Minyak, Pertamina Disarankan Fokus Kegiatan WOWS

JAKARTA | suarasumut.com  –  Menanggapi pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.