Beranda ›› Headline ›› Soal Dugaan Korupsi Pengadaan Kapal, Penyidik Kejari Diminta Periksa Nirwan Latif Siregar

Soal Dugaan Korupsi Pengadaan Kapal, Penyidik Kejari Diminta Periksa Nirwan Latif Siregar

Rantauprapat, suarasumut.com – Telah diperiksanya beberapa orang pegawai Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Pemkab Labuhanbatu atas dugaan korupsi proyek pengadaan kapal tahun anggaran 2012/2013, ketua LSM Suara Informasi Korupsi Angaran Pemerintah (SIKAP), Fendry Nababan meminta penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Rantauprapat memeriksa Nirwan Latif Siregar. “Penydik dimnta memeriksa Nirwan Latif Siregar yang dianggap paling bertanggung jawab atas proyek itu,” kata Fendry Nababan kepada wartawan, Minggu (14/12).

Menurut Fendry Nababan, Kejari Rantauprapat terlihat telah menggeliat dan terbangun dari tidur panjangnya.karena selama ini terkesan gak mau tau dengan banyaknya dugaan korupsi di Labuhanbatu. Lanjut Fendry Nababan, Nirwan Latif Siregar merupakan mantan Kepala Diskanla yang pada masa pengerjaan proyek dimaksud bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). “Selama ini Kejari Rantauprapat terkesan tidur dengan banyaknya dugaan korupsi di Labuhanbatu.Kepala Dinas yang juga KPA pengerjaan proyek merupakan orang yang paling bertanggungjawab,” sebut Fendry Nababan.

Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Diskanla Labuhanbatu dr.Rusdi Lubis ketika dikonfirmasi diruang kerjanya menyebutkan, pada saat itu dirinya hanya sebagai panitia. Menurut dr Rusdi, PPK pengerjaan proyek tersebut adalah bermerga Gultom dan Kepala Diskanla serta KPA-nya Nirwan Latif Siregar.”Memang benar proyek itu ada dan saya pada saat itu hanya ikut sebagai panitia. PPK proyek itu pak Gultom. Waktu itu Kadis (Kepala Dinas) atau KPA-nya pak Nirwan Latif Siregar” kata dr Rusdi Lubis.

Lebih lanjut dr.Rusdi Lubis mengatakan,proyek pengadaan kapal itu anggarannya berasal dari dana Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dana pendamping dari APBD.”Karena penggunaan dana DAK harus ada dana pendampingnya makanya kami usulkan di APBD,” sebut dr.Rusdi.

Kepala kejaksaan Negeri Rantauprapat (Kajari) Hermondekristo hingga berita ini dikirimkan ke redaksi belum terkonfirmasi. Short massage service (SMS) yang dikirimkan dalam tak mendapat jawaban. Sementara, Kapolres Labuhanbatu ketika dikonfirmasi soal adanya informasi penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) institusinya juga sedang melakukan penyidikan dalam perkara yang sama, AKBP.Teguh Yuswardhie Sik SH membantahnya.

Menurut Teguh Yuswardhie Sik SH, pihaknya sampai sekarang masih tetap komit dengan MOU dengan pihak Kejaksaan terkait penanganan tindak pidana korupsi.”Kami masih tetap komit mas” jawab Teguh Yuswardhie Sik SH.

Sebeleumnya telah diberitakan, sebanyak 3 saksi dari Diskanla Pemkab Labuhanbatu telah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Kejari Rantauprapat Seksi Pidana Khusus (Sipidsus). Para saksi-saks tersebut yakni, Leo Sunarta, Ahmad Rusdi dan Sangkot. (ls/ss/srg)

Lihat Juga

Tingkatkan Produksi Minyak, Pertamina Disarankan Fokus Kegiatan WOWS

JAKARTA | suarasumut.com  –  Menanggapi pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.