Beranda ›› Headline ›› Soal Terdakwa Miliki Sabu 31,46 Gram Divonis 1 Tahun, Majelis Hakim Diduga Terima Suap ?

Soal Terdakwa Miliki Sabu 31,46 Gram Divonis 1 Tahun, Majelis Hakim Diduga Terima Suap ?

Rantauprapat, suarasumut.com – Santernya putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat, Armansyah Siregar SH MH, Jhonson FE Sirait SH, dan Mince S Ginting SH yang memvonis 1 tahun pidana penjara terdakwa Syirwan Sabran Ambarita ternyata menimbulkan informasi miring dugaan suap. Tak tanggung-tangung, dugaan suap tersebut mencapai Rp300 juta itu juga mengelinding ke Wakil Ketua PN Rantauprapat, R Aji Suryo SH MH. “Katanya begitu, tapi setelah kita tanyakan kepadanya, gak ada,” kata R Aji Suryo selaku Humas sekaligus Wakil Ketua dan juga Koordinator Pengawas di PN Rantauprapat itu melalui selulernya, Selasa (23/6)

Pengakuan R Aji Suryo itu sangatlah bertentangn dengan penjelasan yang dilontarkan sebelumnya. Menurut R Aji Suryo, dirinya tidak pernah berkomunikasi lagi dengan Hakim Ketua Armansayh Siregar SH setelah berangkat ke Bukit Tinggi-Sumatera Barat. “Ada informasi sampai sama saya seperti itu. Tapi saya kan gak tau. Coba saja tanya (kontak,red) langsung biar lebih jelas. Saya gak pernah lagi berhubungan dengannya (Armansyah Siregar,red),” jawab R Aji Suryo saat disebutkan, nomor kontak seluler pribadi Armansyah Siregar tidak pernah lagi aktif, gak tau jika pihak PN Rantauprapat yang menghubungi.

Mencuatnya informasi dugaan suap Rp300 juta itu diawali oleh pembandingan putusan perkara sabu-sabu lainnya yang diperiksa di PN Rantauprapat. Menurut pergunjingan pengunjung di PN Rantauprapat, terdakwa yang terbukti melakukan tindak pidana narkotika jenis sabu-sabu diatas 5 gram, divonis pidana penjara diatas 5 tahun. “Indikasi suap sudah santer dipergunjingkan di pengadilan ini. Bandingkan saja dengan putusan perkara narkotika lainnya. Bahkan ada terdakwa yang hanya memiliki dibawah 1 gram sabu-sabu divonis 4 tahun,” kata sumber yang meminta namanya tidak dicatut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun atas perkara narkotika yang diperiksa oleh Hakim Ketua Armansyah Siregar diantaranya, perkara nomor 30/PID.SUS/2015/PN Rap dengan terdakwa Nasaruddin Siregar memiliki shabu-shabu seberat 0,06 gram divonis 4 tahun penjara pada tanggal 16 Februari 2015. Selain itu, perkara nomor 127/PID.SUS/2015/PN Rap dengan terdakwa Ahmad Culong Siregar memiliki sabu-sabu 0,72 gram dan ganja kering 6,08 gram divonis 7 tahun penjara.

“Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 4 tahun, serta denda sejumlah satu milyard rupiah dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan. Menetapkan barang bukti berupa 1 bungkus plastik klip kecil berisi shabu seberat 0,06 gram netto, 1 buah dompet merek Modus warna hitam, 2 buah kaca pirek , 2 buah jarum suntik, 1 buah kotak rokok merek union King dimusnakan,” ucap Hakim Ketua Armansyah Siregar yang didampingi Jhonson FE Sirait dan Mince S Ginting dalam amar putusan perkara 30/PID.SUS/2015/PN Rap.

Humas PT Minta Wartawan Suruh JPU Banding

Anehnya, atas kontroversi putusan perkara terdakwa Syirwan Sabran Ambarita yang hanya divonis 1 tahun penjara, sementara tuntutan selama 14 tahun penjara, Humas Pengadilan Tinggi (PT), Bangun Ginting malah menyuruh wartawan agar JPU Kejaksaan Negeri Rantauprapat melakukan banding. Hal tersebut dikatakannya sesaat dirinya dikonfirmasi terkait penerapan hukum dari sisi rasa keadilan. “Tuntutan Jaksa berapa? Suruh banding saja JPU,” kata Bangun Ginting melalui short massage service (SMS).

Bukannya memberikan penjelasan terkait rasa keadilan atas putusan Majelis Hakim Armansyah Siregar Cs terhadap perkara terdakwa Syirwan Sabran Ambarita yang merupakan oknum anggota Polri Resor Labuhanbatu, Humas PT Medan itu malah mengaku harus membaca berkas terlebih dahulu. Padahal, terhadap Humas PT Medan itu sudah dijelaskan, JPU menuntut 14 tahun penjara atas kepemilikan sabu-sabu 31,46 gram oleh terdakwa. “Baca berkas dulu baru jelas permasalahannya ya,” jawab Bangun Ginting singkat sesaat ditanyakan tanggapannya terhadap putusan tersebut dikaitkan dengan gencarnya pemerintah saat ini memberantas Narkoba yang sangat meresahkan masyarakat.

Menurut Humas PT Medan itu, terkait isu suap Rp300 juta atas perkara terdakwa Syirwan Sabran Ambarita, Bangun Ginting menyebutkan, mereka akan memanggil para Hakim dalam komposisi Majelis Hakim yang diketuai Armansyah Siregar setelah adanya laporan. “Kita akan panggil kalau ada laporan,” jawab Bangung Ginting singkat. (ls/ss/lb)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.