Beranda ›› Foto & Video ›› Terima Bantuan Pemkab, Masyarakat “Curigai” Kejari Rantauprapat

Terima Bantuan Pemkab, Masyarakat “Curigai” Kejari Rantauprapat

 

 

Masyarakat Tak Percaya Kajari Rantauprapat Akibat Terima Bantuan Pemkab. Dan Masyarakat Meminta Usut Kasus Dugaan Korupsi Proyek Kolam PU Labusel Rp1,9 M

Rantauprapat, suarasumut.com  –  Masyarakat di dua Kabupaten Labuhanbatu dan Kabupaten Labuhanbatu Selatan merasa tak percaya terhadap pemberantasan kasus korupsi. Senin (12/10). Dengan adanya informasi pihak Kejaksaan Negeri Rantauprapat diduga telah terima bantuan dari Pemerintah Daerah.

Andi (26) dan Taufik Nasution (38) merupakan warga dan aktivis di Kab. Labuhanbatu mengatakan, sangat terkejut dengan adanya penyajian informasi (berita) disalah satu media terbitan Medan. Dimana informasi tersebut, menceritakan adanya pihak kejaksaan Negeri Rantauprapat menerima bantuan dari Pemkab Labuhanbatu.

Tentu dengan adanya informasi yang menyebutkan” Parahnya lagi, lembaga penegak hukum seperti Kejaksaan Negeri (Kejari) Rantauprapat ternyata “kecipratan” rejeki. Tidak tanggung-tanggung, dalam fotocopy DPA bernomor 1.20.1.20.03.02.09.5.2, Kejari Rantauprapat menerima tiga unit notebook seharga Rp25.500.000. Seterusnya, Kejari Rantauprapat juga menerima bantuan AC 1PK seharga Rp4,5 juta dan genset seharga Rp197.800.000.

Walaupun anggaran pengadaan CCTV, TV, AC dan genset telah mencapai angka Rp272.500.000, pelaksanaannya tetap dilakukan oleh pejabat pengadaan barang/jasa dan bukan melainkan dikelola oleh panitia ULP.

Kemungkinan bisa saja menimbulkan rasa ketidakpercayaan masyarakat terhadap lembaga Adhiyaksa (Kejaksaan-Red) untuk setiap penangan kasus-kasus korupsi seperti di Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Kabupaten Labuhanbatu Selatan tersebut.

“Iya lah, pasti kita terkejut, baca koran kok ada Kejaksaan Negeri Rantauprapat terima bantuan, jadi bagaimana penanganan kasus korupsi, coba saja pikir sendiri?. Kalaupun ada pastilah dipilah-pilah kasus korupsi dan dikordinasikan terlebih dulu dengan pejabat tinggi, jadi apalah arti Muspida di Kabupaten itu,”kata Taufik diamini Andi.

Terpisah, Herman Hasibuan (39) dan Samsul S (43) warga Kec. Torgamba Kab. Labusel menuturkan, apabila kita ambil perbandingan dari Pemkab Labuhanbatu memberikan bantuan terhadap pihak Kejaksaan Negeri Rantauprapat bagaimana dengan Pemkab Labusel ataupun Pemkab Labura, Kemungkinan ini bisa saja terjadi juga di kedua Pemkab tersebut.

Hanya saja persoalannya bagi masyarakat Labusel sampai saat ini belum mendapatkan data akurat dalam dokumen penting tentang anggaran Pemkab Labusel seperti masyarakat di Kab. Labuhanbatu. “Kita yakin, kalau kita menduga pasti ada juga pihak Kejaksaan terima “Sesuatu” hanya belum ketahuan saja sama masyarakat,”terang Herman Hasibuan bersama Samsul Siregar.

Makanya, seperti dugaan kasus Korupsi proyek kolam dinas PU Labusel di perkantoran bupati Desa Sosopan Kec. Kotapinang Kab.Labusel yang menelan anggaran Rp.1,9 miliar sampai saat ini belum ada kelanjutanya.
Meskipun sudah diributi elemen masyarakat Kab. Labusel kata Herman dan Samsul, mengapa pihak Kejaksaan Negeri Rantauprapat dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara lebih memilih” tidur nyenyak, tutup mata dan tutup telinga” itulah kemungkinan terjadi di Kab. Labusel.

“Lihat saja, elemen masyarakat sudah ribut, meminta usut kasus dugaan korupsi proyek Kolam Rp1,9 miliar di dinas PU Labusel, bahkan diminta lagi untuk periksa Plt Kadis PU Nurdin Siregar dan PPK Dinas PU Labusel Bangun Siregar, tapi apa tindak lanjutnya, kok diam pihak Kejaksaan itu,”tantang Herman dan Samsul.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Rantauprapat Hermon Dekristo, ketika dikonfirmasi ulang oleh wartawan, Senin (12/10) sekitar pukul 14.17 Wib, terkait adanya Kejari Rantauprapat menerima tiga unit notebook seharga Rp25.500.000. Juga menerima bantuan AC 1PK seharga Rp4,5 juta dan genset seharga Rp197.800.000, CCTV, TV, dan AC dan genset mencapai angka Rp272.500.000, yang diberikan Pemkab Labuhanbatu, dan bantuan diberikan Dinas PU Labusel, belum mau berkomentar bahkan pesan singkat pun tak dibalas kembali. (ta/ss/lb)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.