Beranda ›› Headline ›› Satgas PAMTAS Yonif 126/KC Amankan Senjata Pistol Di Perbatasan RI-PNG

Satgas PAMTAS Yonif 126/KC Amankan Senjata Pistol Di Perbatasan RI-PNG

Keerom | suarasumut.com  –  Satgas Pamtas Yonif 126/KC melaksanakan sweeping dengan mengamankan 1 pucuk Senjata Pistol Softgun Harford di Jalan Trans Papua Kampung Uskuard Distrik Waris, Kabupaten Keerom. Sabtu (4/05/2019).

Penemuan senjata api ini berawal dari kegiatan sweeping yang dilaksanakan Prajurit Satgas Yonif 126/KC di depan Pos KM 76 di jalan Trans Papua yang dipimpin oleh Komandan Pos Sertu Josua Hasibuan beserta 10 orang anggota. Setiap kenderaan yang melintas yang mencurigakan diberhentikan dan diperiksa, pada pukul 10. 00 Wit menghentikan mobil Avanza putih dengan plat mobil DS 1325 AN yang dikemudikan saudara Irfan, umur 32 tahun, pekerjaan Karyawan dengan membawa 1 orang penumpang.

Setelah dilaksanakan pemeriksaan terhadap barang-barang dan kendaraan ditemukan 1 pucuk Senjata Pistol Softgun Harford di bawah jok depan mobil kemudian senjata tersebut diamankan.

Dari hasil pemeriksaan kepada saudara Irfan yang datang dari Abepura menuju Waris bahwa senjata tersebut tidak diketahui dari mana asalnya dan tidak merasa memiliki senjata tersebut.

Untuk sementara barang bukti diamankan di Pos dan akan diserahkan ke komando atas untuk proses selanjutnya.

Komandan Satgas Yonif 126/KC Letkol Inf Mulyo Junaidi menyampaikan bahwa sweeping akan terus dilakukan untuk menciptakan situasi yang aman dan mencegah kegiatan ilegal maupun peredaran barang-barang yang ilegal di wilayah perbatasan.

“Dari hasil pelaksanaan sweeping yang dilaksanakan, masyarakat masih ada memiliki senjata yang dikhawatirkan dipergunakan untuk disalahgunakan menakut-nakuti warga lain.(rd/ss-ns)

Lihat Juga

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Waskita Kembangkan Teknologi IoT dan Wearable Device HoloLens Di Proyek

Jakara | suarasumut.com  –  Bisnis sektor konstruksi saat ini tidak lepas dari perkembangan revolusi industri …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.