Beranda ›› Headline ›› Saat Sidang, Aneh Oknum Dr RSUD Rantauprapat Tak Ngerti Kapan Keluar Visum Pasien

Saat Sidang, Aneh Oknum Dr RSUD Rantauprapat Tak Ngerti Kapan Keluar Visum Pasien

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Aneh kata itu kerap dilontarkan pengunjung sidang di Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat pada saat saksi ahli (visum) dihadirkan dipersidangan yaitu Dr Dewi Sartika Purba.

Karena pada saat ditanyakan Majelis Hakim yang diketuai Fitriadi,SH,Cs kapan dikeluarkan Visum korban Restuti Niati Zaluku (36) warga asrama Polres Labuhanbatu, saksi ahli malah kebingungan saat Majelis Hakim mencecar pertanyaan diruang sidang PN itu.

“Nggak tahu aku majelis kapan dikeluarkan visum itu, tapi kalau yang membuat visum itu aku. Yang pasti kapan orang datang ke RSUD Rantauprapat mau visum ku catat dan ku masukkan apa-apa saja yang luka. Kalau soal kapan keluarnya visum itu aku tidak mengetahuinya, yang tahu itu tata usaha kapan keluar visumnya,”kata Dr Dewi saat dipersidagan, Selasa (3/11) dengan lantang.

Dikatakannya, dalam penulisan visum atas korban Zalukhu ia mengakuinya kalau visum tersebut ia yang menulisnya. Namun ia tidak mengetahuinya kalau visum tersebut diambil tanggal berapa.

“Sudah lama itu majelis kejadiannya, jadi saya tidak ingat lagi di tanggal berapa saya visum. Karena sudah setahun yang lalu itu majelis masalahnya,”ungkap Dewi.

Sekedar mengingatkan, kata Fitriadi, dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) bahwa visum yang dibuat pada 20 Januari 2015. Tapi diambil pada bulan juni, apakah boleh lamanya visum diambil segini lamanya?,tanya majelis.

Memang dalam pengambilan visum setidaknya paling lambat seminggu setelah kejadian, tapi atas masalah hal itu aku tidak mengetahui majelis karena TU yang tahu, sebab dibulan Juni saya sedang melakukan pelatihan di kota Medan,”terang Dewi.

Atas sidang penganiayaan yang melibatkan Suryani boru Sitorus (48) dan Srimawarni (26) warga Padang bulan, Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu atas korban Restuti Niati Zaluku ditunda pekan depan. Yang mana sebelumnya kedua pelaku diduga melakukan penganiyayan terhadap korban Restuti Niati Zaluku.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.