Beranda ›› Foto & Video ›› Polres Nias Tangkap Buronan Kasus Korupsi Pengadaan Mobil Dinas Pemko Gunungsitoli Di Medan

Polres Nias Tangkap Buronan Kasus Korupsi Pengadaan Mobil Dinas Pemko Gunungsitoli Di Medan

GUNUNGSITOLI, suarasumut.com — Tim Sat Reskrim Polres Nias yang dipimpin Kaurbin Ops Polres Nias Ipda Syarif Ginting bersama Kanit Tipikor Polres Nias Aipda. Karib Zega berhasil menangkap buronan kasus korupsi pengadaan mobil dinasPemko Gunungsitoli tahun 2011 Rugun Charly Frans Manullang.

Rugun ditetapkan sebagai DPO oleh penyidik Tipikor Polres Nias, karena tidak mengindahkan panggilan penyidik Tipikor sebanyak dua kali, dan tersangka juga tidak ditemukan ketika dijemput di kediamannya yang terletak di jalan Turi, Medan.

Kasat Reskrim Polres Nias AKP.Arifieli Zega, SH yang ditemui wartawan di Mapolres Nias, Selasa (26/8) membenarkan jika tim dari Sat reskrim Polres Nias yang dipimpin kaurbin Ops Ipda Syarif Ginting dan Kanit Tipikor Aipda Karib Zega berhasil menangkap DPO kasus korupsi pengadaan mobil dinas Pemerintah Kota Gunungsitoli tahun 2011.

“benar, kita sudah menangkap DPO kasus pengadaan mobil dinas Pemko Gunungsitoli tahu 2011 Rugun Charly Frans Mannulang. Kini tersangka Rugun telah tiba di Mapolres Nias, Selasa (26/8), dan ditahan untuk penyidikan lebih lanjut,” ungkap Arifieli.

Tersangka Rugun dijemput Tim dari Sat Reskrim Polres Nias dibantu anggota Polsek Medan Labuhan dan kepala lingkungan di Gang Amal No 19, Jalan Marelan, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Marelan, Kota Medan, Selasa (26/8) pukul 5.45 dini hari.

Menurut Kasat, saat dijemput, Polisi sempat mengalami kesulitan, karena tersangka tidak mengaku sebagai Rugun dan mengaku sebagai Muhammad Azmi Gunawan dengan menunjukkan KTP serta SIM. Bahkan, Rugun yang sebelumnya beragama kristen, dalam KTP dan SIM tersebut beragama Muslim.

Namun, setelah dilakukan interogasi dan memeriksa surat nikah tersangka, Polisi dapat memastikan jika pria yang ditemui adalah Rugun, karena dalam surat nikah tersebut, foto yang tertera adalah foto Rugun yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjadi DPO Polres Nias.

Akhirnya dengan perdebatan sengit, tersangka mengakui jika dirinya adalah Rugun dan telah menikah kembali dengan gadis muslim serta merubah identitasnya dengan nama Muhammad Azmi Gunawan untuk mengelabui polisi.

Mengenai KTP yan digunakan Rugun, Kasat memberitahu jika KTP dan SIM atas nama Muhammad Azmi Gunawan tersebut adalah KTP dan Sim Palsu, sehingga dalam penangkapan tersebut, Polisi ikut menyita barang bukti KTP, SIM dan surat nikah tersangka.(sp/ss/gs)

Lihat Juga

Wakil Bupati Labusel Lepas Pawai Takbir Kendaraan Hias Idul Adha 1440 H/2019 M

Labusel | suarasumut.com –  Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) mengelar Pawai Takbir Hari Raya Idul …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.