Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Sergai Gelar Bimtek SIMDA Berbasis Akrual

Sergai Gelar Bimtek SIMDA Berbasis Akrual

Sergai, suarasumut.com – Persamaan persepsi dan langkah integral serta menyeluruh dari semua unsur yang terkait sangat diperlukan dalam pengelolaan keuangan daerah, karena pelaksanaannya Pemerintah Daerah (Pemda) sering kali mengalami hambatan dalam mengimplementasikan pengelolaan keuangan secara optimal, transparan dan akuntabel.

Untuk kriteria kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP), telah ditetapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2010 tentang SAP sebagai payung hukum dan mengharuskan Pemda untuk menyusun laporan keuangan berbasis akrual.

Demikian dikemukakan Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman dalam arahan dan bimbingannya sekaligus membuka acara Bimtek Pengembangan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) berbasis akrual di aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Rabu (22/4).

Hadir pada bimtek tersebut Sekdakab Sergai Drs. H. Haris Fadillah, M.Si, narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumut yang diwakili Kepala Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah (Kabid APD) Jaya Rahmad, Instruktur Hani Sembiring, Ramon, Boiman, Moses, Kepala SKPD serta puluhan peserta bimtek.

Dilanjutkan Bupati Soekirman bahwa dalam penerapan laporan keuangan berbasis akrual mengharuskan kita untuk menyiapkan sarana prasarana berupa sistem akuntansi dan IT based system, serta yang tidak kalah pentingnya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu menguasai pelaksanaan sistem akuntansi berbasis akrual.

Melalui kegiatan ini Bupati Soekirman berharap para peserta dapat lebih meningkatkan pemahamannya dalam mengimplementasikan aplikasi SIMDA. Karena tanpa aplikasi kita akan mengalami kesulitan menjurnal transaksi selama satu tahun dengan manual. Apalagi dengan sistem akrual ini yang tidak mencatat transaksi hanya berdasarkan ketika kas atau uang masuk dan keluar dari kas daerah, papar Bupati Sergai.

Bupati Soekirman menekankan dalam hal penyusunan laporan keuangan oleh bendahara SKPD hendaknya dilakukan dengan teliti serta mengikuti tata cara dan aturan yang berlaku. Hal ini dilakukan karena seorang bendahara mempunyai tanggung jawab yang besar sehingga harus mempunyai integritas, keterampilan dan pengetahuan dalam membuat sebuah laporan keuangan serta menentukan akuntabilitas dari SKPD yang bersangkutan, pungkas Soekirman.

Sebelumnya Kabid APD BPKP Perwakilan Sumut Jaya Rahmad mengatakan bahwa dari 33 Kabupaten/Kota se-Sumut terdapat 29 Kabupaten/Kota yang sudah mengimplementasikan SIMDA dan salah satunya adalah Sergai. Dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan daerah harus dilakukan secara efektif dan efisien sehingga menghasilkan laporan keuangan yang berbasis akrual.

Dalam kesempatan yang sama Kadis PPKA selaku ketua panitia penyelenggara H.Gustian, SE, MM, Ak,CA melaporkan dasar dari digelarnya bimtek ini sesuai dengan PP nomor 71 tahun 2010 tentang SAP yang merupakan tindak lanjut dari pasal 36 ayat 1 UU nomor 17 tahun 2013 tentang keuangan negara yang menyaatakan pengakuan dan pengukuran pendapatan dan belanja berbasis akrual dilaksanakan selambat-lambatnya dalam 5 tahun.

Sedangkan maksud dan tujuan bimtek ini untuk membantu pengelola keuangan di SKPD khususnya bendahara pengeluaran, sehingga dapat mengimplementasikan program aplikasi SIMDA keuangan versi 2.7 berbasis akrual mulai dari proses penganggaran sampai pada pelaporannya, kata H. Gustian. (pu/ss/sbg)

Lihat Juga

Danramil 09/Sirombu Turut Sukseskan Program KB Manunggal

Nias Barat | suarasumut.com  –  Beberapa tahun belakangan pemerintah melibatkan TNI dalam mensukseskan program KB …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.