Beranda ›› Foto & Video ›› Sat Reskrim Madina Kontak Senjata Dengan Sindikat Curanmor & Narkotika

Sat Reskrim Madina Kontak Senjata Dengan Sindikat Curanmor & Narkotika

Panyabungan, suarasumut.com – Kontak senjata antara petugas Reskrim Polres Mandailing Natal (Madina) dan anggota sindikat pencuri sepeda motor (curanmor) terjadi di Desa Huta Tua, Kec. Panyabungan Timur, Kab. Madina, Senin (11/8). Dalam baku tembak tersebut, tersangka Rizka Nasution dilaporkan tewas terkena peluru. Ia mengalami luka tembak di bagian leher belakang.

“Baku tembak terjadi sekira pukul 04.00 WIB. Saat itu petugas kami datang ke rumah orangtua tersangka untuk melakukan penangkapan. Sesampai di rumah tersangka, anggota lalu menggedor pintu rumahnya. Tidak lama kemudian pintu dibuka oleh orangtua tersangka. Setelah itu anggota menanyakan keberadaan tersangka. Oleh orangtuanya dijawab, tidak tahu,” kata Kapolres Madina AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto SIK M.Mum, Senin (11/8) malam.

Kemudian petugas Satreskrim Polres Madina melakukan penggeledahan terhadap rumah tersebut, namun seperti yang dikatakan orangtuanya bahwa tersangka tidak berada di dalam rumah orangtuanya. Setelah itu petugas Satreskrim Polres Madina meminta kepada orangtua tersangka untuk menunjukan rumah anaknya, Rizka Nasuton, namun orangtuanya itu tak bersedia menunjukannya.

Petugas Reskrim Polres Madina tidak langsung kehabisan akal. Polisi yang membawa tersangka lain, atasnama saut Maratua Siregar alias Saut memintanya untuk menunjukan dimana rumah tersangka Rizka. Dari keterangan Saut, diketahui bahwa rumah tersangka Rizka berada di belakang sebelah kiri rumah orangtuanya tersebut. Kemudian petugas Satreskrim Polres Madina meminta kepada orangtuanya untuk mendampingi petugas ke rumah tersangka Rizka.

Pada saat itu orangtuanya bersedia mendampingi petugas, namun setibanya di rumah Rizka, orangtuanya lalu kembali ke pulang.Kemudian Kasatreskrim Polres Madina AKP Wira Prayatna SH SIK yang memimpin penangkapan membagi tugas kepada anggotanya untuk mengepung rumah tersangka agar tidak melarikan diri.

“Kasatreskrim lalu meminta tersangka untuk keluar dari dalam rumah. Namun tersangka bukannya keluar, dia malah meletuskan senjata sembari melompat dari jendela lalu kabur ke arah belakang rumah.Mendengar suara tembakan yang diletuskan tersangka, anggota lalu melakukan tembakan peringatan ke arah atas sebanyak 2 kali. Temabkan peringatan petugas kita dibalas oleh tersangka.Dia meletuskan senjata apinya beberapa kali ke arah petugas kita, sehingga anggota membalas tembakan tersebut ke arah tersangka yang tampak terus melarikan diri,” terang Mardiaz.

Kapolres Madina AKBP Mardiaz KD, Sik, M.Mum berikan Santunan kepada keluarga korban
Kapolres Madina AKBP Mardiaz KD, Sik, M.Mum berikan santunan kepada keluarga korban

Setelah kontak senjata, petugas kehilangan jejak tersangka. Dalam situasi hening, petugas Reskrim Polres Madina terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi yang dijadikan tempat tesangka melarikan diri kemudian petugas menemukan satu senpi rakitan dibelakang rumah korban ( arah tersangka melarikan diri)

Tak menemukan tersangka, petugas lalu menggeledah rumah tersangka, di dalam rumah tersangka ada temannya an. Aldrin saat hendak diamankan Aldrin melakukan perlawanan terhadap anggota Polisi sehingga salah satu anggota Polisi terluka di tangan sebelah kirinya. Dan pelaku Aldrin tetap berhasil diamankan petugas. Dari hasil penggeladan, petugas menemukan narkotika jenis ganja kering sebanyak empat bal dan sepucuk senjata api rakitan (locot) di bagian dapur rumah tersebut.
Selain itu dari dalam kamar rumah tersebut, polisi juga menemukan daun ganja kering sebayak lima amplop bekas pakai, dan dua unit sepeda motor ( jenis Yamaha RX King dan Yamaha Vixion). Barang bukti tersebut lalu dibawa ke Mapolres Madina guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

“Tepat pukul 07.00 WIB, Kepala Desa (Kades) Huta Tua, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Madina menginformasikan bahwa tersangka Rizka ditemukan tewas dengan luka tembak di leher bagian belakang. Jenazah tersangka sudah kami bawa ke rumah sakit,” terang Mardiaz.

Kapolres Mandailing Natal AKBP Mardiaz K.D., S.Ik., M.Hum didampingi Kasat Reskrim AKP Wira Prayatna, SH, S.Ik menyebutkan bahwa pelaku an. Saut, Rizka, Dkk pernah melakukan aksi curanmor 13 kali di wilayah hukum Polres Madina bahkan juga melakukan di wilayah lain, pelaku an. RIZKA merupakan kasus narkoba di Polres Madina, dan pelaku Rizka berdasarkan informasi dari Sat Res Narkoba Polres Madina merupakan Bandar narkoba dan pelaku perampokan yang memiliki senpi.(cc/ss/md)

Lihat Juga

Wakil Bupati Labusel Lepas Pawai Takbir Kendaraan Hias Idul Adha 1440 H/2019 M

Labusel | suarasumut.com –  Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) mengelar Pawai Takbir Hari Raya Idul …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.