Beranda ›› Headline ›› Rezim Tigor Jadi Bupati Labuhanbatu Kian Bobrok

Rezim Tigor Jadi Bupati Labuhanbatu Kian Bobrok

Rantauprapat, suarasumut.com – Selama masa kepemimpinan dr.H.Tigor Panusunan Siregar,SpPD menjadi Bupati di Kabupaten Labuhanbatu sejak tahun 2010 silam keadaan serta kondisi Kabupaten yang dijuluki petro dolar tersebut kian hari
bertambah bobrok.

Sebab, sejak dilantik Tigor menjadi Bupati pada tanggal 19 agustus 2010 lalu, langsung diserang aksi demonstrasi. Pada 18 Februari 2011 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara delegasi Sumut dan Kesatuan aksi mahasiswa dan masyarakat peduli anti korupsi (KAMMPAK) melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Labuhanbatu.

Saat itu para aktivis ini meminta penegak hukum memeriksa Tigor terkait dugaan korupsi alat kesehatan berupa CT Scan, alat cuci darah dan rontgen pada RSUD Rantauprapat tahun anggaran 2004-2005 yang diduga melibatkanya ketika Tigor menjabat sebagai direktur RSUD Rantauprapat.

Dalam orasi para aktivis ini kala itu terjadi adanya kerugian negara dalam pengadaan Alkes tersebut senilai Rp 4,5 Milyar akibat alat kesehatan tersebut merupakan barang bekas.

Tak puas aksinya hanya dilakukan di Labuhanbatu pada sekitar sebulan kemudian tanggal 28 maret 2011, massa yang menamakan FM2B-AK kembali menggelar aksi unjuk rasa di Mapoldasu.

Dalam tuntutan yang sama Massa mendesak kapoldasu dan kajatisu untuk memeriksa Bupati Labuhanbatu Tigor Panusunan Siregar dalam dugaan korupsi alkes tersebut.

Ternyata demo tersebut merupakan awal batu sandungan terhadap pemerintahan, sebab tanggal 7 maret 2011 Tigor kembali di demo ratusan guru dan ormas dalam kasus korupsi sertifikasi guru senilai Rp 2,9 Milyar pada dinas pendidikan.

Kemudian tanggal 9 Mei 2011, Tigor didemo aktivis atas kasus kecelakaan kerja yang berujung bentrok. Catatan kelam pemerintahan Tigor kembali berlanjut, pada tanggal 26 Mei 2011 Tigor didemo pedagang pasar terkait kericuhan relokasi pedagang pasar baru ke pasar gelugur.

Sehingga berlanjut tanggal 1 Juni 2011 Tigor kembali didemo Front Perlawanan
Rakyat Bersatu (FPRB) yang menggelar unjuk rasa di Kantor Bupati meminta Tigor turun dari jabatanya dikarenakan tidak mampu menyelesaikan kasus-kasus rakyat, dan terkhusus dalam demo tersebut sejumlah siswa-siswi SMP turut dalam aksi demonstrasi tersebut sekaitan pemutasian sejumlah kepala sekolah, dalam sepekan kemudian sms ajakan demonstrasi besar-besaran oleh FPRB kemudian menyebar luas dikalangan masyarakat yang akan berlangsung pada 3 juni 2011.

“Situasi pemerintahan Tigor – Suhari sudah gawat dan carut marut, rakyat telah dibohongi, banyak program yang tidak menguntungkan rakyat, malah memiskinkan rakyat, mari bersatu dalam unjuk rasa besar-besaran dengan ribuan massa di bulan juni, dan sudah saatnya Tigor-Suhari turun sekarang juga demi kesejahteraan rakyat Labuhanbatu” isi SMS yang sempat beredar pada saat itu.

Disamping sms tersebut kemudian juga tersebar luas selebaran yang berisikan 9 kebohongan Bupati Tigor. Isi dari selebaran itu yakni, mencalonnya Tigor jadi Bupati dikarenakan sakit hati akibat diganti dari jabatan Direktur RSUD yang
sudah dua priode dijabatnya oleh mantan Bupati HT Milwan, sedangkan menurut selebaran itu “Tigor berjanji hanya akan duduk di posisi orang nomor satu, hanya satu priode saja dan itu membuktikan tidak adanya niat untuk membangun
Labuhanbatu, Tigor dulu berjanji akan tetap membuka praktek walaupun jadi bupati, namun saat ini bupati disebut lupa kacang pada kulitnya.

