Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Sambil Gendong Anak Pedagang Kios Pantai Bosur Datangi Kantor Bupati

Sambil Gendong Anak Pedagang Kios Pantai Bosur Datangi Kantor Bupati

Pandan , suarasumut.com – Fatmawati Lingga (41) pedagang kios pantai Bonaran Sukran (Bosur) Bupati Tapanuli Tengah Pandan. Maksud kedatangan Fatmawati bersama anak yang digendongnya, ingin menyampaikan aspirasinya terhadap Plt Bupati Tapteng Sukran Jamilan Tanjung SE tentang kebijakan dan keadilan pedagang Kios Pantai Bosur oleh BUMD PT Mansalar, Kamis (25/6).

Dikatakan Fatmawati, kedatangannya kekantor bupati hanya ingin menyampaikan terhadap Sukran Jamilan Tanjung SE tentang kepastian atau kebijakan dan keadilan yang dilakukan PT Mansalar terhadap kios kepemilikannya.

“Satpol PP memerintahkan selama 34 jam, kios yang saya tempati harus dikosongkan, dengan alasan, akan digantikan dengan kios pengontrak yang lain,” ujar Fatmawati.

Fatmawati mengakui selama 3 tahun yang kesehariannya berdagang Mie Aceh, Nasi Goreng Aceh, kopi Tuang dan minuman jenis lainnya sangat menyesalkan atas peraturan – peraturan yang dilakukan oleh pihak terkait membuat penjualan merata, menu nya dibagi .

“Dengan adanya peraturan menu pembagian, pejualan omset keseharian kami saat ini terkadang hanya mendapat Rp 20.000 per harinya,padahal dengan tidak adanya peraturan baru ini penjualan kami terkadang bisa mencapai Rp 350.000 per harinya,”ungkap Fatmawati.

Fatmawati menambahkan, atas ketidakadilan yang dilakukan oknum yang bekerja di Pantai Bosur,Fatmawati merasa di tuding melakukan hal yang tidak benar, sehingga diasingkan dari kios Pantai Bosur dengan mengatasnamakan Ketua DPRD Tapteng Bakthiar Ahmad Sibarani.

“Saya yakin ini bukan suruhan atau dalang dari Bakthiar Ahmad Sibarani, namun karena ada hubungan keluarga Baktiar dengan Barangin sehingga pramusaji dagangan Ana dan Marni menyuruh saya menutup kios mengatasnamakan Baragin,” ungkapnya.

Padahal kata Fatmawati, dulu awal dibukanya kios pantai Bosur, dinas Perdagangan Koperasi dan Perindustrian dan Usaha Uecil Menengah (Dagkopin dan UKM) Tapteng selalu mengajak untuk menempati kios pantai Bosur yang Kosong.  Pemkab Tapteng dulunya selalu mengajak kami untuk berjualan. Kami harus berjualan di kios Pantai Bosur kalau tidak, akan dikatakan malu jika kios yang kosong tidak ditempati,” imbuhnya.

Atas tidak jumpanya secara langsung Fatmawati dengan Sukran Jamilan Tanjung SE,melaui media ini, Ia sangat meminta agar Sukran Jamilan Tanjung memperhatikan rakyatnya yang perekonomian mulai berkurang. “Selaku kami rakyat bapak, tolong diperhatikan/dipertimbangkan rakyat bapak yang tertindas di Pantai Bosur ini, tidak ada keadilan selama ini didapatkan, selama 1 tahun 6 bulan selalu ada peraturan, padahal anak saya butuh untuk membeli susu,” haru Fatmawati dibasuh air matanya.(ph/ss/tt)

Lihat Juga

Banggar DPRD Dan TPAD Pemkab Labusel Bahas APBD 2020

LABUSEL | suarasumut.com  –  Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) bersama Tim Anggaran …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.