Beranda ›› Headline ›› Tak Senang Kinerja Dinas Disoroti LSM, Kadisdik Labuhanbatu Nyaris Adu “Jotos”

Tak Senang Kinerja Dinas Disoroti LSM, Kadisdik Labuhanbatu Nyaris Adu “Jotos”

Rantauprapat, suarasumut.com – Gerah dengan langkah pihak LSM Tim Investigasi Penyelamat Asset Daerah RepublikIndonesia (TIPAN RI) Labuhanbatu yang selalu menyoroti kinerja Dinas Pendidikan Labuhanbatu, bahkan beberapa kali melaporkan pihak Dinas Pendidikan Labuhanbatu ke Kepolisian terkait pembangunan gedung Sekolah di areal milik PTPN3 kebun Rantauprapat.

Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu, Drs.H.Iskandar nyaris adu ‘jotos’ dengan salah seorang anggota LSM tersebut saat bertemu disalah satu kafe yang terletakdi Kota Rantauprapat.

Informasi yang dihimpun, insiden memalukan yang heboh diperbincangkan dan menjadi topic hangat di media social (medsos) facebook itu, terjadi ketika Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu Iskandar , bertemu dengan Anto Bangun Sekretaris LSM TIPAN RI di salah satu café di kawasan Rantauprapat, Jumat (24/10) lalu.

Menurut Anto Bangun, memang sebelum bertemu dengannya, Iskandar dan Marisi Situngkir Sekretaris Dinas Pendidikan Labuhanbatu diperiksa Tipikor Polres Labuhanbatu. “Mereka dilaporkan karena menguasai asset PTPN3. Diambil asetnya untuk pembangunan SMK3 yang terletak di Kecamatan Rantau Utara,” ungkap Anto Bangun, Selasa (28/10) di Rantauprapat.

Ketika berpapasan di café, Iskandar ‘memancing’ keributan dengan mendatangi meja yang diduduki Anto Bangun. Kepala Dinas Pendidikan itu membentak dan menyebabkan suasana memanas. Bahkan, kata Anto Bangun, ketika itu Iskandar berdiri dan mengambil gelas untuk memukulkannya ke kepala Anto Bangun.

“TapiPertengkaran di kafe itu dapat dapat dipisah karena dilerai oleh beberapa pengunjung di kafe tersebut,” bebernya.

Memang, dalam belakangan waktu terakhir, LSM ini, intens menyoroti kinerja Dinas Pendidikan Labuhanbatu. Mulai dari, kasus korupsi sertifikasi guru, DAK Dinas Pendidikan Labuhanbatu TA 2012 dan terakhir perampasan areal PTPN 3 untuklahan pembangunan SMK3 Rantau Utara yang menelan dana Rp2,2 millyar.

“Perampasan asset PTPN3 untuk pembangunan ruang KLS baru SMK Negeri 3 Rantau Utara itu berpotensi merugikan negara sebesar Rp2,2 Milyar,”jelasnya.

Pasalnya, kata Anto Bangun, lahan untuk bangunan sekolah tersebut belum ada izin pelepasan HGU dari pejabat yang berwenang. “Belum ada ijin dari pihak Kementrian BUMN untuk penguasaan lahan itu,”jelasnya.

Menurutnya, perlakuan Pemkab Labuhanbatu yang secara sewenang wenang merampasareal HGU PTPN3, adalah bukti yang kongkrit terjadinya perampasan asset. “Tidak tertutup kemungkinan pihak pihak lain akan melakukan hal yang sama kawanapabila tidak disikapi Managemen PTPN3,”tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Labuhanbatu Marisi Situngkir ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan jika pihak Pemkab Labuhanbatu membangun fasilitas umum untuk SMKN3 itu. “Itupembangunan SMKN3 itu untuk kepentingan masyarakat. Untuk kemajuan dunia pendidikan,”jelasnya seraya enggan mengakui jika dipanggil pihak Kepolisian terkait laporan LSM. “Janganlah bertanya tentang itu. Apa untungnya untuk andadan masyarakat,” kilahnya. (ta/ss/ra)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.