Beranda ›› Headline ›› Razia Gabungan UPT. Dishub Provsu, Satlantas Dan POM Labuhanbatu Di Jalan Provinsi Dinilai ‘Ecek-Ecek’

Razia Gabungan UPT. Dishub Provsu, Satlantas Dan POM Labuhanbatu Di Jalan Provinsi Dinilai ‘Ecek-Ecek’

                                                     Aswin Dalimunthe : Kelas Jalan Di Sumatera Utara Ini Sama-Sama Tahulah”

 

Negerilama | suarasumut.com  –  Razia gabungan terdiri dari Unit Pengelola Teknis (UPT) Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara , unsur TNI diwakili Polisi Militer dan Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Labuhanbatu di jalan Provinsi tepatnya Desa Perkebunan Sennah, Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu, Selasa (22/8) pagi, dinilai ecek-ecek.

Pasalnya, razia gabungan dimaksud selain hanya sebentar saja, dinilai tidak pada persoalan yang dikeluhkan warga selama ini yakni over tonase puluhan truk perusahaan perkebunan yang mengakibatkan hancurnya jembatan dan ruas jalan.

Selain itu razia ecek-ecek tersebut hanya difokuskan terhadap pemeriksaan kelengkapan surat-surat kendaraan yang sedang melintas di jalan provinsi kelas 3 tersebut, anehnya puluhan truk over tonase kala itu bebas melenggang tanpa tersentuh operasi.

Hal itu diutarakan Sekretaris Persatuan Wartawan Bilah Hilir Labuhanbatu, Sofyan Ritonga, kepada beberapa wartawan ketika ditemui disalah satu warung kopi persis didepan kantor Polsek Bilah Hilir.

“Razia gabungan itu ecek-ecek, tidak seperti yang diharapkan warga pesisir pantai selama ini,” tegas Sofyan.

Kalau hanya hitungan menit razianya lanjutnya, kenapa sampai melibatkan beberapa unsur ? kemudian ini hanya shock therapy bagi beberapa perusahaan yang menggunakan truk over tonase, namun tidak menyentuh keluhan warga.
Diungkapkannya, bobot truk tangki CPO saja sudah 10 ton ditambah muatan 30 ton maka totalnya 40 ton, apa ini sesuai aturan? “ada apa semua ini?” ungkapnya.

Dirinya mengingatkan pemerintah, jangan salahkan warga karena sudah emosi bila warga turun kejalan melakukan aksi yang disebabkan ulah para pengusaha yang sudah merusak jalan dan jembatan.

“Bayangkan kalau warga kecamatan Panai Hulu, Kecamatan Bilah Hilir dan Kecamatan Pangkatan melakukan aksi serentak dijalan prorvinsi itu, apa tidak repot ?,”ungkapnya.

Ketua Tim razia gabungan Aswin Dalimunthe ketika dimintai komentarnya dilokasi razia kepada wartawan mengatakan terkait tudingan warga yang menyebut menerima upeti dari perusahaan yang ada, dirinya tidak ada menerima. “Saya tidak ada menerima upeti, tudingan warga sah-sah saja,” ungkapnya.

Ditanya terkait kelas jalan provinsi dari Aek Nabara Kecamatan Bilah Hulu menuju Ajamu Kecamatan Panai Hulu di Kabupaten Labuhanbatu, dirinya berkilah serta mengatakan tahu sama tahulah kelas jalan di Sumatera Utara ini.

Disinggung mengenai puluhan truk over tonase milik perusahaan perkebunan yang bebas melintas dijalan provinsi dimaksud, pihaknya berdalih serta mengatakan tidak bisa mengambil tindakan disebabkan UPT. Dishub Provinsi tidak memiliki timbangan portabel. “Kita tidak miliki timbangan portable, Pak,” dalihnya.
Hal berbeda diungkapkan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Unit Pengelola Teknis (UPT) Bina Marga Provinsi Sumatera Utara, Heriadi Kudadiri, ketika dihubungi, Jumat (18/8) sore melalui selularnya kepada wartawan mengatakan semua jalan provinsi di Indonesia adalah kelas 3 (tiga) dengan bobot tonase maksimal 8 ton. “Sumbu muatan jalan provinsi itu maksimum 8 ton,”tegas Heriadi Kudadiri. ta/ss/lb.

Lihat Juga

Danramil 09/Sirombu Turut Sukseskan Program KB Manunggal

Nias Barat | suarasumut.com  –  Beberapa tahun belakangan pemerintah melibatkan TNI dalam mensukseskan program KB …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.