Beranda ›› Headline ›› Polsek Kualuh Hilir Tahan Mobil Warga Tanpa Alasan Yang Jelas

Polsek Kualuh Hilir Tahan Mobil Warga Tanpa Alasan Yang Jelas

Kualuh Leidong, suarasumut.com – Akibat penangkapan Mobil milik salah seorang warga Desa Pangkal Lunang yang dilakukan oleh Polsek Kualuh Hilir- Kualuh Leidong menjadi bahan perbincangan dikalangan masyarakat sekitar.

Soalnya, Eko sebagai pemilik mobil Pick Up Grand Max keberatan atas penangkapan mobilnya. Tanpa alasan yang jelas pihak polisi yang melakukan penangkapan, memaksa mobilnya untuk dibawa ke Mapolsek. Eko dengan bersikukuh untuk mempertahankan mobilnya untuk tidak dibawa, dan menanyakan apa alasan mobilnya mau dibawa.

Penangkapan mobil yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek, Aiptu J. Samosir menjadi sesuatu yang mengherankan bagi sipemilik mobil, karena dia menganggap mobilnya tidak ada masalah, STNKnya ada.

Pemilik mobil menuturkan kepada suarasumut.com bahwa mobilnya ditangkap dan dibawa paksa oleh Kanit reskrim tanpa bisa menunjukkan SPK, dan hanya mengatakan, ini perintah Kapolsek menuturkan perkataan kanit saat adu argument dengan kanit.

“Saya sangat heran dengan cara penangkapan yang dilakukan mereka, apa salah saya, salah mobil saya apa?. Surat surat kendaraan saya jelas, anehnya mereka(Kanit=red) ngotot harus membawa mobil saya ke Mapolsek dengan alasan,’ini perintah Kapolsek’,terang Eko dengan kesal.

“Sebagai warga biasa, saya sangat kecewa dengan cara perlakukan mereka. Seharusnya polisi itu sebagai pengayom masyarakat bukan malah menakutnakuti masyarakat. Mentang mentang kami warga tidak memahami hukum, kok semena mena melakukan penangkapan tanpa menunjukkan surat tugas penangkapan,”sambung Eko ketus.

Melihat mobilnya dibawa begitu saja, Eko yang merasa mobilnya memiliki Surat Surat sah kepemilikan (STNK) lansung esok harinya, Senin (27/10) menemui Kapolsek Kualuh Hilir AKP Sofyan, lantas Kapolsek yang belum lama menjabat ini malah meminta Eko untuk menunjukkan no Mesin, saat diperiksa no mesin sesuai dengan yang tertulis di STNK. Namun Eko tetap belum bisa membawa mobilnya, saat dimintanya. Namun Kapolsek malah tetap menahannya, sembari ngotot mengatakan ke Eko, nanti saja dibawa mobilnya.

Kepada wartawan suarasumut.com, Senin (27/10) Eko menceritakan kejadin yang menimpanya. ”Saya sangat kecewa dengan ulah Kapolsek ini , kenapa dengan tega membuat saya demikian kerna saya merasa mobil yang saya gunakan untuk mencari nafkah itu tidak pernah terlibat tindakan kriminal atau kejahatan apaun dan mobil inilah yang saya harapkan,” keluh Eko.

Beberapa warga masyarakat yang ada di Desa Pangkalan Lunang, mengecam tindakan Kapolsek tersebut. ”Seharusnya Polsek Kualuh Hilir jangan hanya bisa mencari cari kesalahan, Kapolsek lebih baik konsentrasi memberantas judi, narkoba, penyakit masyarakat lainnya,”ungkap warga yang tidak mau identitasnya ditulis.

Mendengar penuturan Eko, wartawan suarasumut.com coba mengkonfirmasi Kapolsek Kualuh Hilir, AKP Sofyan dikantornya namun beliau tidak berada di tempat. Dan saat mau menemui Kanit reskrim Aiptu J. Samosir, juga sedang berada di Rantauprapat.(hs/ss/lu)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.