Beranda ›› Headline ›› Rp. 568 Jt Dana Kapitasi JKN BPJS Labura “Menguap”

Rp. 568 Jt Dana Kapitasi JKN BPJS Labura “Menguap”

Aek Kanopan, suarasumut.com – Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) mengalami pemotongan yang fantastis, yakni mencapai angka 56 %. Pemotongan dana jasa medik yang seharusnya dibayarkan kepada tenaga medis dan perawat di puskesmas ini diperkirakan terjadi di seluruh puskesmas yang ada di daerah ini.

Informasi adanya pemotongan ini diperoleh dari salah seorang sumber yang sangat layak dipercaya di Puskesmas Tanjung Leidong, Kecamatan Kualuh Leidong. Sumber yang merupakan tenaga medis ini menyebutkan, pemotongan dana kapitasi yang merupakan hak mutlak mereka, kini telah dijadikan sebagai ajang memperkaya diri oknum-oknum petinggi Dinas Kesehatan Labura. Tidak tanggung-tanggung, dari Rp. 928.000 yang seharusnya diterima oleh tenaga medis honor, hanya dibayarkan sebesar Rp. 400.000. Dengan demikian, 56 % dari dana kapitasi yang semestinya diterima tenaga medis honor ini, kini telah terpotong dan “menguap” ke kantong para petinggi di dinasnya.

Sedangkan untuk tenaga medis Pegawai Negeri Sipil, penyaluran dana kapitasi yang telah diatur dengan Perpres No 32 Tahun 2014 dan Permenkes No 28 Tahun 2014 ini mengalami pemotongan lebih kecil yakni sekitar 35 % dan yang dibayarkan hanya sebesar Rp. 600.000 dari Rp. 928.000 yang seharusnya mereka terima.

Khusus tenaga medis honorer, sumber ini menyebutkan, pemotongan ini dilakukan dengan dalih 20 % untuk keperluan belanja alkes, laptop dan obat-obatan, 21 % untuk Kepala Dinas, 10 % untuk pegelola puskesmas Tanjung Leidong, dan 5 % untuk biaya operasional berupa pembelian bensin dan oksigen untuk puskesmas.

Dengan demikian, jika dikalkulasi dengan jumlah tenaga medis se Labura, jumlah dana kapitasi yang menguap ini adalah sebesar Rp. 568.480.000. Data jumlah tenaga medis Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan honorer yang diketahui berdasarkan keterangan yang diterima dari Sekretaris Dinas Kesehatan dr Asal Meliala adalah, 10/12, tenaga PNS sebanyak 682 orang dan tenaga honorer sebanyak 471 orang, serta sebanyak 182 orang bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT).

Dikonfirmasi terkait adanya pemotongan ini, Asal Meliala mengaku belum mengetahuinya. Ia berdalih, selama ini belum pernah ada laporan dari tenaga medis di puskesmas-puskesmas yang sampai ke pihaknya. Pun demikian, Asal berjanji, pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan ini. “Saya belum mengetahui hal itu, untuk itu kami akan segera menindaklanjuti masalah ini,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Burhanuddin Harahap Mkes yang namanya terbawa-bawa dan disebut mendapat bagian sebesar 21 % dari pemotongan dana kapitasi ini, belum berhasil ditemui untuk diminta tanggapannya.(rz/ss/lu)

Lihat Juga

Wakil Bupati Labusel Lepas Pawai Takbir Kendaraan Hias Idul Adha 1440 H/2019 M

Labusel | suarasumut.com –  Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) mengelar Pawai Takbir Hari Raya Idul …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.