Beranda ›› Foto & Video ›› Soal Dugaan Suap Vonis 1 Tahun Penjara Rp300 Juta, 16 Wartawan Dan LSM Disebut Terima Aliran Dana?

Soal Dugaan Suap Vonis 1 Tahun Penjara Rp300 Juta, 16 Wartawan Dan LSM Disebut Terima Aliran Dana?

Rantauprapat, suarasumut.com  –  Hingga saat ini, dugaan suap Rp300 juta terhadap oknum Majelis Hakim dengan komposisi Armansyah Siregar SH MH, Jhonson FE Sirait SH, dan Mince S Ginting SH semakin merebak. Disebut-sebut, 16 oknum wartawan yang memiliki koneksi dengan pihak Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat menerima aliran dana dugaan suap Rp300 juta tersebut.

Informasi yang dihimpun suarasumut.com hingga Minggu (28/6), mencuatnya informasi dugaan suap Rp300 juta dimedia cetak dan online atas vonis 1 tahun penjara terhadap terdakwa Syirwan Sabran Ambarita membuat sejumlah wartawan memiliki koneksi dengan pihak PN Rantauprapat menjadi kasak-kusuk, resah, dan risih. Tak pelak, peristiwa penghalangan dan penganiayaan terhadap wartawan oleh supir pribadi Ketua PN Rantauprapat diplesetkan sebagai bentuk pelanggaran kode etik wartawan dan etika bermasyarakat.

Bahkan dikala terjadinya aksi demo solidaritas wartawan di PN Rantauprapat yang meminta klarifikasi dan mengkobarkan pencopotan Ketua PN Rantauprapat, Tumpal Sagala SH, Ketua LSM ICW, Jansen Nainggolan menunjukan uang sebesar Rp400 ribu yang diduga aliran dana suap Rp300 juta tersebut. Saat melakukan aksi demo tersebut, uang Rp400 juta itu dikelurkannya dari dalam amplop berwarna putih.

“Ini merupakan bukti upaya dugaan suap yang dilakukan terhadap saya agar kejanggalan vonis 1 tahun oleh Majelis Hakim tidak dikembangkan. Ini akan segera kita laporkan kepada aparat penegak hukum agar kasus ini diproses,” kata Jansen Nainggolan beberapa waktu lalu saat melakukan aksi demo solidaritas wartawan atas penghalangan dan penganiayaan yang dilakukan oleh Adam Siregar yang diduga atas perintah Ketua PN Rantauprapat, Tumpal Sagala SH.

Dikonfirmasi kembali, Jansen Nainggolan mengaku dirinya siap melaporkan dugaan suap terhadap dirinya kepada Polres Labuhanbatu agar dugaan suap vonis 1 tahun penjara atas perara terdakwa Syirwan Sabran Ambarita diproses. Menurut Jansen Nainggolan, dugaan tindak pidana penyalahgunaan kewenangan oleh oknum Hakim sangat sulit untuk dibuktikan tanpa adanya bukti.

“Sekali lagi saya tegaskan, uang Rp400 ribu merupakan petunjuk awal adanya dugaan suap yang mengarah pada dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan kewenangan oleh oknum Hakim yang memeriksa perkara. Ada 16 orang yang mendapat bagian, itu penjelasan langsung dari oknum Hakim-nya,” kata Jansen Nainggolan sembari menyebutkan,”Ada 16 orang itu,” menirukan kalimat yang dilontarkan Armansyah Siregar kepadanya.

Lanjut Jansen Nainggolan, setelah dirinya melakukan investigasi atas dugaan suap terhadap wartawan dan LSM tersebut, sejumlah nama-nama yang mendapatkan aliran dana tersebut berinisal Ab sebesar Rp400 ribu, Fe sebesar Rp500 ribu, dan Rb Rp500 ribu.

Sementara, Zulkifli Butar-Butar yang merupakan wartawan terbitan Medan menyebutkan, adanya pengakuan dari Jansen Nainggolan, Ketua LSM ICW Kabupaten Labuhanbatu itu semakin menguatkan dugaan suap vonis 1 tahun perkara terdakwa Syirwan Sabran Ambarita. Untuk itu, dirinya berharap kepada aparat penegak hukum, baik Polres Labuhanbatu maupun Kejaksaan Negeri Rantauprapat untuk memeriksa oknum Hakim yang memvonis terdakwa Syirwan Sabran dengan pidana 1 tahun penjara.

“Demi kepastian hukum, oknum Hakim yang memvonis terdakwa Syirwan hanya 1 tahun sementara tuntutan 14 tahun penjara harus diperiksa oleh aparat penegak hukum. Terlebih, adanya pengakuan pengurus LSM yang merasa dirinya disuap melalui pegawai PN Rantauprapat. Untuk apa uang itu diserahkan kepada wartawan dan LSM,” kata Zulkifli Butarbutar sembari menyebutkan, hal tersebut perlu proses penyelidikan dari aparat penegak hukum.

Pada pemberitaan sebelumnya, Wakil Ketua PN Rantauprapat, R Aji Suryo mengaku dirinya telah mendapat informasi adanya dugaan suap sebesar Rp300 juta tersebut. Namun setelah dirinya mengkonfirmasikan hal itu kepada pihak bersangkutan, informasi itu dibantah.

“Ada informasi sampai sama saya seperti itu. Tapi saya kan gak tau. Coba saja tanya (kontak,red) langsung biar lebih jelas. Saya gak pernah lagi berhubungan dengannya (Armansyah Siregar,red),” jawab R Aji Suryo saat disebutkan, nomor kontak seluler pribadi Armansyah Siregar tidak pernah lagi aktif, gak tau jika pihak PN Rantauprapat yang menghubungi. (ls/ss/lb)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.