Beranda ›› Headline ›› Protes Pendataan Kartu KKS Tidak Merata, Warga Lempar Lurah Dengan Botol Air Mineral

Protes Pendataan Kartu KKS Tidak Merata, Warga Lempar Lurah Dengan Botol Air Mineral

Kualuhleidong | suara sumut.com – Aksi protes warga dengan pendataan kartu keluarga sejahtera (KKS) yang tidak merata, membuat warga Kelurahan Tanjungleidong Kecamatan Kualuhleidong Labura mendatangi kantor Kelurahan dan melempari Lurah Tanjungleidong Adi Harianto dengan botol mineral, Jumat (6/11).

Samsul (30 ) warga yang geram dengan pendataan oleh pihak stastistik Kelurahan Tanjungleidong kepada wartawan di kantor Lurah, mengungkapkan kalau dia sangat kesal dengan pendataan ini karena pendataan ini tidak merata.

“Coba lihat saja saya penerima kartu KPS (kartu pelindungan sosial) tetapi saya sekarang tidak mendapat undangan penerima kartu keluarga sejahtera (KKS), sedangkan hidup saya susah anak sekolah yang ditanggung ada 4 dan kerja saya saja hanya kuli harian lepas. Selain itu saya juga curiga dengan pendataan yang dilakukan oleh orang stastistik yang bernitial Rida dan Linling, mereka mendatanya tidak merata karena coba saya lihat yang masuk data KKS itu banyak keluarga dekat mereka dan yang terdata aja kehidupannya lebih lumayan dari kami,” ungkapnya dengan kesal.

Lain lagi dijelaskan oleh bu El (29) warga yang sama, meminta supaya anggota stastistik yang bernama Rida dan Linling supaya tidak dipekerjakan lagi sebagai pendata untuk segala jenis bantuan,”ucapnya sambil meningalkan kantor Kelurahan Tanjungleidong .

Kordinator pendata kartu keluarga sejahtera (KKS) Evitamala Simomora (24) saat di konfirmasi suarasumut.com melalui via selulernya mengatakan, mengenai hasil pendataan penerima KKS, menjelaskan mereka hanya membagikan undangan saja dan mengenai pendataanya itu dari pihak setatistik Kecamatan Kualuh leidong .

“Jadi kita mengumpulkan masyarakat di Kantor Lurah untuk melakukan sosialisasi, dan mengenai masyarakat membuat keributan itu yang tidak mendapat undangan jadinya mereka melakukan protes kepada kita, sebenarnya data yang kita dapat dari statistik, dulunya penerima KPS (kartu pelindungan sosial) 900 KK sekarang ada pengurangan menjadi 600 KK, jadi yang 600 KK itulah kita berikan undangannya,”jelas evi .

Sementara Lurah Tanjungleidong Adi Harianto, saat dikonfirmasi melalui seluler, membenarkan aksi protes yang dilakukan warganya, masyarakat menuntut mereka untuk bisa dimasukan ke data KKS.

“Pendatan itu dari Dinas Sosial kita hanya sebagai pendamping mereka, jadi semuannya mereka yang menentukannya dapat atau tidaknya masyarakat,”terang Lurah.

Saat disinggung mengenai aksi pelemperan itu, Lurah hanya mengatakan itu hal biasa namanya masyarakat ramai, sambil memutuskan hp selulernya.(hs/ss/lu)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.