Beranda ›› Headline ›› Pungli Hiasi Sejumlah Sekolah Saat Penerimaan Siswa Baru Di Labuhanbatu

Pungli Hiasi Sejumlah Sekolah Saat Penerimaan Siswa Baru Di Labuhanbatu

Bilah Hilir | suarasumut.com  –  Kendati biaya untuk penerimaan siswa baru telah diatur dalam item BOS (Biaya Operasional Sekolah), namun budaya pungli (pungutan liar) terus mewarnai sejumlah sekolah saat penerimaan siswa pada tahun ajaran baru.

Hal ini terjadi dalam setiap tahun nya,baik saat penerimaan siswa baru maupun ketika pengambilan ijazah, dimana pihak sekolah selalu bersembunyi dibelakang komite, dan berpayungkan hasil rapat.

Tapi yang menjadi pertanyaannya kemana anggaran yang telah dianggarkan Pemerintah melalui dana BOS dalam setiap triwulannya.

Di Kecamatan Bilah Hilir khususnya, sejumlah sekolah yang ada terus melakukan pengutipan biaya dengan seribu alasan dan dalih, meski pun hal tersebut tidak dibenarkan.

Bahkan ironisnya, pihak sekolah tak segan- segan mengatakan kalau hal tersebut merupakan kesepakatan hasil musyawarah antara komite dan wali murid, lantas kemana anggaran yang telah di anggarkan Pemerintah melalui dana BOS selama ini..?

Bahkan alasan se ikhlas hati pun menjadi tameng pihak sekolah dalam melakukan pungli, namun dibalik itu pelanggaran yang jelas berdampak merugikan masyarakat pun terus dilakukan tanpa adanya teguran, dan tindakan yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Labuhanbatu.

Di SMP Negeri I Bilah Hilir contohnya, pengutipan sebesar Rp 300.000 persiswa dengan alasan untuk pembelian dasi, topi dan atribut menjadi dalih pihak sekolah dalam melakikan pengutipan terhadap para wali murid saat penerimaan siswa baru.

Padahal kalau untuk atribut telah di tanggung melalui dana BOS, namun begitu tetap saja pihak sekolah melakukan pengutipan yang membuat wali murid kewalahan untuk mensekolahkan anaknya. “Iya pak,kami harus membawa uang sebesar Rp 300.000 saat memasukkan anak saya, padahal anak saya sudah tidak ada lagi ayahnya,sementara penghasilan saya yang karyawan BHL diperkebunan sampai mana lah..untuk makan aja kurang, tapi saya diharuskan membayar kontan, kalau kurang dari Rp 300.000 anak saya gak diterima,”ungkap salah seorang wali murid saat mendaftarkan anaknya.

Pihak sekolah sendiri sampai saat ini masih belum dapat ditemui guna memberikan alasan tetkait pengutipan tersebut, sedangkan petugas penerimaan murid baru di sekolah tersebut hanya bisa mengatakan kalau dirinya hanya menjalankan tugas.(ta/ss-lb)

Lihat Juga

Tingkatkan Pelayanan, Pemkab Nias Benahi Manajemen Kepegawaian

Nias | suarasumut.com  –  Meningkatkan pelayanan dan mewujudkan kondisi birokrasi yang ideal, Pemerintah Kabupaten Nias …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.