Sementara masih dalam selebaran itu pada poin selanjutnya“Tigor dahulu sering mengatakan istri mantan Bupati HT Milwan sebagai mak etek karena urusan kantor bupati sering diselesaikan didapur, bahkan sekarang dikatakan lebih parah, aparat didesa/kelurahan jadi korban KTP gratis, kerja diminta sukses sementara tambahan anggaran untuk aparat tidak dicairkan, birokrasi semakin tidak baik, sebab jabatan diperjualbelikan, Tigor selalu membanggakan pembangunan daerah pesisir pantai, padahal semua itu sudah dianggarkan, seharusnya bupati mampu menggali PAD,”

Selain itu, “Tigor telah merusak tatanan pilar demokrasi dengan Eksecutif, Legislatif dan Yudikatif. Itu dibuktikan dengan sikap Tigor yang memakai jasa
salah seorang oknum hakim dalam semua urusan seperti terkait proyek dan pengangkatan pejabat yang akhirnya merusak citra lembaga hukum sekaligus pertanda buruk penegakan hukum di Labuhanbatu, serta poin terakhir bahwa Tigor pernah berjanji akan membentuk Tigor Centre sebagai lembaga aspirasi masyarakat, namun hingga kini hal itu dikatakan hanya sebatas janji manis belaka”bunyi selebaran tersebut.

Kemudian adanya sms ajakan demo besar-besaran dan selebaran tersebut terbukti pada tanggal 30 juni 2011, ketika FPRB kembali mendatangi kantor DPRD Labuhanbatu dan kantor Bupati menuntut pemerintahan Tigor– Suhari untuk konsisten memperjuangkan nasib rakyat dan menuntaskan kasus – kasus rakyat yang tidak pernah kunjung diselesaikan hingga saat ini“kami minta penuntasan kasus – kasus rakyat,” kata Jhony Ndraha orator aksi.

Adapun Tuntutan massa sebanyak delapan poin itu dibacakan para pengunjuk rasa meliputi, penuntasan permasalan pasar gelugur, perburuhan, permasalahan sengketa tanah antara masyarakat dengan perusahaan,persoalan kesejahteraan
PNS, persoalan gaji sertifikasi guru, masalah ADD, dan persoalan honor kepala desa yang sudah enam bulan belum dibayarkan.

Ditambah lagi, dengan berbekal spanduk dan poster, para pengunjuk rasa juga menyampaikan aspirasi kekesalan mereka terhadap adanya oknum hakim yang menjadi mafia proyek di lingkungan Pemkab Labuhanbatu,bahkan pada saat itu para demonstran menyeret sejumlah anggota DPRD Labuhanbatu untuk melihat aksi demonstrasi mereka tak selesai sampai disitu pada tanggal 20 oktober 2011 aksi demo menyangkut pemerintahan Tigor kembali terjadi, saat itu sejumlah aktivis yang mengaku Dewan Rakyat Penyelamat Tigor-Suhari (Dramatis) saat melakukan aksi damai dihalaman PN Rantauprapat.

Dalam orasinya Dramatis membongkar adanya kongkalikong makelar proyek APBD serta jabatan, di tubuh pemerintahan Tigor yang melibatkan salah seorang oknum hakim di PN Rantau Prapat. Tanggal 11 Nopember 2011 Tigor kembali didemo pedagang terkait kisruh dugaan kecurangan relokasi pedagang ke pasar gelugur yang menjurus kepada nyarisnya Tigor jadi bahan amukan massa. Hingga kemudian sandungan kasus dugaan korupsi kembali melanda Tigor ketika Barisan Pemuda Labuhanbatu Bersih (BPLP) melakukan aksi demosntrasi di depan gedung KPK tanggal 10 september 2012 lalu yang meminta Bupati Labuhanbatu Tigor Panusunan Siregar ditangkap atas dugaan korupsi APBD Labuhanbatu tahun 2011.

Berselang kemudian tanggal 25 september Forum Masyarakat Labuhanbatu Anti Korupsi kembali demo di KPK yang memaparkan dugaan korupsi Bupati Labuhanbatu sesuai audit BPK RI pada APBD Labuhanbatu tahun 2011, dan pada tanggal 16 Oktober 2012 Forum Masyarakat Labuhanbatu Anti Korupsi kembali menggelar demo di KPK untuk mendesak KPK segera menangkap Bupati Labuhanbatu dalam dugaan korupsi APBD Labuhanbatu tahun 2011 senilai Rp 124 milyar.

Hingga pada tanggal 17 Oktober 2012, ketika berlangsungnya HUT Pemkab Labuhanbatu ke 67, puluhan elemen masyarakat dan mahasiswa menggelar aksi demo di depan kantor DPRD Labuhanbatu untuk mendukung KPK segera melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Labuhanbatu Tigor Panusunan.

Selain itu,Tigor sempat pernah dilaporkan oleh Partai Politik (Parpol) ke Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pelbagai korupsi yakni salah satunya dana sertifikasi guru. Pemkab Labuhanbatu belum memberikan keterangan
resmi atas perihal ini.(ta/ss/lb)

Lihat Juga

Bupati Nias Ajak Gelar Turnamen Volly Bina Atlet Nias

Nias | suarasumut.com –  Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli,MM mengajak semua pihak untuk menggelar turnamen …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.