Beranda ›› Headline ›› Puluhan Wartawan Datangi PN Rantauprapat Minta Klarifikasi Penghadangan Tugas Jurnalistik

Puluhan Wartawan Datangi PN Rantauprapat Minta Klarifikasi Penghadangan Tugas Jurnalistik

Rantauprapat, suarasumut.com – Sejumlah wartawan elektronik dan media cetak bersama LSM bersama-sama mendatangi kantor Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat, untuk menemui ketua PN Rantauprapat meminta klarifikasi atas penghadangan wartawan saat melakukan peliputan.

“Kami kemari mempertanyakan, kenapa salah seorang rekan kami dilarang melakukan peliputan di kantor ini. Mohon Ketua Pengadilan menemui kami untuk memberikan klarifikasi,” teriak Imanuddin salah seorang wartawan elektronik di halaman PN Rantauprapat, Kamis (25/6).

Mendengar teriakan para wartawan, Wakil Ketua PN Rantauprapat R Aji Suryo yang juga selaku Humas langsung keluar dari ruangannya dan menemui para wartawan kemudian mengajak seluruh wartawan masuk keruangannya untuk memberikan klarifikasi serta penjelasan.

Kepada para wartawan, R Aji suryo menjelaskan, bahwa pihaknya tidak pernah melakukan pelarangan peliputan berita oleh wartawan. Dimana kejadian sebenarnya adalah pada hari Rabu (24/6) sore sekira pukul 17.00 wib Ketua PN Rantauprapat Tumpal Sagala SH baru saja selesai sidang. Saat hendak masuk kedalam ruangan kerjanya, dua orang wartawan menemuinya untuk melakukan konfirmasi.

Lalu lanjut R Aji Suro, Ketua PN Rantauprapat mengarahkan para wartawan kalau ingin konfirmasi langsung kepada Humas PN Rantauprapat. Mendengar hal itu, kedua wartawan tersebut pun lantas menemui Humas, namun karena Humas telah pulang kedua wartawan tersebut pun berinisiatif menunggu ketua PN Rantauprapat disekitar parkiran mobil.

“Saat Ketua hendak masuk ke mobil, kedua wartawan itu memaksakan diri agar bisa mengkonfirmasi. Namun, supir Ketua langsung menghadang para wartawan dengan alasan jam dinas sudah habis dan tiba-tiba kamera wartawan terjatuh. Setelah itu wartawan tersebut membuat pengaduan ke Polres Labuhanbatu,” terang R
Aji.

Meski begitu, R Aji meminta kepada seluruh rekan-rekan pers
agar membawa masalah tersebut ke jalur hukum apabila ada yang merasa
teraniaya saat melakukan peliputan berita untuk diselesaikan secara
hukum.

“Jika memang ada melanggar hukum, laporkan saja kepada
piihak yang berwajib. Yang jelas, kami PN Rantauprapat tidak pernah
melakukan pelarangan peliputan berita kepada rekan-rekan pers,”
tandasnya.

Setelah mendengarkan keterangan serta penjelasan dari
Humas PN Rantauprapat, kemudian para wartawan tersebut membubarkan
diri dengan tertib dibawah pengawalan personil Polres Labuhanbatu.

Menanggapi
kejadian tersebut, Zulfan Azhari Siregar selaku wartawan senior di
Labuhanbatu menilai, dengan adanya insiden yang tidak diketahui pasti
kebenarannya sangat menyesalkan hal itu. Zulfan juga sangat menyayangkan
kondisi yang berkembang akhir-akhir ini dikalangan Pers di Labuhanbatu.

Sebaiknya, insan pers disamping menjunjung kode etik jurnalistik yang diterapkan
juga tidak terlepas dari etika moral yang santun saat melakukan
konfirmasi. Sehingga dari situ tergambarkan ilmu pers yang dimiliki
sebagai jurnalis, dan tidak melencengkan profesi jurnalis kepada sikap
yang bertentangan dengan pergaulan yang ada, ucap pria yang mengaku
sudah 30 tahun berprofesi sebagai wartawan.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.