Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› PTPN 4 MEP Ajamu Intimidasi Karyawan

PTPN 4 MEP Ajamu Intimidasi Karyawan

Labuhanbatu | suarasumut.com  –   Sudah jatuh ditimpa tangga, begitulah nasib yang dialami sopir
truk, Manogar Manurung (50) warga Kelurahan Negeri Lama Kecamatan Bilah Kabupaten Labuhanbatu, yang sudah lama menjadi sopir truk pengangkut Tandanan Buah Segar (TBS) kelapa sawit milik PTPN 4 Unit Meranti Paham (MEP) di Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu itu.

Seperti biasanya, para sopir truk sudah antri setiap pagi menanti muatan TBS disetiap afdeling diareal kebun milik plat merah itu, kemudian TBS dimaksud diangkut ke pabrik kelapa sawit (PKS) PTPN 4 Ajamu 1 namun terkadang dialihkan ke PKS PTPN 4 Berangir di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).

Ketika berangkat menuju PKS Berangir sekira pukul 23. 00 WIB berkonvoi disertai pengawalan Sekuriti, ditengah perjalanan persisnya lewat SPBU Pinang Lombang hingga simpang PKS Berangir, OTK beraksi dengan menghentikan paksa truk masuk ke Ram yang tidak jauh dari lokasi itu.

“OTK memaksa berhenti, Sekuriti pak Waruwu yang duduk disamping tidak bisa berbuat banyak, karena diancam dengan alat tajam, tojok !!,” ungkap Manurung.

Bila tidak mau lanjutnya maka para sopir dikejar dengan sepeda motor lalu dipalangkan dijalan.

Kala itu tuturnya, OTK langsung merampas handphone sopir dan Sekuriti serta lainnya membongkar TBS milik Negara itu ke truk lain, sekira 2 ton.

Anehnya lanjut sopir yang sudah lama bekerja sebagai sopir itu, justru dirinya yang dituding oleh para pimpinan kebun itu bekerja sama dengan para OTK tersebut.

“Ini kan tudingan yang sangat menyakitkan, aku sudah tua, dimana harga diriku?,”katanya.

Oleh sebab itu ujarnya, esok ketika masuk areal kebun seperti biasa hendak bekerja, lalu Mandor panen, Parwoto justru tidak memperbolehkan dirinya bekerja seperti biasa.

Dirinya berkesimpulan, akibat Manegemen pengawalan TBS yang tidak amburadul lalu mengorbankan sopir agar tidak ketahuan ke pihak lain, itu sebabnya sering terjadi hal yang sama.

“Menejemen angkutan TBS amburadul, ini yang dimanfaatkan para OTK itu,”tegasnya.

Salah seorang karyawan kepada wartawan mengaku ikut dilibatkan Manegemen didalam pengawalan TBS menuju PKS Berangir mengeluh, pasalnya setiap melakukan pengawalan biaya operasionalnya tidak jelas. Sepengetahuannya pengawalan adalah tanggungjawab kontraktor.

“Pengawalan TBS menuju pabrik adalah tanggungjawab kontraktor, Kenapa karyawan yang dilibatkan ? kita keberatan,“ ungkap karyawan yang tidak mau jatidirinya itu disebutkan kepada wartawan.

Sumber Daya Manusia (SDM) PTPN 4 Unit MEP, Yolanda Siahaan,SH ketika dikonfirmasi Rabu (25/7) kepada wartawan mengatakan pihaknya juga mengeluh atas tindakan OTK yang sering membajing TBS milik BUMN itu bahkan disebut dikawal oleh oknum berseragam.

“Infonya, OTK diback up oleh oknum alat Negara,” ungkap Yolanda Siahaan.

Itu sebabnya lanjutnya dirinya melibatkan pengawalan beberapa karyawan. Ditanya pengawalan TBS menuju pabrik tanggungjawab siapa?, dirinya mengatakan tanggung-jawab tiga kontraktor yang ada yakni Afdeling 1 dan 4 dipegang
Indra, Afdeling 5 dan 6 dipegang Barumun Jaya (Sahrul) dan afdeling 2 dan 3 adalah PT.Kahar Utama.

Namun katanya, pengawalan itu sudah diperbantukan kepada Sekuriti dari dulu dan seperti itulah yang terjadi hingga saat ini.

Kemudian ditanya lagi, sopir yang menjadi korban akibat ulah OTK sebagai bajing loncat, kenapa justru dikorbankan lagi ?.

Terkait hal itu ungkap Yolanda pihaknya akan melakukan cross cek terlebih dulu. (ta/sa-lb)

Lihat Juga

Sholat Idul Adha 1440. H/2019, Lapangan SB3 Kotapinang, Dipadati Ribuan Umat Muslim

Labusel | suarasumut.com  –  Ribuan Ummat islam memadati lapangan SBBBK Kotapinang melaksanakan Sholat sunnah Idul …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.