Beranda ›› Foto & Video ›› Soal Bawang Dan Ketan Illegal, Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu Suguhkan Kisah “Film Kartun”

Soal Bawang Dan Ketan Illegal, Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu Suguhkan Kisah “Film Kartun”

Rantauprapat, suarasumut.com – Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Labuhanbatu, AKP Hendra tampaknya cukup lihai dalam memaparkan sebuah kisah yang cenderung tidak sesuai dengan kebenaran yang sesungguhnya.

Kelihaian Kasatreskrim ini dalam bidang tersebut sangat jelas terlihat saat beberapa orang wartawan dari berbagai media massa mempertanyakan kepadanya perihal penangkapan ratusan ton bawang merah dan beras ketan illegal di Kecamatan Kualuh Leidong Labuhanbatu Utara, sekitar dua pekan lalu.

Di ruangan kerjanya, Selasa 5/10, kepada wartawan, Hendra memberikan keterangan bahwa ratusan ton bawang merah dan beras ketan illegal tersebut terpaksa dilepaskan karena terjadinya aksi penghadangan yang dilakukan oleh ratusan warga Kota Tanjungbalai.

Dikatakannya, usai ditangkap diperairan Desa Simandulang Kualuh Leidong, barang illgal itu sempat diamankan dibawah pengawasan Polsek Kualuh Hilir di Tanjung Leidong untuk selanjutnya akan diserahkan kepada pihak Bea dan Cukai di Kota Tanjungbalai. “Barang itu seyogyanya akan diserahkan ke Bea dan Cukai Tanjungbalai, namun dalam perjalanan menuju kesana, pihak Bea dan Cukai Tanjungbalai menolak dengan alasan perayaan Idul Fitri, Mereka menganjurkan agar barang itu dibawa ke Bea dan Cukai Belawan saja,” terang Hendra.

Lebih lanjut Hendra mengatakan, tidak diketahui dari mana datangnya, mendadak ratusan warga menghadang kapal dan melakukan tindakan agresif yang mengakibatkan beberapa orang personil polisi yang mengawal barang itu mau tidak mau harus menyelamatkan diri dari amukan ratusan warga yang kemudian berhasil membawa kabur kapal beserta barang illegal di dalamnya.

“Penghadangan itu terjadi malam hari, jadi anggota saya yang jumlahnya hanya beberapa orang tidak mampu untuk mempertahankan kapal beserta isinya. Melihat warga dalam jumlah yang banyak, anggota sempat melepaskan tembakan peringatan, namun tidak berarti apa-apa,” ujarnya.

Pengakuan Hendra, hingga saat ini Polisi belum mengetahui kemana raibnya kapal beserta ratusan ton barang illegal di dalamnya. Hendra mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan pengejaran dan pencarian keberadaan kapal itu.

Disinggung tentang beredarnya isu terkait aksi “damai di tempat” yang dilakukan polisi dengan cukong pemilik kapal dan barang itu, Hendra dengan tegas membantahnya. “Itu tidak benar,”tukasnya.

Sementara itu, informasi diperoleh dari berbagai sumber sangat bertolak belakang dengan penjelasan yang diberikan oleh Kasatreskrim yang baru satu bulan bertugas di Polres Labuhanbatu ini. Ada dugaan, Polres Labuhanbatu telah terlibat aksi “main mata” dengan cukong si pemilik kapal dan barang haram itu. Tidak tanggung-tanggung, sumber menyebutkan, Polres Labuhanbatu telah menerima sejumlah uang agar membebaskan kapal beserta barang di dalamnya.(rz/ss/lb)

Lihat Juga

Danramil 09/Sirombu Turut Sukseskan Program KB Manunggal

Nias Barat | suarasumut.com  –  Beberapa tahun belakangan pemerintah melibatkan TNI dalam mensukseskan program KB …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.