Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› RATUSAN MASSA SBSI DATANGI PEMKAB SERGAI TUNTUT FASILITASI BURUH
300 Masa SBSI Duduki Pemkab Sergai Tuntut Fasilitas Buruh SEIRAMPAH- Suara Sumut Dewan Pengurus Cabang Serikat Buruh Sejahtera Indonesia, (SBSI) 1992 Kabupaten Serdang Bedagai melakukan aksi demonstrasi damai di Halaman Pemkab Sergai, Jumat (02/01) sekira pukul 10.00 WIB. Berkisar 300 massa DPC SBSI dengan menggunakan alat pengeras suara meminta dan menuntut kepada Pemkab Sergai untuk dapat memfasilitasi buruh khususnya untuk dapat merayakan hari buruh sedunia (May Day) melalui anggaran Pemkab Sergai. Beberapa hal tuntutan yang diajukan buruh yang tergabung dalam SBSI 92 "Menolak rencana pemerintah untuk menaikan tarif dasar listrik (TDL) karena jelas itu sangat membebankan masyarakat khususnya kaum buruh yang berpendapatan rendah,"jelas Roni Ramadani Ketua DPC SBSI 1992 Kabupaten Sergai didampingi Sekretarisnya, Muhammad Hendrik. Lanjutnya, SBSI 1992 juga meminta kepada Pemkab Sergai agar lebih serius menangani kasus tentang permasalahan outsorsing sesuai dengan Permenaker Nomor 19 Tahun 2012. "Menolak Undang-Undang tentang BPJS, karna kami menganggap kebijakan karena sangat merugikan kaum buruh yang dipaksakan harus menggiur untuk menanggung beban selama menjadi tanggung jawab pengusahan dan pemerintah,"cetusnya. Menurutnya, Pemkab Sergai diminta untuk menindak tegas kepada perusahaan yang masih melakukan pelanggaran normatif sesuai undang-undang nomor : 13 Tahun 2003. Menanggapi aspirasi DPC SBSI, Asisten II Ekbangsos didampingi Kadis Sosialnaker, Karno SH mengatakan akan menyampaikan aspirasi kepada pimpinan di Kabupaten Sergai. " Nanti kita sampaikan kepada pimpinan kita,"jelasnya. Unjuk rasa yang dilakukan SBSI 1992 juga mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian Polres Sergai, dengan mendapat pengawalan pihak kepolisian aksi berjalan damai dan akhirnya massa membubarkan diri secara tertib tanpa adatindakananarkis. (Putra)

RATUSAN MASSA SBSI DATANGI PEMKAB SERGAI TUNTUT FASILITASI BURUH

SEI RAMPAH, suarasumut.com  –  Dewan Pengurus Cabang Serikat Buruh Sejahtera Indonesia, ( SBSI ) 1992 Kabupaten Serdang Bedagai melakukan aksi demonstrasi damai di Halaman Pemkab Sergai, Jumat (02/01) sekira pukul 10.00 WIB.

Berkisar 300 massa DPC SBSI dengan menggunakan alat pengeras suara meminta dan menuntut kepada Pemkab Sergai untuk dapat memfasilitasi buruh khususnya untuk dapat merayakan hari buruh sedunia ( May Day ) melalui anggaran Pemkab Sergai.

Beberapa hal tuntutan yang diajukan buruh yang tergabung dalam SBSI 92 “Menolak rencana pemerintah untuk menaikan tarif dasar listrik ( TDL ) karena jelas itu sangat membebankan masyarakat khususnya kaum buruh yang berpendapatan rendah,”jelas Roni Ramadani Ketua DPC SBSI 1992 Kabupaten Sergai didampingi Sekretarisnya, Muhammad Hendrik.

Lanjutnya, SBSI 1992 juga meminta kepada Pemkab Sergai agar lebih serius menangani kasus tentang permasalahan outsorsing sesuai dengan Permenaker Nomor 19 Tahun 2012.

“Menolak Undang-Undang tentang BPJS, karna kami menganggap kebijakan  sangat merugikan kaum buruh dan terlalu  dipaksakan, harus ikut  menanggung beban selama menjadi tanggung jawab perusahaan dan pemerintah,”cetusnya.

Menurutnya, Pemkab Sergai diminta untuk menindak tegas kepada perusahaan yang masih melakukan pelanggaran normatif sesuai undang-undang nomor  13 Tahun 2003.

Menanggapi aspirasi DPC SBSI, Asisten II Ekbangsos didampingi Kadis Sosialnaker, Karno SH mengatakan akan menyampaikan aspirasi kepada pimpinan di Kabupaten Sergai. ” Nanti kita sampaikan kepada pimpinan kita,”jelasnya.

Unjuk rasa yang dilakukan SBSI 1992 juga mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian Polres Sergai, dengan mendapat pengawalan pihak kepolisian aksi berjalan damai dan akhirnya massa membubarkan diri secara tertib tanpa ada tindakan anarkis. ( pu/ss/sr )

Lihat Juga

Bupati Karo Lantik Tujuh Pejabat Tinggi Pratama

Karo | suarasumut.com  –  Bupati Karo Terkelin Brahmana,SH melantik Staff Ahli dan 7 Kepala SKPD …

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.