Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› RELOKASI EKS PASAR BARU RANTAUPRAPAT SARAT KORUPSI

RELOKASI EKS PASAR BARU RANTAUPRAPAT SARAT KORUPSI

Rantauprapat, suarasumut.com – Pemerintah Kabupetan Labuhabatu sebelum melakukan transaksi sewa menyewa atas lahan eks Pasar Baru (pajak baru) kepada pihak ketiga sebaiknya menetapkan dan merivisi ulang Peraturan Daerah ( Perda ) tentang pemakaian kekayaan daerah yang disesuaikan dengan nilai Asset berdasarkan harga pasar.

Demikian dikatakan oleh patrisno aktivis Laskar Anti Korupsi Indonesia Labuhanbatu kepada waratawan, Senin (5/5) kalau benar, bahwa Pemkab Labuhanbatu telah melakukan Mou dengan pihak ketiga atas lahan Eks Pasar Baru di Rantauprapat telah di sewakan kepada pengusaha Jakarta untuk dibangun Mega Mall Plaza itu adalah illegal, melanggar Peraturan dan Perundang-undangan yang berlaku.

Dijelaskannya, semua Asset Daerah yang disewakan kepada pihak ketiga harus mempunyai payung hukum yang diantaranya berisikan bahwa nilai sewa asset tersebut berdasarkan harga pasar yang disesuaikan dengan kebutuhan, mengacu kepada PP 6/2006 juga mengatur bentuk investasi Pemerintah Daerah.

“ Apa bila Pemkab tidak mengeluarkan Perbup tentang sewa menyewa Asset Daerah yang ada, maka dapat kita pastikan Mou apapun namanya asal masalah sewa kontrak asset daerah adalah Melanggar Peraturan yang berlaku,” kata tegas Patrisno.

Ditempat terpisah, Ketua DPRD Labuhanbatu Hj Elya Rosa Siregar Spd yang ditemui wartawan Koran ini juga terlihat bingung karena merasa bahwa lembaga legislatip yang diketuainya sampai saat ini belum mengetahui adanya transaksi sewa menyewa tanah eks Pasar Glugur tersebut.

“Informasi mengenai eks pasar baru rantauprapat akan dibangun mega plaza oleh pemkab setempat belum jelas. Sampai saat ini belum ada kepastian hanya berupa rumors atau isu,” hal itu ditegaskan Hj Elya Rosa di ruangan lobi DPRD, Senin (05/04) kepada sejumlah wartawan.
Menurutnya setiap yang menyangkut asset pemerintah daerah terlebih dahulu harus dimusyawarahkan dan dibuat Ranperdanya. Karena inikan Asset Daerah. Nilai kontrak juga ditaksir berdasarkan nilai pasar. Ada prosesnya, kita di DPRD sampai saat ini belum diberitahukan apa lagi membahasnya Perbupnya, kata Elya Rossa

Seperti diketahui bahwa relokasi Pasar Gelugur Rantauprapat hingga saat ini belum ada keterangan dari pihak pemkab labuhanbatu untuk di buat bangunan berbentuk Mall /Plaza yang nota bene menurut informasi sudah ada pihak ketiga yang menanda tangani kesepakatan ( Mou ).

Seperti pemberitaan dibeberapa media Lelang Eks Lahan Pasar Baru Tanpa Koordinasi DPRD Labuhanbatu meski tanpa koordinasi dengan pihak legislatif, proyek pembangunan mall di lahan eks Pasar Baru, Rantauprapat tetap berjalan. Padahal, sesuai ketentuan berlaku Pemkab Labuhanbatu mesti melakukan kordinasi dengan DPRD setempat jika melakukan lelang pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintahan setempat.”Sama sekali tidak ada pemberitahuan ke legislatif,” ungkap Ketua DPRD Labuhanbatu, Elya Rosa Siregar, Jumat (9/5).

Sesuai ketentuan, menurut dia, koordinasi pemerintahan kabupaten harus dilakukan dengan DPRD. “Kan, ketentuannya seperti itu. Harus ada kordinasi eksekutif ke legislatif,” cecarnya.

Secara kelembagaan legislatif, katanya sampai saat ini belum mengetahui adanya transaksi sewa menyewa tanah eks Pasar Baru Rantauprapat tersebut. Menurutnya, setiap yang menyangkut asset pemerintah daerah terlebih dahulu harus dimusyawarahkan.
Sementara pihak Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Pemkab Labuhanbatu, Herry AP mengakui jika proses lelang aset Pemkab tersebut masih terus dilakukan. “Masih terus dilakukan,” ujarnya.

Bahkan, kata Herry tahapan yang akan dilakukan masuk pada penetapan pemenang tender. “Dalam waktu dekat akan ditetapkan pemenangnya,” jelas Herry. Beredar informasi sejumlah nama perusahaan yang masih mengikuti tender dan bakal sebagai developer di eks lahan pasar baru Rantauprapat itu. Diantaranya, PT Medan Cahaya Prima, Menteng Jakarta. PT Rizky Langgeng Abadi, Tanjung Duren Raya, Jakarta. Dan, PT Sentra Timur Raya, Slipi Palmerah, Jaksel.

Seperti pemberitaan sebelumnya, lahan eks Pasar Baru dalam berkas pengumuman prakualifikasi milik ULP Labuhanbatu bernomor : 001/PAB-BGS/2014, disebutkan luas lahan 17.951M2. Sedangkan pada plank nama asset disebutkan luas 20.211 m2.
Pemkab Labuhanbatu menawarkan pembangunan super mall ke pihak ketiga sebagai investor untuk membangun lahan eks pasar baru tersebut. Sistem yang diterapkan bangun guna serah (BGS) atau built operate transfer (BOT). Dengan lama jangka waktu kerjasama 30 tahun.

Pemkab Labuhanbatu kedepan memplot lahan eks Pasar Baru tersebut sebagai kawasan industri perhotelan dan pasar modern kepada para investor. Alasannya, mengingat masih terbatasnya hotel dan perdagangan modern yang representative di Labuhanbatu.( ta/ss/ra )

Lihat Juga

Reckitt Benckiser Dan Kemenkes Kolaborasi Edukasi Pentingnya Menjaga Kesehatan

Jakarta | suarasumut.com  –  Kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya menjaga kesehatan masih sangat rendah. Baik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.