Beranda ›› Headline ›› Tangkap Lepas! Sat Reskrim Dalihkan Utang Piutang

Tangkap Lepas! Sat Reskrim Dalihkan Utang Piutang

Rantauprapat, suarasumut.com  –  Ironis, Satuan Reserse Kriminial (Sat Reskrim) Polri di Resor Labuhanbatu sudah meluaskan kewenangannya dalam menjalan tugas penegakan hukum. Pasalnya, Jumat malam pekan lalu Sat Reskrim Resor Labuhanbatu menangkap warga berinisial As hanya karena urusan utang piutang dengan seorang pengusaha teman Kepala Sat Reskrim, AKP Hendra Eko T yang mencapai ratusan juta rupiah.

Informasi yang dihimpun suarasumut.com hingga Senin (29/12), 3 hari yang lalu sekitar pukul 23.00 Wib, 4 petugas Sat Reskrim Unit Unit Reserse Umum (Resum) menggerebek seorang warga berinisial As di salahsatu Café di Jalan Ahmad Yani, Rantauprapat. As digiring 4 petugas Polri itu dari ruangan terbuka masuk kedalam ruangan yang sedikit tertutup, sedangkan temannya ngobrol kabur meninggalkan lokasi.

Posisi As yang digiring dikeliling oleh 4 petugas Polri itu dihadapan pengunjung dan para pekerja Café yang didominisi oleh pekerja perempuan. Karena As menunjukan sikap perlawanan, 4 petugas itu kembali menggiring As masuk ke ruangan yang lebih tertutup sehingga perdebatan antara As dengan 4 anggot Polri itu tidak didengar oleh para pengunjung dan pekerja.

Tak berselang berapa lama, As digiring lagi oleh 4 aparat penegak hukum itu ke Kantor Polres Labuhanbatu di Jalan MH Thamrin menggunakan mobil Avanza warna hitam plat BM 1969 CM. Dalam hal penangkapan tersebut, pihak Polres Labuhanbatu, baik Kapala Sat Reskrim, Hendra Eko T maupun Kepala Unt Resum, Ipda Ilham mendalihkan permasalahan utang piutang.

Kanit Resum, Iptu Ilham saat dikonfirmasi melalui selulernya mengaku penangkapan As terkait hutang piutang dengan teman Kepala Sat Reskrim, Hendra Eko T. Namun dikala diminta penjelasannya terkait perkembangan penanganan perkara, Ilham mendalihkan kelanjutan perkara tersebut tergantung As. “Ini masalah utang piutang bahan besi ketua. Yah itukan tergantung As… dengan pemilik barang bang namanya juga di Medan teman Kasat,” kata Ilham melalui shor massage service (SMS).

Ditanya kembali dasar penangkapan, yakni laporan polisi dan sura perintah penangkapan, Ilham mengaku dasar tersebut mereka miliki. “Kalau itu sudah jelas ada-lah abngkuuuuu kita kan tau aturan abngku yaaa,” jawab Ilham saat disebutkan, penangkapan As tanpa laporan polisi dan tanpa surat perintah penangkapan.

Secara terpisah, Kepala Sat Reskrim, AKP Hendra Eko T saat dikonfirmasi melalui selulernya tidak membantah perkara As merupakan permasalahan hutang piutang dengan temannya di Medan. Hendra Eko T menunjukan sikap buang bandan dikala ditanya hasil perkembangan penanganan perkara. “Tanya sama As…Ini urusan hutang piutang dengan teman saya di Medan mencapai Rp200 juta. Dia itukan pengusaha besi,” kata Hendra Eko T.

Namun dikala ditanya dasar penangkapan berdasarkan laporan polisi dan surat perintah penangkapan, Hendra Eko T membantahnya. “Bukan penangkapan, diundang untuk diperiksa dan ternyata hanya salah perhitungan setelah itu kita lepas. Gak ada laporan dan surat perintah penangkapan,” jawab Hendra Eko T dengan serta merta.

Tentunya, jawaban Hendra Eko T tersebut yang merupakan Kepala Sat Reskrim Polres Labuhanbatu itu menunjukan dirinya tidak memahami aturan sebagaimana yang disebutkan Kepala Unit Resum, Ipda Ilham. Menurut Ilham, penangkapan As didasari laporan polisi dan surat perintah penangkapan karena dirinya memahami aturan, sedangkan Hendra Eko T menyebutkan tanpa laporan polisi dan surat perintah penangkapan. (ls/ss/lb)

Lihat Juga

Banggar DPRD Dan TPAD Pemkab Labusel Bahas APBD 2020

LABUSEL | suarasumut.com  –  Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) bersama Tim Anggaran …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.