Beranda ›› Headline ›› RSUD Rantauprapat Pola BLUD Hanya Miliki 1 Dokter Spesialis Penyakit Dalam

RSUD Rantauprapat Pola BLUD Hanya Miliki 1 Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Rantauprapat, suarasumut.com – Pelayanan medic spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat berklasifikasi “B” berpola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sangat memprihatinkan. Pasalnya, hingga 70 persen pasien RSU milik Pemkab Labuhanbatu itu di dominasi masyarakat yang mengidap penyakit dalam.

Tak pelak, masyarakat selaku penerima pelayanan medic di RSUD Rantauprapat milik merintah daerah Kabupaten Labuhanbatu itu sering mengeluh karena tidak segera mendapatkan hak-haknya. Ironinya, atas setiap keluhan yang disampaikan oleh pasien maupun pihak keluarga, Pemkab Labuhanbatu yang dipimpin Bupati dr Tigor Panusunan Siregar seolah tak peduli dan memperbaiki pelayanan.

Informasi yang dihimpun suarasumut.com hingga Rabu (1/4), RSUD Rantauprapat milik Pemkab Labuhanbatu yang berada di Jalan KH Dewantara, Kecamatan Rantau Selatan itu sudah berklasifikasi “B” sejak tahun sejak tahun 2009. Saat itu, jumlah tenaga medis spesialis penyakit dalam sebanyak 4 orang, yakni, dr Nina Karmila SpPD, dr Anwar SpPD, dr Ediyan Pinem SpPD, dan dr Novri SpPD.

Relawan Kesehatan Indonesia di Kabupaten Labuhanbatu, Surya Eddi Hasibuan SE menyebutkan, tenaga medis spesialis penyakit dalam di RSUD Rantauprapat hanya tinggal 1 orang, yakni, dr Novri SpPD yang status kepegawaiannya masih calon PNS. “Saat ini RSUD Rantauprapat hanya memiliki 1 orang dokter spesialis penyakit dalam, padahal 70 persen pasien yang dilayani mengidap penyakit. Merujuk pada klasifikasi rumah sakit, sepantasnya tenaga medis spesialis penyakit dalam ditambahi,” kata Surya Eddi Hasibuan.

Menurut Surya Eddi Hasibuan, terjadinya pengurangan tenaga medis spesilais penyakit dalam tersebut dikarenakan mutasi dan telah mencapai usia pensiun. Lanjutnya, jika jumlah tenaga medis yang dimaksud tak kunjung ditambahi, Surya Eddi Hasibuan khawatir banyak masyarakat yang tidak terlayani. “Konidisi ini sangat memprihatinkan, jumlah pasien yang membludak, namun tenaga medis sangat minim. Kita khawatirkan, masyarakat yang kurang mampu harus menunggu lama untuk mendapatkan pelayanan,” sebut Surya Eddi Hasibuan.

Pimpinan BLUD RSUD Rantauprapat, dr Natsir Pohan dikonfirmasi via seluler, tidak memberikan tanggapan sekalipun nada dering panggilan masuk berbunyi. Hal yang sama juga dilakukan Natsir Pohan dikala dikonfirmasi via short massage service (SMS), konfirmasi persentase jenis peyakit pasien dan jumlah tenaga medis spesilis penyakit dalam yang dikirimkan kepadanya tak berbalas.

Hal serupa, Kabag Humas Pemkab Labuhanbatu, Sugeng dikonfirmasi via seluler juga tak memberikan tanggapan sekalipun nada peanggilan masuk berulangkali bordering. Begitu juga saat dikonfirmasi via SMS terkait langkah Bupati dr Tigor mengatasi jumlah tenaga medis penyakit dalam tersebut, Sugeng tak kunjung memberikan jawaban hingga berita ini dikirimkan ke meja redaksi. (ls/ss/lb)

Lihat Juga

Danramil 09/Sirombu Turut Sukseskan Program KB Manunggal

Nias Barat | suarasumut.com  –  Beberapa tahun belakangan pemerintah melibatkan TNI dalam mensukseskan program KB …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.