Beranda ›› Headline ›› SKPD Yang Diduga Bermasalah Di Labura Tak Pernah Diperiksa Kejari Lagi

SKPD Yang Diduga Bermasalah Di Labura Tak Pernah Diperiksa Kejari Lagi

Rantauprapat, suarasumut.com – Hampir dua bulan terakhir kurang lebih di bulan Mei hingga Juni 2015, pihak
Kejaksaan Negeri (Kejari) Rantauprapat tidak pernah lagi terlihat melakukan pemeriksaan terhadap SKPD Pemkab Labura yang bermasalah atas dugaan kasus korupsi. Padahal sejak pertengahan tahun 2014 hingga April 2015 yang lalu, pihak Kejari Rantauprapat melalui TIM Tindak Pidana Khusus (Pidsus) terus melakukan pemeriksaan.

Kepada Wartawan, Senin (6/7), Ketua LSM Komunitas Aksi Peduli Anti Korupsi Labuhanbatu (KAMPAK) Rinaldi tanjung menilai sikap Kejari Rantauprapat yang menurunkan peforma dalam melakukan pemeriksaan terhadap SKPD di kabupaten labura adalah sikap yang wajar. Sebab, Hal itu sering terjadi setiap pergantian pemimpin.

“Seperti itu lah kondisinya, jika Kajari baru menjabat akan gesit melakukan pemeriksaan kepada SKPD. Tapi, kalau sudah berjalan setahun maka pemeriksaan akan mulai menurun. Nah, kondisi itu akan menimbulkan opini negatif di tengah masyarakat dan menimbulkan tanda tanya besar,” katanya.

Menurutnya, Janji Kasi Intel Kejari Rantauprapat yang baru akan membuka 7 perkara yang serius ditangani pada hari kejaksaan merupakan pengalihan perhatian terhadap pemeriksaan yang sempat dilakukan pada akhir tahun 2014 yang lalu.

“Akhir tahun 2014 yang lalu, pihak kejari sangat gencar melakukan pemeriksaan. Dan yang paling banyak diperiksa itu dari labura. Nah, kita menduga apa yang dijanjikan kasi intel tentang 7 kasus korupsi yang akan dibuka ke Publik merupakan trik untuk pengalihan. Sebab, publik tahu, bahwa belasan kasus korupsi yang sedang ditangani kejari Rantauprapat. Jadi, jangan coba-coba masyarakat se Labuhanbatu raya ini dibodoh-bodohi lagi,”cetusnya.

Walau demikan, Rinaldi berjanji akan melakukan sosial control terhadap kinerja Kejari Rantauprapat dalam menangani kasus korupsi.” Pasti kita kontrol, jika ada yang 86 akan kita surati Jampidsus dan Komisi kejaksaan RI,” tandasnya.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Rantauprapat Erfan Effendi YA ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu terkait kasus korupsi yang sedang ditangani di kabupaten Labura hanya 3 perkara.

“Saya baru disini. Jadi, data yang saya peroleh, untuk kabupaten Labura hanya 3 perkara yang ditangani dengan 4 surat perintah penyidikan. Nah, kalau mau tau apa saja yang 3 itu, nanti akan saya beritahukan pada hari kejaksaan,” katanya.

Untuk diketahui, Berdasarkan data yang dihimpun, Adapun Kasus korupsi yang ditangani oleh pihak Kejari Rantauprapat untuk kabupaten Labura antara lain kasus perjalanan dinas sekretariat DPRD tahun 2013, kasus pengadaan dan pembangunan taman serta kios dinas pasar labura tahun 2013, proyek pembuatan jalan dinas PU Bina Marga Labura tahun 2013, Dak 2010 dinas pendidikan, pengadaan alat kesehatan tahun 2010 di dinas kesehatan, perjalanan dinas tahun 2013 di RSUD Labura, Proyek di dinas pertanian tahun 2013 dan KPUD Labura tahun 2013.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.