Beranda ›› Foto & Video ›› Puluhan Warga Datangi Areal Tanah Kaplingan

Puluhan Warga Datangi Areal Tanah Kaplingan

Rantauprapat, suarasumut.com – Puluhan warga perumahan Puri Kampung Baru mendatangi areal tanah Kaplingan Zafira yang berlokasi di Kelurahan Soldengan, Kecamatan Rantau Selatan, Minggu (21/6).

Kedatangan warga ingin memprotes pihak pengembang karena menjual tanah kaplingan tanpa menyertakan pembuatan drainase pembuangan air.  Hal itupun dikhawatirkan akan membuat banjir lokasi kompleks Perumahan Puri yang bersebelahan dengan lokasi tanah kaplingan Zafira tersebut.

“Kita harus protes, jangan nantinya pembuangan air mereka di salurkan ke parit Perumahan Puri ini. Sekarang aja kita sudah kebanjiran. Gimana jika air mereka masuk ketempat kita, ya makin datang banjir tambahan,”ucap J Siahan salah seorang warga kompleks Perumahan Puri Kampung Baru.

Amatan wartawan, warga berbondong-bondong yang mendatangi lokasi kaplingan tersebut kemudian disambut Lurah Soldengan, Edi Sembiring, yang memang sudah hadir di lokasi.

Kepada Lurah, warga pun menyampaikan aspirasi mereka agar pihak pengembang membuat drainase pembuangan air di tanah kaplingan secara sendiri, sehingga tidak membuang air ke saluran parit Perumahan Puri Kampung Baru yang ukurannya kecil.

“Setiap hujan kami selalu kebanjiran pak, tolonglah bilangkan kepada pihak pengembang membuat saluran drainasenya sendiri, parit pembuangan saluran air ke tempat kami kecil jadi tak mampu menampung debit air,” ucap J Siahan yang diamini warga lainnya.

Warga pun mendesak pihak pengembang agar tidak mengedepankan keuntungan pribadi diatas penderitaan orang lain.

“Jangan mereka yang menjual tanah kaplingan tapi bencana sama kami. Berapa banyak untung mereka, ya dibuatlah saluran airnya sendiri biar jangan menyengsarakan warga,”timpal Zulkifli Butar-butar, yang juga tinggal di kompleks Perumahan Puri Kampung Baru.

Menurut dia, warga sudah berulang kali mendatangi pihak pengembang dan sudah membuat spanduk dilokasi tanah kaplingan itu “ Boleh dilanjutkan pembangunan tapi dibuat drainase “ tapi sampai sekarang pengembang tidak menanggapi keluhan warga Puri. “Sekarang ini spanduk himbauan itu malah dicabut,” ucapnya.

Dia pun menghimbau, agar masyarakat jangan terpengaruh membeli tanah kaplingan Zafira tersebut karena bermasalah, yakni persoalan sistem drainase. “Masyarakat jangan cepat-cepat membeli tanah kaplingan itu karena masih dalam masalah,” ucapnya diikuti warga serentak.

Sementara Lurah Sioldengan, Edi Sembiring dalam kesepakatan itu berjanji akan kembali membuat pertemuan antara warga dan pengembang serta memanggil pihak-pihak yang berkompeten terkait pembuatan drainase, yakni dari Dinas Pengairan dan Tata Ruang Kota.

“Nanti saya akan undang warga dan pihak pengembang, dan kita panggil Dinas Pengairan dan Tata Ruang Kota untuk merampungkannya. Karena kita sama-sama tak mengerti alurnya drainase pembuangan air,”ungkapnya seraya turun bersama warga melihat situasi parit diperumahan puri kampung baru.

Sedangkan perwakilan pengembang Zafira belum berhasil dikonfirmasi wartawan hingga berita ini diturunkan.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.